Proxy Server dengan LUSCA pada FreeBSD 9.0

Kenapa saya memilih FreeBSD ?

Kira-kira lebih dari setahun yang lalu, saya melakukan percobaan pembuatan proxy server pada sebuah mesin virtual (Virtual Box). Karena spec server yang terbatas, saya mencari OS yang ringan dan FreeBSD versi 8.3 yang menjadi pilihan. Kemudian saya pasang Lusca sebagai software proxynya. Beberapa user saya setting di browsernya masing-masing agar memakai proxy tersebut. Saat itu statusnya adalah percobaan, sehingga tidak begitu serius dan tidak dilanjutkan lagi rencana pengembangannya.

Setelah beberapa saat lamanya, saya benar-benar lupa akan server yang terpasang di VM tadi sampai suatu saat, setelah 1 tahun berselang ada user yang melapor bahwa dia tidak bisa browsing. Begitu dilakukan pemeriksaan, ternyata browsernya disetting menggunakan proxy. Dan saya baru ingat beberapa jam sebelumnya, ada kegiatan migrasi data server dari hardisk internal ke storage yang tentu saja, mesin VM tadi dimatiiin (dipaksa mati) saat proses pemindahan. Hal ini tidak saya sadari karena memang sudah 1 tahun lebih.

Dari kejadian tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa FreeBSD adalah OS yang bandel, karena sekian lama tidak kami perhatikan bahkan sama sekali tidak kami urus tetapi ternyata masih berfungsi dengan baik.

Kenapa memilih LUSCA ?

Seperti banyak kita ketahui, LUSCA adalah pengembangan dari Squid-2 yang memiliki kemampuan lebih baik dibanding squid dalam hal caching content dinamic, load yang tinggi dsb. Silahkan di googling untuk mengetahui LUSCA lebih lanjut.

Sebelum kita bicara lebih jauh, hal yang terpenting adalah membuat desain awal dari sistem yang akan kita buat. Mulai dari konfigurasi berdasarkan spesifikasi hardware yang kita miliki.

Untuk keperluan penghematan daya listrik dan space, sengaja saya memilih MiniPC dengan specifikasi :

Motherboard : Intel® Desktop Board D525MW (Onboard processor Intel® Atom™ D525)
Casing      : CBM LC920-01 ITX CASE
RAM         : 2 GB
Harddisk : SATA 40 GB

1. Install FreeBSD.

Saya menganggap anda sudah familiar dalam installasi Unix terutama FreeBSD, sehingga tidak perlu saya jelaskan langkah-langkah secara detail. Versi dari FreeBSD yang saya gunakan adalah  FreeBSD-9.0-RELEASE-amd64
Akan saya tulis beberapa point yang mungkin dapat digunakan sebagai acuan.

Partisi Hardisk, dari kapasitas 40 GB, saya membaginya menjadi beberapa partisi :

 /boot        256 K
 /              1 G
 /usr          10 G
 /var           5 G
 /cache1       10 G
 /cache2       10 G

2. Install Proxy Software

Karena dalam installasi LUSCA dibutuhkan Perl, maka langkah pertama adalah melakukan installasi Perl pada mesin FreeBSD anda.

a. Installasi Perl

#cd /usr/ports/lang/perl5.14
#make ; make install ; make clean

b. Installasi LUSCA

Setelah Perl sudah terpasang dengan sempurna di FreeBSD anda, silahkan dilanjutkan dengan download paket LUSCA dari googlecode (dalam hal ini saya taruh di dalam directory /usr/src)

# cd /usr/src
# fetch http://lusca-cache.googlecode.com/files/LUSCA_HEAD-r14809.tar.gz
#  tar -xzvf LUSCA_HEAD-r14809.tar.gz

Memulai installasi LUSCA

# cd LUSCA_HEAD-r14809
#  ./configure --bindir=/usr/local/sbin --sbindir=/usr/local/sbin 
--datadir=/usr/local/etc/squid --libexecdir=/usr/local/libexec/squid 
--localstatedir=/usr/local/squid --sysconfdir=/usr/local/etc/squid 
--enable-removal-policies=heap --disable-linux-netfilter --enable-arp-acl 
--disable-linux-tproxy --disable-epoll --disable-auth --disable-unlinkd 
--disable-htcp --with-maxfd=131072 --disable-wccpv2 --with-pthreads 
--enable-storeio=aufs,coss,null --disable-delay-pools --enable-snmp 
--disable-wccp --disable-ident-lookups --enable-pf-transparent --with-large-files 
--enable-large-cache-files --enable-err-languages=English 
--enable-default-err-language=English --prefix=/usr/local 
--mandir=/usr/local/man --infodir=/usr/local/info/
# make clean && make && make install && rehash

Langkah selanjutnya adalah membut file LOG yang akan digunakan oleh Lusca
Harap diingat bahwa dalam kasus saya, user dan group “proxy” sudah ada secara default. User “proxy” inilah yang akan menjalankan daemon Lusca. Jadi apabila di system anda tidak ada user dan group “proxy” ini, silahkan anda membuat terlebih dahulu atau biasanya secara default system membuat user “squid” untuk hal ini.

#mkdir /var/log/squid
#cd /var/log/squid
#touch cache.log
#touch cache.log
#chown -R proxy:proxy /var/log/squid/*
#chown -R proxy:proxy /cache*

Customize SQUID.CONF

#vi /usr/local/etc/squid/squid.conf

Silahkan copy paste dari squid.conf. Selebihnya, silahkan disesuaikan dengan konfigurasi system anda.

Kemudian, dilanjutkan file storeurl.pl

#vi /usr/local/etc/squid/storeurl.pl

Dapat anda temukan di storeurl.pl

Menjalankan LUSCA

Untuk pertama kali, silahkan jalankan perintah berikut untuk membuat directory cache

#/usr/local/sbin/squid -z

Pastikan bahwa perintah di atas dapat terlaksana tanpa error. Dan dilanjutkan dengan perintah berikut untuk mejalankan Lusca.

#/usr/local/sbin/squid -sYD

Menjalankan Lusca otomatis saat startup FreeBSD :

#vi /usr/local/etc/rc.d/squid.sh

squid.sh

#!/bin/sh
str=`clear`
cek=`ps -ax`
runlusca=`/usr/local/sbin/squid -sYD`

if ps -ax | grep "sbin/squid -sYD"
then
echo "Lusca Start"
$str
else
echo "Running Lusca"
$runlusca
$str
fi



Screenshot tanpa rooting pada Android 2.3.3 Gingerbread

androidSeperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa kebanyakan aplikasi screenshot di Android mengharuskan kita untuk melakukan rooting. Dan kita sadar bahwa dengan melakukan rooting, maka garansi yang diberikan oleh vendor resmi akan hangus. Kalau kebetulan garansi yang ada sudah habis, maka tidak menjadi masalah  melakukan rooting, tetapi apabila masih ada garansi yang berlaku, kita mesti berfikir ulang untuk melakukan tindakan rooting.
Langkah-langkah yang akan saya tuliskan di sini adalah berdasarkan Android SDK, sehingga syarat utama untuk melakukan screenshot ini haruslah terkoneksi dengan PC yang sudah terinstall Android SDK.

Android SDK

  1. Download file Android SDK di http://developer.android.com/sdk/index.html, pilih sesuai platform anda. (untuk Windows, silahkan pilih yang BUKAN file .exe, karena lebih mudah dalam proses installasi. Silahkan pilih android-sdk_r11-windows.zip )
  2. Install Android SDK, sesuai petunjuk yang diberikan.

Driver USB Android

  1. Silahkan download driver USB Android sesuai dengan vendor Android Phone anda. (Untuk HTC, anda bisa dapatkan di website HTC http://www.htc.com/sea/support.aspx , silahkan download aplikasi Application – HTC Sync for all HTC Android Phones & HTC Smart, yang di dalamnya sudah termasuk driver USB untuk HTC. Sedangkan untuk vendor yang lain, silahkan lihat di website resmi atau tanya Om google 🙂  ).
  2. Install driver USB Android.

Proses-proses installasi di atas sengaja tidak saya jelaskan, karena sudah banyak tutorial yang menjelaskan tentang langkah-langkah tsb.

Langkah-langkah untuk melakukan screenshot

1.Hubungkan Android phone dengan PC dengan menggunakan kabel data yang sesuai via USB.
2. Pada Android phone anda, aktifkan mode USB Debugging ( Setting -> Applications -> Development ) dengan cara “mencentang” pada option USB Debugging

usb-debuging

Setelah anda mengaktifkan mode USB Debugging, apabila installasi driver USB pada langkah 2 di atas sudah benar, maka pada Windows akan muncul notifikasi bahwa ada device baru yang terpasang.

3. Pada komputer anda, silahkan buka directory tempat file-file Android SDK, dan double klik file “ddms.bat” (biasanya di bawah directory android-sdk-windows\tools )

pic-3

Akan muncul tampilan seperti ini :

(perhatikan di bagian kiri, seharusnya akan muncul Android Phone anda di situ. Kalau tidak muncul, kemungkinan yang terjadi adalah, driver USB belum sempurna terpasang, atau anda lupa untuk meng-enable-kan USB Debugging)

pic-1

Kemudian, dari menu Device -> pilih Screen Capture seperti tampak pada gambar di bawah :

pic-2

4.  Dan….brada….anda berhasil meng-capture screen dari Android Phone kesayangan.

device_home

Dari cara tersebut di atas, sebetulnya sebuah cara yang mudah dalam melakukan capture Android Phone tanpa melakukan rooting. Tetapi tentu saja ada kelemahannya, yaitu anda harus terhubung dengan komputer yang telah terinstall Android SDK setiap kali anda ingin melakukan capture screen.

Semoga bermanfaat.





Review HT : Weierwei-3288D (UHF)

vev3288d-500x500Sebetulnya kalau mau jujur, selama ini saya “anti” terhadap produk China. Karena pernah beberapa kali membeli gadget produk China dan hasilnya cukup mengecewakan bahkan ada yang pernah 3 bulan langsung matot 🙂

Namun pada kesempatan saat ini, didukung argumentasi bahwa penggunaan yang hanya untuk “monitor” (receiver) dan tidak mensyaratkan load yang tinggi maka saya putuskan untuk mencoba dengan sebuah produk China, Weierwei 3288d. Sebuah HT yang bekerja pada frekwensi UHF yang akan saya gunakan untuk memonitor informasi ketinggian air di DAS Ciliwung yang dilaporkan oleh Dinas PU.

Type: Amateur UHF transceiver
Frequency range: 400~ 470MHz( UHF)
RF Power output: High=4 W, Low=2 W
Power Supply: 7.2V 1200 mah LI-ion
Dimensions (W*H*D): 100 * 55.5 * 31mm
Weight: 225 gr (with antenna and battery)
Memory: 128 channel

Seperti lazim-nya produk China yang lain,  susah sekali mendapatkan literatur lengkap mengenai spesifikasi, manual dan sebagainya dari website pabrik. Samapai saat inipun saya tidak mempunyai manual book dari HT ini, karena saya membeli-nya dalam kondisi second hand.

RF Power
Dengan power pada high=4 watt dan low=2 watt, HT ini sudah seperti HT UHF pada umumnya yang mempunyai rata-rata RF Power sebesar itu. Untuk kepentingan komunikasi di lapangan, power tersebut sudah mencukupi untuk bermain di frekwensi UHF.

Range Frekwensi
400~ 470MHz adalah range yang wajar dalam sebuah HT UHF, sehingga tidak ada nilai lebih dari range frekwensi yang dimiliki oleh Wierwei-3288D ini.

Sensitivity
Sepanjang yang pernah saya coba, utk sensitivitas dari HT ini adalah cukup memuaskan walaupun saya tidak mempunyai pembanding HT UHF type lain sebagai komparasi, sehingga bisa jadi penilaian saya ini tidak begitu akurat.

Memory
Dengan kemampuan menyimpan 128 channel memory, saya rasa ini sudah lebih dari cukup. Namun sayangnya, Weirwei-3288D ini TIDAK dilengkapi alpha-tag, sehingga kita tidak bisa menyimpan nama sebagai pengganti angka-angka frekwensi di memory.

Dimensi
Dengan dimensi 100 * 55.5 * 31mm, membuat HT Weiewei-3288D ini menjadi imut, mengingatkan saya pada Yaesu VX-2R, mudah untuk dimasukkan kedalam saku.

Baterray
Seperti halnya HT model “imut” yang lain, dimana baterray menggunakan baterray model HP, di satu sisi mempunyai keunggulan pada style-nya yang ringkas. Namun di sisi lain, mempunyai kelemahan di spare part. Mau tidak mau, kalau terjadi sesuatu (baca : soak), maka kita harus membeli bateray yg dikeluarin oleh pabrikan radio tsb, karena bisa jadi model “kompatible” dari merk lain, agak sulit kita dapatkan. Apalagi ini merk China yang tidak terkenal, lain apabila merk yang “lazim” seperti halnya Icom,Yaesu, Alinco, dll, maka  kita akan dengan mudah mendapatkan spare partnya di pasaran. Demikian juga, jangan dibandingkan dengan HT yang menggunakan baterray AA, dimana apabila batteray bawaan telah soak, maka kita bisa menggantinya sendiri dengan batteray AA yang banyak di pasaran.

Harga
Dan inilah yang menjadi “keunggulan utama” dari HT Weirwei-3288D (beserta produk China yang lain), adalah harga yang sangat miring. Pada bulan Oktober 2010 di Glodok-Jakarta, HT ini dalam kondisi baru dipatok dengan harga 650 ribu, sedangkan saya pada saat itu mendapatkan kondisi second dengan harga 500 ribu, dengan kondisi 99% bagus.

Kesimpulan
Apabila anda hendak menggunakan HT untuk komunikasi di lapangan dengan load dan mobilitas yang tinggi, ada baiknya berfikir kembali untuk menggunakan produk China, karena walau bagaimanapun, harga tidak akan menipu. (pengalaman pribadi saya, pernah beberapa kali “dikecewakan” oleh produk China, walaupun untuk radio komunikasi ini,belum pernah).
Namun, apabila kebutuhan komunikasi menggunakan HT hanya bersifat “ringan”, misalkan utk keperluan touring, untuk menghandle event organizer yang hanya sesekali saja, saya kira HT Weierwei-3288D ini sudah mencukupi dan bisa diandalkan.

Pada kasus saya, HT Weirwei-3288D ini hanya saya pergunakan untuk memonitor komunikasi di antara petugas PU Jakarta yang melaporkan ketinggian air di DAS Ciliwung dan saya tidak pernah (dan tidak berhak) melakukan “transmit”, sehingga saya berani memakai barang buatan China.

*) semua ulasan, asumsi dan kesimpulan adalah merupakan pengalaman saya menggunakan HT Weirwei-3288D dan dalam kondisi second hand. Bisa jadi, saya salah atau kurang dalam mengexplorasi dari keseluruhan fungsi, sehingga tulisan ini jangan dijadikan acuan utama.




Benarkah Facebook Haram ?

Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) bertempat di Pondok Pesantren Putri Mubtadiat, Lirboyo Kediri pada 21 Mei 2009 telah memutuskan untuk mengharamkan penggunaan situs jejaring sosial secara berlebihan, seperti mencari jodoh atau pacaran.   Dasar dari pengambilan hukum haram ini adalah Kitab Bariqah Mahmudiyah halaman 7, Kitab Ihya’ Ulumudin halaman 99, Kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubra halaman 203, serta sejumlah kitab dan tausyiyah dari ulama besar.

Larangan tersebut ditekankan adanya hubungan pertemanan spesial yang berlebihan.  Apabila hubungan pertemanan spesial tersebut dilakukan mengenal karakter seseorang dalam kerangka ingin menikahi dengan keyakinan keinginannya akan mendapatkan restu dari orang tua, hal tersebut tetap diperbolehkan. Adapun penggunan facebook hanya untuk mencari jodoh dan mengenal karakternya dan tidak dalam proses khitbah (pinangan atau lamaran), maka hal tersebut adalah terlarang.

Membaca dasar yang dikemukakan forum ini, menurut hemat saya bukan saja facebook yang bisa diharamkan, melainkan chatting (bisa YM, GTalk, mIRC, dsb) bahkan HP juga bisa bernasib sama, karena bisa saja kedua sarana tersebut (chatting dan HP) digunakan untuk hubungan spesial yang berlebihan. Bahkan, radio amatir juga akan bernasib sama denga facebook karena alasan ini. Sudah banyak kasus, gara-gara chatting orang bisa selingkuh bahkan gara-gara mojok di frekwensi kolong di dunia radio amatir, mengakibatkan perceraian. Dan banyak kasus juga, gara-gara SMS nyasar, mengakibatkan percekcokan suami istri yang kadang berujung pada pertumpahan darah.

Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa hanya situs jejaring sosial saja yang “bernasib sial” mendapatkan anugerah “haram” ? Karena, dengan alasan yang sama, chatting, radio komunikasi, SMS bisa menyebabkan akibat yang sama dengan pemakaian situs jejaring sosial, yaitu memjadikan hubungan spesial yang berlebihan. Mungkin, karena nge-facebook adalah “barang baru” yang mendadak menjadi bahasa gaul anak sekarang yang ngetrend dan semua lapisan masyarakat bisa menjangkaunya, sehingga timbulah pembahasan khusus tersebut. Di sisi lain, chatting yg umurnya jauh lebih tua dari facebook, kalah populer sehingga dampaknya-pun “kurang terdekteksi” oleh orang pesantren. Atau mungkin jangan-jangan orang pesantren hanya tahu facebook doang ? :-). Padahal kalau mereka tahu, apa isi rapidshare, apa itu phissing, carding dan “kejahatan-kejahatan internet” lainnya, mungkin saja mereka langsung bikin fatwa haram kepada internet sekaligus.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para ulama di Kediri yang telah membuat fatwa tersebut, namun mungkin akan lebih baik apabila pengambilan fatwa tersebut mesti melibatkan orang yang mengerti betul apa itu situs jejaring sosial sekaligus dunia internet secara keseluruhan beserta teknologinya.  Aneh juga ya, rokok yang jelas mudharatnya (berdasarkan pendapat pakar kesehatan dan fakta yang ada) dan diharamkan oleh MUI, namun masih di halalkan oleh ulama-ulama Jawa Timur, kok Facebook yang bisa jelek dan bisa baik malah diharamkan :-).

Ada baiknya, kita simak pendapat-pendapat lain seperti yang disampaikan oleh KH. Amidhan, ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) :

“Kami menghargai pendapat ulama itu, tapi menurut saya yang diharamkan itu kontennya yang bermuatan gosip, dan mengumbar keburukan privasi orang lain bahkan lebih parah lagi adanya gambar porno”

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Prof H Asywadie Syukur Lc berpendapat, keberadaan Facebook (salah satu sarana komunikasi lewat dunia maya) bisa haram dan tidak :

“Kita tidak bisa memfatwakan Facebook itu haram atau sebaliknya, kecuali melihat kontekstualnya. Sebagai contoh, pemanfaatan Facebook dalam rangka berkomunikasi guna menggali atau tukar ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat, hal itu tidak bisa dibilang haram.
Namun, bila pemanfaatan Facebook untuk berkomunikasi dalam hal-hal yang terlarang, baik secara hukum positif di Indonesia, maupun menurut norma-norma Islam, maka penggunaan sarana tersebut bisa dikategorikan haram.
Hal tersebut sama saja dengan kita memakai sepeda motor. Kalau tujuan baik dan benar, maka tak ada larangan menggunakannya, tapi sebaliknya, bila untuk tujuan negatif atau dimanfaatkan dalam melakukan perbuatan jahat, maka hukum Islam pun tak membolehkan
Jadi kalau saya pribadi melihat kedudukan Facebook itu haram atau tidak, maka akan kita lihat dari segi manfaat dan mudarat. Kalau manfaatnya lebih besar untuk kebajikan atau kemaslahatan umat, maka pemanfaatan Facebook bagi kaum Muslim boleh-boleh saja. Tapi sebaliknya jika negatif, maka itu haram”.




Privasi

Kita semua selama ini sudah terbiasa di dalam rumah mempunyai beberapa kamar untuk masing-masing anggota keluarga, ada kamar untuk anak, kamar untuk pembantu rumah tangga bahkan kadang kita menyediakan 1 kamar khusus (atau lebih) yang diperuntukkan apabila ada famili atau teman yang kebetulan menginap di rumah kita. Dan kebiasaan tersebut sudah dilakukan dari orang-orang tua kita dulu sampai kita sekarang.

Pernahkah kita membayangkan menempati rumah yang berukuran 3 x 6 meter (atau kurang dari 20 m²) ? Bahkan bisa jadi ukuran itu adalah lebih kecil dari ukuran kamar anda sekalipun :-). Rumah seluas itu dihuni sebuah keluarga terdiri dari ibu dan bapak serta ke 5 anak-anaknya.

Sebut saja pak Mamat, dia dan istrinya beserta 5 anak-anaknya yang kebetulan belum ada yang berkeluarga (yang terbesar berumur 23 tahun dan yang terkecil masih di bangku SD), hidup di dalam sebuah rumah petak warisan orang tua pak Mamat dengan ukuran tidak lebih dari 20 m². Rumah petak tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yang depan berfungsi sebagai ruang keluarga sekaligus ruang tamu sedangkan bagian belakang terdapat sebuah kamar tidur bertingkat dan peralatan memasak. Sehingga ruang itu bisa dibilang kamar tidur sekaligus dapur. Ke dua ruangan yang tidak ada pembatas/penyekatnya tersebut kalau malam hari berfungsi sebagai kamar tidur bersama.

Tidakkah anda bertanya, bagaimana menjaga privasi masing-masing anggota keluarga? Bukankah kita sudah terbiasa, untuk masing-masing anggota keluarga kita mempunyai lemari sendiri-sendiri untuk menaruh barang-barang pribadi dan bersifat privasi? Namun tidak dengan keluarga ini, jangankan masing-masing anggota memiliki lemari sendiri, mungkin piring buat makanpun mesti gantian di antara mereka.

Tak jauh dari keluarga pak Mamat, hiduplah keluarga bu Neneng beserta ke 2 saudara kandungnya yang seluruhnya sudah berkeluarga. Bu Neneng dengan suaminya memiliki seorang anak perempuan yang sudah menginjak remaja. Adik bu Neneng, sebut saja pak Amir beserta istrinya mempunyai 2 anak yang masih balita. Terakhir adik bungsu bu Neneng, sebut saja Imron, baru saja menjadi temanten baru beberapa bulan silam. Dan….kesemuanya menempati sebuah rumah berukuran 3 x 10 meter. Rumah tersebut hanya dilengkapi dengan sebuah kamar tertutup 1 buah. Sisa ruangan yang ada berupa ruangan terbuka yang disana terdapat 2 buah tempat tidur dari kayu.

Keluarga bu Neneng ini tidak jauh berbeda dengan keluarga pak Mamat, ruangan terbuka yang ada kalau malam berfungsi sebagai kamar tidur bersama. Lalu, apakah anda tidak bertanya, bagaimana (maaf), masing-masing keluarga tersebut menjalankan hubungan suami istri  (sekali lagi maaf), kalau hanya ada 1 buah kamar yang tertutup ? Bagaimana komunikasi yang mereka bangun antar keluarga untuk dapat gantian dalam menggunakan kamar tersebut?

Lalu bagaimana pula dengan anak gadis bu Neneng yang menginjak remaja, dimana masa-masa tersebut adalah masa-masa seorang wanita membutuhkan privasi?

Kalaupun anda tidak pernah mengalaminya, maka bersyukurlah anda atas rezeki yang telah Allah berikan kepada anda semua. Saya yakin (mungkin), bahwa anda semua tidak pernah berfikiran semacam itu dan mengatakan bahwa cerita ini hanyalah sebuah cerita kosong. Tapi, ini adalah suatu kenyataan. Tempatnyapun tidak jauh dari kita saat ini, tidak jauh dari rumah-rumah mewah yang berjejer. Ya….betul, ini adalah salah satu kenyataan yang ada di masyarakat Jakarta, Ibukota Indonesia. Tidak usah jauh-jauh anda mencarinya lewat goggle map, cukup anda memasuki wilayah-wilayah padat penduduk di daerah Jakarta. Anda akan menemukan lebih banyak lagi keluarga-keluarga yang mirip (bahkan lebih memprihatinkan) dengan keluarga pak Mamat ataupun bu Neneng.

Maka, masih nyamankah kita merasakan secangkir kopi di Starbucks Coffee yang harga 1 sruputan kopi setara dengan beras 1 liter ?




Penggunaan “secara” yang gak benar

Pernahkah kita mendengar orang bicara atau saat kita ngobrol, kalimat-kalimat seperti ini:

Secara gw lagi makan..
Secara baju gw merah..
Secara sptnya konsumsi akan dari tempatku…
Secara di sana juga ada tempat pakir luas …..

Pada awal mendengarnya, saya kira paling orang salah tulis atau saya yang salah denger, tapi tak tahunya kok sering banget saya membaca atau mendengar hal tersebut.
Kemudian, coba-coba cari sana-sini tentang informasi “secara” tersebut, ketemulah ini :

Kata “secara” dalam tata bahasa Indonesia yang baku ada 4 definisi, seperti yang tertulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu:

1. Berarti “sebagai” atau “selaku” misalnya: “Hendaknya kamu bertindak secara laki-laki.”
2. Berarti “menurut” dalam hal ini berhubungan dengan adat dan kebiasaan, misalnya: “Perkawinan Togar akan dilaksanakan secara adat di Medan.”
3. Berarti “dengan cara”, misalnya: “Kasus pembunuhan itu akan diselesaikan secara hukum.”
4. Berarti “dengan”, misalnya: “Tema itu diuraikan secara ringkas oleh Pak Tedy.”

Akhirnya jelas bukan? tiap kali mendengar orang bicara atau membaca email dengan “memperkosa” kata “secara”, panas banget neh kuping. Apakah mereka gak pernah dapet pelajaran bahasa Indonesia di SD, SMP dan SMA-nya ?
Kasihan anak-anak kita yang saat ini baru belajar bahasa, lalu mendapatkan kenyataan berupa penggunaan kata yang tidak tepat yang mengakibatkan bahasa Indonesia akan punah di kemudian hari.
Akhirnya, marilah hentikan penggunaan kata “secara” yang tidak pada tempatnya. Mari kita lestarikan bahasa Indonesia dengan cara menggunakannya dengan baik dan benar.




Fanatik

Ketika saya masih SD dulu, ada sebuah pedukuhan (padukuhan adalah wilayah kecil di bawah desa yang dipimpin oleh seorang kamituwo) di desa kami yang mempunyai pengaruh islam yang kuat. Kebiasaan warga desa apabila ada hajatan yang besar seperti perkawinan ataupun khitanan,  bagi yang mempunyai ekonomi yang baik, mereka nanggap pagelaran wayang kulit. Namun tidak demikian dengan penduduk di padukuhan tersebut. Mereka tidak pernah mau menanggap wayang kulit bahkan memutar kaset rekaman wayang-pun mereka tidak mau. Apabila ada hajatan besar, yang mereka biasa lakukan adalah hanya sebatas memutar kaset yang berisi lagu-lagu kasidah-an. Sehingga warga di luar dukuh tersebut memberikan sebutan fanatik kepada mereka.

Suatu ketika, ada seorang teman menolak di ajak bepergian oleh teman-temannya lantaran hari itu adalah hari Jum’at dimana kalau bepergian maka sholat Jum’atnya akan absen. Maka, teman-temannya tersebut menyebutnya dengan sebutan fanatik.

Fanatik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti

teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb)

Namun, di jaman orde baru kata fanatik tersebut adalah suatu kata yang mematikan, sesuatu yang tabu,  mungkin akan sama bobotnya dengan sebutan “kamu PKI” atau kalau di Amerika sono sama dengan “Anti semit”. Karena apabila seseorang di cap fanatik, maka udah pasti ruang gerak dia akan terbatas di masyarakat. Dia akan dicibir dan bahkan dikucilkan.

Beberapa tahun kemudian, kata fanatik berkurang kadar ke-tabu-annya, terbukti makin banyak orang tidak peduli disebut fanatik. Terlihat pada fenomena jilbab, dimana dahulu saat saya masih SMP, orang memakai jilbab sudah pasti akan di cap sebagai fanatik, tapi beberapa tahun kemudian, orang bahkan bangga memakainya sehingga tidak ada lagi cap fanatik pada pemakai jilbab. Maka kata fanatik berubah menjadi fanatik sempit, untuk menggambarkan orang-orang yang berperilaku lain dari biasanya dalam menjalankan ajaran agamanya.

Pendek kata, fanatik adalah sesuatu yang harus dimusuhi dan dijauhi. Bukankah orang Yahudi yang sekarang meng-invasi Palestina adalah karena meyakini bahwa tanah Palestina merupakan promise land ( tanah yang dijanjikan), seperti yang tertulis di kitab Talmud mereka ? Dan ini harusnya disebut fanatik.

Maka, sudah sepatutnya orang-orang yang hobby-nya berujar “kamu fanatik” , melakukan hal yang sama kepada orang-orang Yahudi Israel.




Ketua RW ber-pistol

Beberapa saat yang lalu muncul wacana untuk mempersenjatai ketua RW di wilayah rawan dengan pistol, walaupun beberapa hari kemudian pihak kepolisian menepis wacana tersebut. Entah akan menjadi kenyataan atau tidak wacana tersebut, ada beberapa hal yang perlu kita cermati.

Pertama, RW adalah kepanjangan dari Rukun Warga dalam artian yang sebenarnya adalah beberapa warga yang berdomisili di satu wilayah dan karena kebersamaan tersebut dibentuklah suatu wadah yang di sebut Rukun Warga dengan seseorang yang ditunjuk sebagai ketua. Meningat tujuan dibentuknya lembaga ini (RW) adalah untuk kebersamaan, maka yang dinomor satukan dalam lembaga ini adalah kebersamaan itu sendiri. Sebisa mungkin, semua persoalan yang ada dalam linkungan RW dapat diselesaikan secara “kekeluargaan” dan sebisa mungkin tidak melibatkan pihak luar. Sehingga untuk membuat ini semua dibutuhkan pendekatan sosial kepada seluruh komponen masyarakat termasuk warga itu sendiri. 

Kalau saja seorang ketua RW akhirnya mempunyai pistol, maka bukan lagi pendekatan sosial yang akan ada, tetapi pendekatan “kekerasan” yang akan diberikan kepada warga yang “bandel”. Walau tidak dipungkiri bahwa persoalan warga di ibukota ini sangat komplek bahkan ada beberapa yang di kategorikan sebagai “wilayah rawan”, namun pendekatan-pendekatan “senjata” mungkin tidak diperlukan oleh seorang ketua RW. Bukankah tugas untuk “menyelesaikan” wilayah rawan secara hukum ada di pihak kepolisian ? sedangkan domain dari pengurus RW (Ketua RW) adalah pendekatan sosial ?

Yang kedua adalah, mekanisme dari pemberian “pistol” tersebut akan menjadi ruwet. Bagaimana mengajari mereka menggunakan senjata api ? apakah nantinya tidak akan menimbulkan masalah? Mengingat aparat kepolisian atau TNI yang melakukan latihan rutin menembak saja, masih ada beberapa kasus salah tembak, bagaimana dengan Ketua RW, ada berapa ketua RW ada di DKI ini dan mereka pada umumnya mempunyai kesibukan bukan hanya di RW yang tentu saja memegang senjata api bukanlah kegiatan utama mereka.

Seperti kita ketahui bahwa kepengurusan RW adalah 3 tahun. Dan ijin kepemilikan senjata api itu melekat pada seseorang, kalau terjadi pergantian kepengurusan (Ketua RW), pihak kepolisian mesti melakukan sertifikasi lagi terhadap pemilik (ketua RW) yang baru. Lha kalau ada kasus mantan ketua RW tidak mau memberikan pistolnya kepada ketua RW yang baru gimana hayo? kalo terjadi tembak menembak gara-gara merebutkan senjata api 🙂

Yang ketiga adalah, ini asumsi nakal saya. Apakah polisi akan melepaskan tanggung jawabnya kepada warga sipil dalam menangani masalah kerawanan dengan mempersenjatai ketua RW ? nanti kalau ada kasus salah tembak, tinggal jebloskan aja pak RW ke dalam sel he…he…he…




Review HT : Icom IC-V8

Sebuah HT keluaran Icom tahun 2001 – 2002 akan coba saya ulas pada kesempatan ini yang kebetulan saya telah memakainya hampir 2 tahun belakangan ini.
Kita mulai dengan spesifikasi yang ditulis oleh ICOM untuk IC-V8 ini:

Type: Amateur VHF transceiver
Frequency range: TX: 144-148 MHz    RX: 136-174 MHz
Mode: FM
RF Power output: Hi: 5.5 W   Lo: 0.5 W
Sensitivity: N/A
Selectivity: N/A
Image rejection: N/A
Voltage: 7.2 VDC
Current drain:  RX: 20-250 m  TX: 0.7-2 A
Impedance: 50 ohms, BNC
Dimensions (W*H*D): 54*132*35 mm
Weight: 350 gr (with antenna and battery)
Memory: 100 + 7 memories. CTCSS & DCS. Alpha tags.
Manufactured: 2001-200x

Kalau melihat IC-V8 ini, saya teringat sebuah HT legendaris keluaran ICOM di tahun 198x  yaitu IC-2N atau HT pipilan jagung yang mempunyai power hanya 1.5 watt, tapi kala itu barang tersebut merupakan barang yang mewah di lingkungan saya. Maklum, jangankan beli RIG yang harganya mahal, sebuah HT pipilan jagung seperti IC-2N saja, bagi saya yang saat itu berstatus pelajar gak mungkin kuat untuk membeli.Alih-alih beli HT, yang ada saat itu hanyalah bikin pemancar FM dengan power 5 watt dengan memanfaatkan frekwensi radio FM yang masih sepi di kampung saya. Sehingga kami bisa ngebreak dengan temen-temen lain kecamatan, ha….ha….saat itu adalah saat-saat paling indah 🙂
Ok, kembali ke IC-V8 ……

RF Power
IC-V8 di HT sekelasnya mempunyai sedikit keunggulan di powernya. Kalau HT sekelasnya (maksud sekelas di sini adalah, kesamaan tahun produksi dan harga pasaran) hanya bermain di power 5 Watt, tetapi IC-V8 mempunyai power 5.5 watt.
Kelebihan 0.5 Watt walau kecil tetapi cukup terasa, paling tidak disaat saya mengikuti lomba HT dubbing beberapa saat lalu.  Dengan memakai antenna standard, IC-V8 milik saya mampu dengan sukses menghabisi lawan-lawan yg lain (yang saya ingat saat itu, ada 2 buah HT masing-masing Alinco DJ-196 dan sebuah HT merk China, yang semuanya menggunakan power 5 watt). Baru setelah bertanding dengan HT Alinco keluaran baru yang ber-power 7 watt, IC-V8 saya keok gak ada suaranya 🙂
Tetapi, saya kira power 5 watt untuk sebuah HT adalah sudah mencukupi untuk bisa berkomunikasi peer to peer di lapangan, karena memang HT dipergunakan untuk keperluan lapangan. Apabila ingin mempunyai daya pancar yang lebih jauh, ya…silahkan pake RIG pada based station dengan antenna luar.

Range Frekwensi
Range frekwensi yang dimiliki adalah standard frekwensi untuk ngebreak, dimana tidak perlu jurus khusus agar radio tersebut bisa main di bawah 144.000 (amateur band), karena saya masih bisa bermain di bawah 142.000 MHz.

Sensitivity & Selectivity
Selama saya memakai IC-V8 untuk keperluan di lapangan, saya tidak pernah mengalami masalah serius tentang sensitivitas dan selectivitas dari HT tsb.Memang sih, saya gak begitu banyak memakai HT ini sebagai based station bahkan bisa dibilang tidak pernah memakai untuk ngebreak di rumah. Walaupun mungkin, kalau HT ini dijadikan sebagai based station dengan menggunakan antenna luar akan berbeda performance dalam hal sensitivitas dan selectivitas dibandingkan sebuah RIG. Hal ini wajar karena memang peruntukan HT adalah di lapangan bukan untuk based station.
Pada saat mudik lebaran 2008 kemaren, saya melakukan perjalanan secara berombongan dengan menggunakan 2 buah mobil. HT IC-V8 ini saya taruh di mobil pertama dengan antenna standard, sedangkan saya di mobil kedua menggunakan RIG IC-2200H dengan antena Larsen. Selama perjalanan kami sempat terpisah beberapa ratus meter (bahkan mungkin bisa lebih dari 2 km), tetapi kami tetap bisa saling berkomunikasi (tentu saja, walaupun hampir 2 km tetapi posisi line of sight terpenuhi).

Memory
Satu lagi kelebihan dari IC-V8 ini adalah, kemampuan menyimpan frekwensi sampai dengan 100 memory dan dapat menggunakan alpha tag (nama bukan angka). Walaupun HT keluaran sekarang, rata-rata semua mempunyai fungsi tersebut.

Dimensi
Nah…..ini mungkin yang menjadi salah satu kekurangan dari IC-V8, yaitu bentuk fisik yang lumayan gede dan berat di ukurannya. Apalagi kalau kita pernah lihat HT keluaran Yaesu (VX-1,VX-2,VX-6) rasanya njomplang banget bedanya. Dengan dimensi 54*132*35 mm serta berat 350 gr (antenna dan battery terpasang), kayaknya cukup gede dan berat juga IC-V8.

Baterray
Untuk bateray, kebetulan batteray original bawaan ICOM udah soak sehingga saya membeli bateray pack yang saya isi dengan 6 buah batteray AA rechargable. Pada saat digunakan terus menerus dengan RF power posisi HIGH, IC-V8 ini masih bisa bertahan 1 hari saja. Tetapi kalau penggunaannya tidak terus menerus, seperti pada kasus mudik saya kemaren, bisa bertahan sampai dengan 4 hari.

Harga
Saya kurang tahu harga pasaran untuk second di akhir 2008 ini, yang saya tahu hampir 2 tahun lalu saya membeli dengan kondisi 90% seharga 500 ribu. (silahkan lihat sendiri di www.bekas.com untuk pasaran sekarang).

Kesimpulan
Secara keseluruhan, saya menilai HT ICOM IC-V8 ini cukup memuaskan dan tidak pernah menimbulkan masalah berarti. Sangat cocok untuk dipakai di lapangan.
Hanya satu masalah yang ada yaitu pada ukuran yang besar dan berat. Apabila anda mempunyai budget yang pas-pasan, silahkan beli IC-V8 ini tetapi apabila budget anda berlebih, mungkin anda bisa mempertimbangkan HT merk YAESU yang terkenal imut-imut.

*catatan, semua review yang saya tulis berdasarkan pengalaman untuk HT yang saya miliki, tidak menggambarkan kondisi HT IC-V8 keluaran pabrik yang masih original (bisa jadi kondisi HT saya sudah mengalami penurunan performance).




Mau Belajar Menghafal Quran?? Yuksss,,ni sedikit tips nya,,

Ada sedikit tips dari ustadz saya di Al Hikmah tentang cara Menghafal Qur’an, eits…tunggu dulu, jangan dikira ustadz-nya orang yg udah tua lho. He…he…dia orangnya gaul dan masih muda,  dan masih mo nikah besok tanggal 18 Oktober 2008 ini.

Selamat ya mas Ustadz (ha..ha…saya panggil “mas” ajah, biar kliatan lebih gaul dan akrab).  Untuk membuktikan beliau orang gaul dan gak gaptek, ada blog-nya di sini

Berikut ini tips-tips dalam menghafal Aql Qur’an

Kiat2 menghafal Quran

  1. Sebelum mulai menghafal Quran, yang perlu dipersiapkan adalah tekad yang kuat, soalny nnti pasti akan ada berbagai halang dan rintang, saat kita menjalaninya, klo kita sudah punya tekad kuat, insyaAllah halang dan rintang tersebut akan bisa dilewati, amien
  2. Langkah yg perlu dipersiapkan lagi adalah bacaan tilawah kita harus benar dan lancar dulu, soalnya klo kita belum lancar dan benar dalam tilawah, nnti akan bisa jadi kendala dalam proses menghafal. (indikator bacaan kita dah benar dan lancar adalah dengan kita menyetorkan bacaan kita (talaqqi) ke ahli quran )
  3. Klo niat dan tekad dah kuat, bacaan dah benar dan lancar, silakan memulai untuk menghafal. Awal hafalan bisa dimulai dari juz 1 sampe juz 30 atau jus 30-29-28 trus dr juz 1 lagi atau yang lain, yang penting istiqomah
  4. Hafalan kita harus kita setorkan ke ahli quran. Ini dikarenakan kalau kita menghafal sendiri, perasaan kita bacaan kita dah benar dan lacar, tapi setelah dicoba ke ahli quran ternyata bisa jadi hafalan kita hilang atau kurang lancar. hehe, pernah merasakan ini kan???hehehe
  5. Tiap orang mungkin mempunyai metode menghafal yang berbeda2, namun disini akan coba sodikin berikan sedikit pengalaman. Metode menghafalnya adalah kita saat setoran ke ust misalkan 1halaman atau 2 halaman, maka setelah kita setoran, kita tidak boleh nambah hafalan dulu klo hafalan yang kita setorkan belum benar2 lancar. Inilah kendala temen2 yang lagi menghafal yaitu biasanya ingin banget segera dapat hafalan yang banyak sehingga tidak memperhatikan hafalan yang sebelumnya. Ini yang perlu dihindari, klo memang dah lancar sih gpp, klo belum itu lo yang jadi masalah. Trus disarankan misalkan hafalan yang kita setorkan dah dapat 1/4 juz, jangan nambah dulu, lancarkan hafalan 1/4 juznya. KLo dah lancar, baru boleh nambah ke 1/4 juz berikutnya. Dan seterusnya, misalkan dah dapat 1/2 juz, lancarkan 1/4 juz terakhir, kemudian digabung dengan 1/4 juz yang awal. Trus misalkan dah dapat 1 juz, harus diulangi lagi sehingga 1 juz itu lancar, jangan nambah dulu, dst. OK
  6. Dalam proses menghafal, kita pasti akan menemui rasa kejenuhan, rasa malas dll. KLo misalkan gini, kita harus ingat dan camkan niat dan tekad yang tadi disebutkan di awal. Setelah itu, kita coba mengalihkan konsentrasi kerja otak kita (misalkan menghafal tu pake otak kiri), kita alihkan ke kerja otak kanan (misalkan kita baca2 ilmu Quran, denger tilawah, dll), intinya supaya kerja dari otak kiri ga terlalu kelelahan, maka harus diistirahatkan dulu, hehehe (bener ga ya), klo sudah merasa siap, baru mulai hafalan lagi.InsyaAllah
  7. KEEP ISTIQOMAH
  8. KLo ada tambahan dr temen2 silakan, OK, Moga manfaat ye, AMIEN

TETEP SEMANGAT , ALLAHU AKBAR

sumber : http://s0dik.multiply.com/reviews/item/18