Garmin Que di MWG Atom V

mwg-navigation.jpgPada artikel ini, saya mencoba sharing cara membuat PDA merk MWG Atom V menjadi sebuah alat navigasi yang handal dengan memanfaatkan built in GPS yang ada padanya serta software gratis dari Garmin yang bernama Garmin Que versi 2.90.

Kita tahu bahwa Garmin mempunyai protocol sendiri untuk membaca dan mengolah data GPS, sehingga agar data yang dikeluarkan oleh GPS built in pada MWG Atom V (SiRF Star III GPS) dapat dibaca oleh Garmin Que, mesti dipasang sebuah GPS Proxy yang bertugas “translating the GPS data format from NMEA 0183 to the Garmin GPS protocol” yang alhamdulilah masih banyak orang baik di dunia ini dengan membuat program GPSProxy gratis.

Sebelum kita mulai lebih lanjut ada baiknya saya tulis dulu spec dari MWG Atom V yang berkaitan dengan fungsi GPS
Operating System  : Microsoft  Windows Mobile 6 Professional
GPS  : SiRF Star III GPS
Processor  : Intel XScale  PXA 270 Processor at 520 MHz
Memory  : 256MB Flash ROM, 64MB RAM

Software yang dibutuhkan:

(Kita tidak perlu software regedit, karena memang tidak ada Registry yang mesti dirubah)
Langkah 1

  • Anda sudah harus mempunyai Microsoft Active Sync versi 4.50 di PC/Laptop anda dan sudah dapat terkoneksi dengan sempurna pada PDA anda.

Langkah 2, Installasi Garmin Que

  1. Install Garmin Que (GarminQueforPocketPCwithGPS10_290.exe) pada PDA anda dengan cara double click file tsb dari PC anda yang terhubung dengan PDA. Nanti software tsb akan terinstall otomatis ke PDA anda. (ikuti saja perintah yang ada)
  2. Karena file map yang ada nantinya filenya berukuran besar, maka tempatkan file2x installasi dari Garmin Que ini pada storage external. (akan terbentuk directory di storage external anda \Storage Card\Garmin\
  3. Setelah sukses dengan proses installasi, selanjutnya silahkan copy file peta (gmapsupp.img) yang barusan anda download dari www.navigasi.net/goptd.php  ke dalam directory installasi garmin que di \Storage Card\Garmin\
  4. Untuk testing, silahkan buka aplikasi Garmin Que anda, lalu dari Menu ->Map Setumap-id.jpgp -> pilih tab Detailed Maps. Kalau semua installasi sudah benar maka di PDA anda akan tampil semacam ini
  5. Untuk testing lebih lanjut, dari Menu -> Find (silahkan cari rumah anda di situ, ada gak? )

Langkah 3, Installasi GPSProxy

  1. Double click file GPSProxy-2.2-Setup.exe pada PC anda (dengan PDA tetap terkoneksi dengan PC via Active Sync), baca baik-baik setiap tulisan atau perintah yang muncul selama proses installasi.
  2. Akan muncul windows prompt di PDA anda yang menyatakan netcf.core.ppc3.arm.cab dan OpenNETCF.SDF.ppc3.ARM.CAB tidak ada? Makanya apa, khan tadi udah disuruh baca baik-baik setiap tulisan yang muncul pada saat installasi? Hayo….ketahuan gak patuh khan?
  3. Kalo semua udah terinstall dengan baik, silahkan ikuti Langkah berikutnya 😉

Langkah 4, Setting GPSProxy

  1. Buka program GPS Proxy anda, dari Menu -> Virtual COM Ports…
  2. Pada screen Virtual COM Ports, click button ADD. GPSPRoxy secara otomatis akan menambahkan sebuah COM yang kosong pada list-nya (kebetulan pada kasus saya, yang kosong adalah COM 3)
  3. Kemudian, dari Menu -> Extensions
  4. Pada screen Extensions di combo box GPS Provider (berisi NMEA Input), click button CONFIGURE extension-gpsproxy.jpg
  5. Akan muncul screen Settings, pada GPS COM Port isi sesuai dengan pilihan yang ada. Silahkan pilih COM4: (Active Device)  –(mungkin di PDA anda, Active Device ada di COM yg lain, pilih saja COM tsb)  setting_gps_port.jpg
  6. Pada Output COM Port, pilih COM 3 (COM yang digunakan oleh GPSProxy).
  7. Klik OK utk menyimpan setting tsb.
  8. Setting GPSProxy sudah selesai.

Langkah 5, Setting Garmin Que

  1. Buka aplikasi Garmin Que, dari Menu -> System Setup, lalu pilih tab Interface
  2. Pada GPS Device, biarkan isian GPS 10 Bluetooth (karena memang hanya itu pilihannya 😀 :D)
  3. Pada Communications Port, pilih COM yang ditempati oleh GPS Proxy yg telah disetting pada langkah 4 di atas. (dalam hal ini COM3)
  4. Klik OK utk menyimpan setting.

Langkah 6, Testing GPS Tracking

  1. Buka aplikasi GPS Tracking di MWG Atom V anda, akan agak lama utk acquiring satelite.
  2. Setelah satelite Lock, klick HIDE.
  3. Buka aplikasi GPS Proxy, lalu klik menu START. Kalau installasi dan setting sudah benar, maka data2x satelite yang ada di aplikasi GPS Tracking tadi, akan muncul juga di GPS Proxy ini.
  4. Buka aplikasi Garmin Que…..dan……….selamat, anda sudah memiliki sebuah alat navigasi yg cukup handal sekarang.

map-day.jpg                         map-night.jpg

Sekedar informasi, GPS SiRF Star yang ada MWG Atom V ini cukup peka dan akurat juga. Terbukti, sangat sukses saat saya coba muter2x di Jakarta yang saya letakkan di dalam mobil. Posisi saya saat itu sangat tepat di tampilan dan arah laju mobilpun tergambar dengan tepat.
Yang perlu anda siapkan adalah, charger mobil buat MWG Atom V tsb, karena dengan kondisi GPS keadaan hidup, bateray tidak akan lebih dari 5 jam akan habis.




Review PDA MWG Atom V

atom-5.jpgAnda pernah mendengar PDA merk O2 ? dan mungkin sekarang jadi heran, kok O2 tidak ada lagi gaung-nya?
Jawabnya adalah, O2 sudah berganti nama menjadi MWG untuk wilayah Asia, selebihnya bisa anda baca di sini.
Beberapa minggu terakhir ini saya berkesempatan mencoba sebuah PDA buatan perusahaan asal Singapore ini, MWG Atom V.

Atom V Specifications
Operating System: Microsoft® Windows Mobile 6 Professional®
Processor: Intel XScale PXA 270 Processor at 520 MHz
Memory: 256MB Flash ROM, 64MB RAM
Cellular Data: UMTS (2100 MHz), Quad-Band GSM (850/900/1800/1900MHz), HSDPA 7.2Mbps (network dependant)
Wireless Connectivity: Bluetooth v2.0, 802.11b/g WLAN
Display: 2.8″ 265K QVGA TFT LCD
Radio: FM Radio with RDS
GPS: SiRF Star III GPS
Camera: 2MP camera
Weight: 133 grams
Dimensions: 116(L) x 59(W) x 14.95(D) mm
Talk time/life: Up to 3.5 hours talk time, up to 150 hours standby time (subject to usage)

Operating System dan Processor
PDA ini merupakan kelas middle end dengan spesifikasi yang lumayan komplit dikelasnya. Dikeluarkan di awal 2008 dengan operating system Windows Mobile 6 Professional menjadikan MWG Atom V ini bisa dikatakan tidak jadul (dalam urusan OS). Dengan processor Intel Xscale 520 MHz, walaupun gak cepet2x amat tapi lumayan tidak lemot banget.

RAM
Namun sayang, dia hanya mempunyai RAM 64MB yang mempunyai kemungkinan bermasalah apabila kita menginstall aplikasi yang banyak dan menggunakannya dalam waktu yg bersamaan. (beda dengan PC, bahwa RAM bisa kita upgrade sendiri).
Maka dari 2 kombinasi di atas yaitu Processor kelas pas-pasan dengan RAM yang cuman 64 MB boleh dibilang PDA ini agak lemot. Paling tidak saat saya coba, kok rasanya ada waktu untuk nunggu beberapa mili detik agar sebuah aplikasi dapat dibuka.

Tampilan
Untuk tampilan MWG Atom V memang kelihatan gagah dengan design warna hitam menjadikan PDA ini kelihatan macho banget.

Koneksi
Kelebihan lain adalah dengan dilengkapinya PDA ini dengan koneksi HSDPA, dimana PDA sekelasnya (dengan harga yang sebanding) tidak memiliki HSDPA ini.
Selain 3G, MWG Atom V juga dilengkapi Bluetooth dan Wifi yang saya kira adalah fasilitas standar perangkat komunikasi jaman sekarang.
GPS
Satu hal lagi yang menarik adalah adanya GPS built in di dalamnya, walaupun aplikasi yang menyertainya (GPS Tracking) kadang2x crash dengan sendirinya.
Untuk locating satelite cukup lumayan cepat, asal kita berada di posisi terbuka terhadap langit. Sampai saat ini saya belum mencoba explore lebih lanjut tentang GPS ini, meningat software bundle yang ada padanya (GPS Tracking) kadang2x crash.

Camera
Sebuah kamera 2MP merupakan kamera yang jelek menurut saya, karena gambar yang dihasilkannya masih bagusan gambar dari ponsel seharga 2 jt-an. Dan menjadi useless karena camera tsb hanya 1 buah terletak di belakang. Mestinya, kalau sebuah PDA dilengkapi dengan fasilitas 3G, dia harus memasang 1 camera lagi di depan untuk keperluan video call. Sehingga, keberadaan camera ini menurut saya tidak ada gunanya, dan malah lebih baik dihilangkan biar dapat menekan harga.

Bateray
Mengenai bateray, MWG Atom V lumayan awet apabila hanya mode phone saja yang aktif (bluetooth, Wifi serta GPS dimatikan) dapat bertahan 2 hari tanpa di charge. Tetapi, dia bisa sangat boros bateray apabila kita menggunakan Wifi atau Bluetooth atau bahkan GPS tracking aktif. Pagi hari full charge, sore hari udah habis sama sekali.

Mode Telephone
Dari beberapa kelebihan yang ada, sungguh sangat disayangkan MWG Atom V tidak memperhatikan kualitas suara telephone baik speaker maupun mic. Hal ini berdasarkan keluhan lawan bicara saya yang selalu mengatakan suara saya tidak kenceng (padahal saya udah hampir teriak2x ), serta suara lawan bicara kita di speaker yang terdengar cempreng.

Secera keseluruhan saya menilai MWG Atom V
Kelebihan :

  • Harga cukup murah dikelasnya
  • Operating system sudah maju (windows mobile 6)
  • Koneksi lengkap, bluetooth,wifi, 3G
  • GPS built in

Kekurangan:

  • Processor yang nanggung
  • RAM yang kecil
  • Agak lemot
  • Camera yang useless
  • Kualitas suara speaker maupun mic yang kurang bagus



Marhaban ya ramadhan

Walaupun telat, tapi gak apa2x yang penting semoga kita semua bisa memanfaatkan Ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak tahu, apakah tahun depan kita masih bisa mendapatkan bulan yang penuh berkah ini kembali di di dunia.

Dan saya mohon maaf kepada pembaca sekalian, disebabkan kesibukan saya akhir-akhirnya yang mesti kejar tayang terus, sehingga saya kurang produktif dalam menulis. Tapi Insya Allah, saya ada beberapa bahan yang siap saya tulis, baik berupa artikel maupun review perangkat yang semoga saya segera bisa memulai menulis lagi. (namanya jadi kuli, jadi mesti nurut apa kata juragan 😀 😀 )




Jualan Pulsa, bisnis sampingan yang luar biasa

Beberapa tahun lalu, saat istri saya mengusulkan menambah layanan penjualan pulsa pada warung yang dia kelola, saya menolaknya. Dengan alasan yang cukup “rasional” kala itu, yaitu “margin yang kecil” dan ribet pengelolaannya.

Sampai ketika, awal tahun 2008 ini saya terinspirasi salah seorang teman saya yang tetap gigih bergelut di dunia per-HP-an dan per-pulsa-an. Akhirnya, dengan modal kurang dari 1 juta saya mulai belanja voucher fisik ke ROXI.

Mungkin karena memang orang-orang sekitar lingkungan saya sudah begitu akrab dengan keberadaan warung yang dikelola istri saya tersebut, ternyata respons terhadap “usaha iseng” jualan voucher sangat bagus.

Setelah kasak kusuk cari info kesana kemari termasuk dengan bantuan pak google, pada minggu ke 2, kita merambah pada voucher elektrik yang saat itu hanya berani main pada 1 chip for all operator.

Memasuki bulan ke 2, demand yang ada ternyata menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena kami sadar bahwa 1 chip for all operator mempunyai margin yang kecil, akhirnya kita putuskan untuk mendapatkan chip untuk masing-masing operator. (berbekal pemetaan pasar setalah 1 bulan berjualan dengan 1 chip for all operator).

Chip pertama yang kita ambil adalah Indosat I-SEV (M-Tronik), kemudian berturut-turut M-KIOS Telkomsel, Dompet Pulsa XL serta Chip ISI-ESIA. (karena di lingkungan kami, yang paling ramai adalah produk-produk tersebut).

Kalau dilihat sekilas, memang penjualan pulsa ini mempunyai margin yang kecil yaitu hanya berkisar mulai dari ratusan rupiah sampai paling mentok 2 ribu (itupun sangat jarang, rata-rata di kisaran 1 ribu rupiah).

Tapi, setelah saya coba kalkulasi dengan waktu perputaran uang, menghasilkan prosentasi yang luar biasa. Jauh lebih besar daripada bank sekalipun.

Silahkan perhatikan tabel-tabel berikut ini:

M-Tronik (Indosat) (Dapat discount 4% dari dealer)
table-indosat.jpg

M-KIOS (Telkomsel)
table-mkios.jpg

ESIA (Dapat discount 2% dari dealer)
table-esia.jpg

Dompet Pulsa XL (Dapat discount 2% dari dealer)
table-xl.jpg

Silahkan diperhatikan, kalau kita ambil angka kasar rata-rata keuntungan adalah 10% per transaksi, maka akan kita dapatkan nilai-nilai yang lumayan besar.

Kenapa nilainya besar? karena perputaran uangnya sangat cepat. Sebagai ilustrasi, untuk product Indosat saya mesti belanja sedikitnya 2 kali seminggu masing-masing 300 ribu, atau 600 ribu per minggu. Sedangkan untuk Telkomsel, dalam seminggu mesti belanja sekitar 400 ribu-an. Esia, dalam seminggu rata-rata 400 ribuan dan Pro-XL dalam seminggu sekitar 500 ribu.

Jadi total untuk belanja dalam seminggu kurang lebih 1.9 jt. Angka tsb akan menghasilkan keuntungan sebesar 190 ribu (asumsi margin untung 10%), dan penjualan rata-rata perhari 30 transaksi.

Kalau kita ambil hitungan dalam 1 bulan, berarti semua nilai di atas kita kalikan 4, maka akan di dapat total belanja 7.6 juta (kita ambil nilai kecil saja 7.5 jt). Dan apabila kita hitung margin keuntungan adalah 10%, maka kita akan mendapatkan laba 750 ribu perbulan.

Bayangkan, dengan modal kurang dari 2 jt anda bisa melipat gandakan uang tsb menjadi banyak. Tentu saja banyak persyaratan yang mesti dipenuhi, diantaranya kita harus ketat mengatur cash flow uang pulsa tsb. Mesti dipisahkan dengan uang kita sehari-hari. Disamping itu, banyak sedikitnya transaksi yang juga mempengaruhi kecepatan perputaran uang tersebut. Semakin laris jualan anda, maka akan semakin banyak transaksi dalam sehari yang mengakibatkan semakin cepat perputaran uangnya dan akhirnya akan menjadi semakin banyak keuntungan yang akan diraih.

Mungkin anda akan mencibir, wah…uang 750 ribu perbulan saja kok disebut luar biasa. Eit…tunggu dulu. Sekarang anda punya uang nganggur 5 jt. Kemudian masukkan ke deposito bank, silahkan dihitung berapa bulan (atau bahkan tahun) anda butuhkan untuk menghasilkan uang 750 ribu dari bagi hasil deposito bank? Bunga deposito saat ini paling banter adalah 10% per tahun, ingat per tahun. Sedangkan jualan pulsa ini, 1.9 jt akan menghasilkan laba 40% perbulan (karena 1.9 jt akan menghasilkan 10% per minggu, kemudian uang tersebut buat belanjan lagi sampai 1 bulan berarti secara kasar kita kalikan 4)

Maka inilah yang saya sebut “luar biasa”, karena hanya dengan 2 jt kita sudah mendapatkan income perbulan yang terus menerus, asal kita tetap menjaga kualitas layanan kita kepada pelanggan dan ketat dalam management cash flow. Dan satu lagi yang mesti diingat, bahwa saat ini bisnis pulsa sedang menjamur. Akan menjadi masalah apabila tiba-tiba ada tetangga anda yang kemudian ikut jualan dalam radius 100 meter dari lokasi anda, maka strategi bisnis yang mesti anda pelajari lebih lanjut untuk memenangkan pertarungan tersebut.




Insentif dan disinsentif tarif PLN

Menurut informasi yang santer belakangan ini, PLN akan memberlakukan tarif insentif dan disinsentif kepada para pelanggannya tak terkecuali pelanggan rumah tangga.

Menurut data PLN, rata-rata nasional penggunaan listrik tahun 2007 adalah untuk kelas R1-450VA sebesar 75 kWh, R1 – 900VA sebesar 115 kWh, R1 – 1.300 VA sebesar 201 kWh, R1 – 2.200 VA sebesar 358 kWh, R2 sebesar 650 kWh, dan R3 sebesar 1.767 kWh.

Melalui skema penghematan yang akan diterapkan oleh PLN, pelanggan akan mendapat insentif apabila berhemat sama atau lebih besar dari 20 persen dari pemakaian listrik nasional tahun 2007.  Jika pelanggan menggunakan listrik lebih dari 80 persen rata-rata nasional, akan dikenakan tarif disinsentif.

Untuk jelasnya, kita perhatikan tabel di bawah ini:

Kelas

Rata-rata nasional

80% dari rata-rata

R1- 450 VA

75

60

R1 – 900 VA

115

92

R1 – 1.300 VA

201

160.8

R1 – 2.200 VA

358

286.4

R2

650

520

R3

1767

1413.6

Jadi, apabila seorang pelanggan dari kelas R1-900 VA memakai listrik lebih dari 92 kWh, maka dia akan mendapatkan disinsentif, sebaliknya apabila dia memakai kurang dari 92 kWh akan mendapatkan insentif.

Formula disinsentif

Disinsintif Tarif = 1.6 x kWh dis x He

dimana

kWh dis = kWh pemakaian – 80% kWh rata-rata nasional
He = tarif tertinggi pada golongan pelanggan maksimum
(menurut info yang ada di http://www.plnjaya.co.id/ perhitungan tarif pelanggan utk kelas R1-900VA dan R1-1200VA adalah sebagai berikut).

 Â

R1-900 VA

R1-1200 VA

Bea beban 900/1000 x Rp. 20.000,- 1300/1000 x Rp. 30.100,-
0 – 20 kWh n kWh x Rp. 275,- n kWh x Rp. 385,-
21 – 60 kWh n kWh x Rp. 445,- n kWh x Rp. 445,-
61 > n kWh x  Rp. 495,- n kWh x  Rp. 495,-

Contoh perhitungan disinsentif

Misalkan pelanggan R1-900VA mempunyai pemakain listrik bulan Maret sebesar 300 kWh, maka kWh yang akan dikenai disinsentif adalah 300 – 92 = 208 kWh.

Menurut perhitungan di atas, maka nilai disinsentif yang akan terjadi adalah :

DisinsentifTarif = 1.6 x 208 x Rp. 495,-  =  Rp. 164.736,-

Jumlah yang harus dibayarkan adalah pembayaran normal untuk 300 kWh ditambah DisinsentifTarif sebesar Rp. 164.736,-

Menurut perhitungan yang ada pada situs PLN, pemakain 300 kWh utk pelanggan R1-900VA adalah sebesar Rp. 160.100,-Â

Sehingga, kalau benar metode disinsentif ini diberlakukan, maka pelanggan R1-900VA yang rata-rata tiap bulan membayar Rp. 160.100,- akan melonjak menjadi : 160.100 + 164.736 = Rp. 324.836,-

Sengaja untuk tarif insentif tidak saya bahas di sini, karena hampir tidak mungkin pelanggan di Jakarta khususnya mampu memakai di bawah 80% dari rata-rata nasional. (tentu saja rata-rata nasional kecil, karena paling banyak pemakai adalah orang-prang yang dipelosok yang hanya “menyalakan” listrik di malam hari untuk lampu dan TV saja. Mereka tidak menggunakan kulkas, AC, pompa air, komputer, dsb).

Kesimpulannya, apabila model tarif tersebut benar terjadi, kepala akan menjadi bertambah pusing mikirin listrik yang tagihannya melonjak 100%. Semoga saja yang di atas sana berfikir lagi, agar rencana “konyol” ini tidak jadi diberlakukan. Mungkin mereka santai saja, lha wong listrik udah ada yang bayarin. Dan uang buat bayar listrik mereka itu adalah dari pajak yang kita bayar. (hik..hik..gaji saya tiap bulan dipotong, untuk bayarin listrik beliau-beliau yang duduk di atas sana)




Masih ada saja orang yang (kurang) cerdas

Pagi ini, saya mendapatkan SMS dari sebuah nomor 081700629xx yang isinya sebagai berikut :

Permohonan ibu St.Hardiyanti R (mbak Tutut) atas nm semua anak cucu mantn presiden Suharto mohon pengampunan beliau pd masa2 yg lalu sebarkan ke 100 tman dan pulsa anda bertmbh 100000 scr otomatis sdh trbukti!! Cepat hny berlaku hari ini (s/d pukul 23)

Saya kok gak habis pikir yach, kok ya masih ada aja orang yang berpikiran seperti itu. Maunya hidup itu enak tanpa kerja tapi dapat duit. Jadi hanya bermodal kirim SMS terus dapet pulsa. Wah…wah….sekali lagi aku ndak bisa mikir, kok masih ada di jaman modern dan jaman informasi yang serba cepat seperti ini ada orang yang “kurang” cerdas seperti itu.

Kalau isi SMS itu berupa joke semisal :

……sebarkan ke 10 orang, maka pulsa anda akan otomatis berkurang 3000 🙂

itu baru namanya “cerdas” dan benar :D  Atau jangan-jangan yang mencoba memanfaatkan “kebodohan” orang awam tsb adalah pihak2x tertentu yang diuntungkan apabila SMS hoak tsb menyebar dengan jumlah besar, karena memang harga SMS lumayan mahal brow…:-)  (he…he…saya gak nyebutin secara tegas “pihak2x” tsb lho ya..ntar di somasi khan repot :D)

Udah ah…..semoga masyarakat kita semakin pintar dan cerdas, biar tidak dibodohin lagi ama orang lain.




Mailing List Masyarakat Indonesia Peduli TORCH

TORCH (Toksoplasma,Rubella,CMV, HSV) adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Dia bisa membunuh janin dalam kandungan, dia bisa merusak syaraf fungsi otak bayi yang baru lahir, bahkan dia sanggup melumpuhkan manusia dewasa.

Maka, bagi anda yang mempunyai pengalaman tentang virus-virus ini, Toksoplasma, Rubella, CMV dan HSV, baik anda penderita langsung ataupun anda termasuk orang tua dari anak yang terkena dampak ganasnyavirus tersebut, mari kita berbagi dan sharing pengalaman di sini.
Sebuah penderitaan akan sangat terasa berat apabila kita rasakan sendiri, tetapi seberapapun berat sebuah penderitaan, akan terasa ringan apabila kita rasakan bersama.
Dengan berbagi, Insya Allah semua penderitaan akan menjadi ringan daningat bahwa kita adalah orang-orang “terpilih“, karena belum tentu orang lain mampu menerima cobaan yang telah digariskan oleh NYA.

Silahkan bergabung di
torch_care@yahoogroups.com




HP CDMA Nexian NX800, ponsel murah & (belum tentu) hemat

nx-800.jpgTrend CDMA yang menawarkan tarif jauh lebih murah dibanding GSM membuat saya ikut-ikutan untuk menggunakan CDMA demi menghemat biaya komunikasi kami.

Setelah cari informasi kesana kemari dengan bantuan pak Google dan kebetulan saat jalan-jalan di Mal Ambasador ketemu promo dari sebuah vendor telephone CDMA bermerk Nexian, akhirnya awal Desember 2007 silam saya putuskan untuk membeli sebuah ponsel CDMA merk Nexian NX800 seharga 385.000,- sudah termasuk sebuah nomor Flexi Jakarta.

Memang, dengan ponsel harga semurah itu tidak banyak yang diharapkan (dan memang saya tidak mengharapkan banyak 🙂 ). Kebutuhan pokok saya hanyalah untuk komunikasi suara via CDMA yang saya harapkan dapat mereduce tagihan tiap bulan GSM saya.Secara umum, feature yang ditawarkan adalah :

  • CDMA 2000 1x – 800 Mhz
  • Kartu RUIM
  • Monochrome & backgound color
  • 10 Nada Dering Midi Poliphonic
  • Buku telpon
  • Speed dialing
  • Kalender. kalkulator, alarm
  • Kunci navigasi 4 arah
  • Bahasa Indonesia dan Inggris

Sehingga wajar, saya tidak mengharapkan feature yang aneh-aneh dari ponsel murah tsb, asal bisa untuk telpon dan SMS saja bagi saya sudah cukup.

Secara umum, ponsel tersebut cukup sesuai dengan feature yang ditulis tetapi ada beberapa kekurangan yang cukup serius :

  • microphone yang kurang kuat, sehingga teman bicara kita kadang kesulitan mendengarkan suara kita karena didengarkan olehnya terlalu kecil. Sehingga kalau begitu, saya ngomongnya agak dikencengin dan mic-nya dideketin dengan mulut. (hal yang tidak pernah saya lakukan pada phone yang lain, kecuali HT 😀 ).
  • Penulisan SMS yang sulit, yaitu kesulitan memindahkan huruf dalam penulisan SMS.
  • Tidak ada koneksi dengan komputer, sehingga kita tidak bisa “memindahkan” phone book yang ada di ponsel lain. (satu-satunya cara hanyalah dengan mengcopy dulu phonebook yang ada ke kartu/sim chard, baru kemudian bisa kita pindahkan ke Nexian)

Sepertinya, sementara “hanya’ 3 point itu aja yang cukup serius yang pernah saya alami selama saya menggunakan Nexian NX800.

Namun yang tak kalah “mengenaskan” adalah pengalaman saya pada hari ke-4 pemakaian, dimana charger ponsel tiba-tiba mati total. Dan setalah saya baca di klausul garansi, memang untuk benda yang satu itu (charger) tidak ada jaminan garansi sehingga memaksa saya untuk membeli charger baru.

Dan yang paling “apes” ternyata, tidak semua toko menjual charger untuk Nexian tersebut, hanya dealer Nexia saja yang kebetulan berada di lantai 4 ITC Kuningan dengan harga yang lumayan tinggi, 50 ribu rupiah 🙁.

Ternyata, di counter Nexian tersebut tidak saya saja yang mengalami nasib serupa. Ada 3 orang yang mempunyai kasus yang persis sama dengan saya tetapi untuk type ponsel yang lain, walaupun masih sama-sama Nexian.

Sehingga, total jendral saya tidak membeli ponsel tersebut seharga 385.000,- tetapi menjadi 435.000,- termasuk harga charger yang mesti beli baru (50.000).

Akhirnya, kesimpulan yang saya dapatkan adalah :

  • hati-hati dengan barang murah, karena harga tidak dapat menipu. Semakin mahal suatu barang, tentunya kualitas yang dihasilkan akan semakin baik. Demikian sebaliknya, semakin murah suatu barang (dengan asumsi mempunya “spec” yang sama dengan yang mahal) akan semakin banyak kualitas yang “dikorbankan”.
  • Lebih baik membeli barang yang “sedikit” lebih mahal asal dari vendor yang sudah terkenal dan terpercaya menghasilkan barang yang berkualitas bagus.



“Sense” MP4 Player (murah yang “tidak” meriah)

se-213.jpgAwal Oktober 2007 yang lalu, saya membeli sebuah Digital MP4 Player merk Sense type 213 dengan pertimbangan harga yang murah. Menurut rencana MP4 player ini hanya digunakan untuk menemani Fasya dan Azka dalam mendengarkan lagu format MP3, daripada setiap memainkan lagu-lagu MP3 selalu menggunakan komputer sehingga menjadi tidak praktis.

Dengan harga 300 ribu saat itu ditambah sebuah speaker aktif merk Creative seharga 140 ribu, jadilah Fasya dan Azka mendengarkan lagu-lagu format MP3 di dalam kamar dengan cukup simple.

Kualitas yang dihasilkan cukup lumayan dalam artian cukup enak terdengar oleh telinga walaupun mungkin kalah jauh kalau dibandingkan dengan IPOD (dengan harga yang tentu saja jauh berbeda 🙂 ).

Berikut ini feature yang ditulis oleh pihak vendornya:

  • Support MP3, WMA, WAV audio format
  • Internal Speaker
  • Support MP3, WMA & WAV playback
  • Support AMV video
  • Stereo FM radio
  • 7 Music equalizer
  • Digital Voice recording
  • Games
  • Image file viewer, Text viewer
  • 3.7V Li-ion battery
  • Capacity 512MB – 4GB

Satu minggu pemakaian, masalah mulai muncul yaitu charger yang tiba-tiba mati, dan menurut pihak toko yang saya hubungi, charger tidak termasuk garansi. Hmm…akhirnya, saya hanya bisa melakukan charge bateray dengan mencolokkan device tersebut kepada komputer.

Satu bulan kemudian, masalah lain terjadi yaitu susah sekali untuk berpindah menu, dan akhirnya saya menggunakan rumus “gambling”. Kadang-kadang nyampe ke manu yang saya maksud, kadang-kadang “loncat” kepada menu lain yang tidak diinginkan.

Akhirnya puncak masalah timbul awal Januari 2008 ini atau tepatnya 3 bulan setelah pembelian, dimana tiba-tiba MP4 Player tersebut mengalami hang dan tidak bisa di charge, padahal selama 3 bulan tersebut pemakaian tidak secara terus menerus. Kadang dalam 1 minggu tidak pernah dinyalakan sama sekali dan yang paling sering paling tiap hari yang itupun hanya pada waktu siang hari untuk beberapa jam untuk menina-bobokan Azka.

Saat ini, saya belum membawa ke toko tempat pembelian dimana mereka memberikan garansi 1 tahun. Saya belum tahu apakah kerusakan ini bisa diperbaiki atau tidak.

Jadi kesimpulan yang dapat saya peroleh adalah :

  • hindari membeli produk murah yang belum mempunyai reputasi (belum terkenal)
  • lebih baik membeli produk dengan harga lebih tinggi sedikit asal mempunyai kualitas yang tidak diragukan
  • pembelian produk murah dengan alasan harga, akhirnya tidak mendapatkan penghematan uang karena produk tersebut tidak awet. Kalaupun dicover oleh garansi, paling tidak kita rugi akan waktu yang terbuang.
  • So….ini agak “rasial”, HINDARI produk CHINA 😀



Ponorogo Banjir

Rabu, 26 Desember 2007 jam 08.00 pagi, saya terima SMS dari seorang family saya di Ponorogo yang mengatakan bahwa Ponorogo saat ini terkena banjir yang cukup besar.

Untuk cross check info yang lebih akurat, saya langsung telephone teman SMA saya yang saat ini jadi salah satu punggawa di pemkab Ponorogo dan ternyata memang terjadi banjir yang cukup besar di Ponorogo yang mengakibatkan 500 orang mengungsi di pendopo kabupaten Ponorogo.

Beberapa daerah yang terkena banjir meliputi Tambak Bayan, Sumoroto, Sukorejo, Tonatan, Jetis, Mlarak, Gontor. Jalur Wonogiri – Ponorogo (jalur ke rumah family saya) terputus total akibat meluapnya sungai Sekayu. Nyaris seluruh wilayah Ponorogo yang berdekatan dengan sungai besar, terendam banjir hingga mencapai 1 – 2 meter.

Saat ini, pemkab Ponorogo tengah sibuk melakukan penanganan korban banjir, namun sayangnya team Satkorlak setempat tidak mempunyai perahu karet dan harus meminjam perahu ke LANUD Iswahyudi Madiun.

Saya juga berkesempatan telephone teman saya yang rumahnya di desa Serangan, kec. Sukorejo dan ternyata di sana air sudah memasuki rumah warga setinggi 1 meter, saat ini teman saya sedang mengungsi di tempat saudaranya yang tidak terkena banjir.

Saya bisa memaklumi begaimana paniknya masyarakat dan pemkab Ponorogo menghadapi musibah ini, karena memang banjir hampir tidak pernah menyambangi kabupaten tersebut. Pernah saat itu tahun 1985 banjir melanda Ponorogo tetapi hanya pinggiran kali saja yang mengalami banjir dan itupun tidak sebesar saat ini.