Mawarbiru :: Agung Ud http://www.mawarbiru.net Agung Ud Personal Site Fri, 05 Dec 2008 07:30:18 +0000 http://wordpress.org/?v=2.6.5 en Pengorbanan untuk sebuah pengabdian http://www.mawarbiru.net/2008/11/20/pengorbanan-untuk-sebuah-pengabdian/ http://www.mawarbiru.net/2008/11/20/pengorbanan-untuk-sebuah-pengabdian/#comments Thu, 20 Nov 2008 09:15:16 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/11/20/pengorbanan-untuk-sebuah-pengabdian/ Di suatu malam di awal Mei 2008 sehabis sholat Isya’, beberapa anak muda tetangga nyamperin saya di masjid .
“Mas…udah pada ditungguin tuh, cepetan” kata mereka.
“Emang ada apaan sih?” tanyaku.
“Loh..khan ada pemilihan Ketua RT malam ini”, jelas mereka lebih lanjut.
Aku teringat undangan dari pak RT kemaren sore bahwa malam ini adalah pemilihan ketua RT di lingkunganku. Dengan keheranan aku tanya kepada mereka,”Kok pemilihan RT aja mesti nungguin aku, emang ada apa?”
“Udah deh…cepetan” jawab mereka.
Tanpa sempat pulang ke rumah untuk ganti pakaian, aku berjalan bersama-sama mereka ke tempat pemilihan Ketua RT malam itu.
Di tempat pemilihan tersebut sudah berkumpul para kepala keluarga di lingkungan RT tempatku dan ternyata saya yang datang paling akhir. Acara pemilihan tersebut dilakukan dengan menuliskan nama-nama orang yang dipilih menjadi ketua RT pada secarik kertas dan dimasukkan ke dalam kotak suara yang ada. Dalam hitungan menit, semua surat suara yang menggambarkan jumlah kepala keluarga sejumlah 25 suara telah terkumpul.
Tibalah saat penghitungan suara yang telah masuk, dan saya terkaget-kaget karena dari 25 suara tersebut, sebanyak 23 suara menuliskan namaku. Singkat cerita, malam itu dengan kesepakatan penuh saya dminta untuk menerima keputusan tersebut.
Rasa tak percaya, bingung dan heran menyelimuti diriku. Bagaimana mungkin saya yang masih muda dibandingkan para warga di sini yang hampir semua merupakan senior di wilayah ini, di daulat untuk menjadi ketua RT. Bagaimana mungkin, saya seorang pendatang yang non Betawi — bahkan bisa dibilang wong ndeso, di beri kepercayaan untuk menjadi ketua bagi warga yang sebagian besar orang-orang penduduk asli Betawi. Dan masih banyak perasaan bingung, tak percaya dan heran yang terus merasuki pikiranku dalam beberapa hari.
Tapi apapun perasaan yang ada, tetap saya harus mengemban amanat ini. Tidak mungkin saya mengecewakan mereka para orang sepuh, para penduduk asli yang hidup di lingkunganku yang telah memberi amanah yang berat ini. Ya…sebuah amanat yang berat walaupun hanya seorang ketua RT. Bagaimana tidak berat, kalau selama ini saya aktif di organisasi kemahasiswaan atau organisasi sosial hanya akan berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai pemikiran yang sama, tingkat pendidikan yang sama dan sosial ekonomi yang relatif sama dan hanya bergelut pada masalah-masalah umum guna menjalankan roda organisasi. Tetapi sekarang, seperti yang aku amati selama ini, semua permasalahan warga mulai dari percekcokan keluarga, perselisihan antar warga, masalah sampah, ketertiban bahkan sampai masalah warga yang berurusan dengan pihak luar pun, seorang ketua RT haruslah terlibat di dalamnya. Belum lagi, latar belakang warga sangatlah beragam baik dari tingkat pendidikan dan sosial ekonomi. Akhirnya, dengan memohon pertolongan Allah dan didukung penuh oleh keluarga, aku laksanakan amanat tersebut walaupun ke depannya saya harus siap untuk mengorbankan sebagian waktu dan tenaga bahkan mungkin financial demi mengemban amanah tersebut.

Tantangan tidak berhenti di sini
Tepat satu bulan semenjak terpilih menjadi ketua RT, saya kebagian tugas untuk menjadi salah satu panitia PILKAWA — pemilihan Ketua RW secara langsung. Dari even itulah, akhirnya saya mengenal beberapa ketua RT yang lain dan juga warga di luar lingkunganku yang walaupun mereka terbiasa dengan kehidupan metropilitan yang acuh tak acuh, namun ternyata kepedulian mereka terhadap tanggung jawab yang diemban kepadanya sangatlah besar.
Pemilihan Ketua RW saat itu sangatlah meriah, mungkin bisa dibilang ini yang pertama di Indonesia bahwa pemilihan seorang Ketua RW dilaksanakan secara langsung oleh para kepala keluarga.

Pada akhir acara yang memakan waktu hampir 1 hari penuh, akhirnya ketua RW lama (H. Nazar Amir, mungkin sebagian dari pembaca yang sering melihat sinetron akan hapal dengan wajah beliau di TV) terpilih kembali menjadi ketua RW periode 2008 - 2011.
Beberapa hari setelah pemilihan tersebut, secara tiba-tiba pada suatu malam saya di telepon oleh pak Haji (begitu biasa kami memanggil H. Nazar Amir), yang menanyakan kesediaan saya untuk duduk dalam kepengurusan RW periode sekarang sebagai sekretaris. — mungkin mirip saat Presiden nelpon para calon menteri untuk diajak duduk dalam kabinetnya, halah….jauh amat :D
Sekali lagi, rasa tidak percaya dan heran menyelimuti dalam pikiranku. Bagaimana mungkin, saya yang baru beberapa hari dikenal beliau dan sekali lagi yang saya sebagai orang baru di wilayah ini di percaya untuk duduk dalam kepengurusan RW sebagai sekretaris.
Singkat cerita, hari-hari setelah itu aku cukup disibukkan urusan-urusan warga, mulai ikut memikirkan bagaimana caranya menaikkan honor tukang sampah yang udah 3 tahun gak naik-naik, kemudian ikut memikirkan bagaimana mengatasi masalah keamanan lingkungan yang akhir-akhir ini sudah mulai ada pecobaan perampokan, narkoba dan sebagainya.
Nyaris tiap malam, saya selalu piket di Pos RW untuk melayani warga dalam urusan administrasi, seperti buat KTP, kartu keluarga dan sebagainya. Pada awalnya, cukup berat juga untuk dilaksanakan, mengingat saya juga harus mengemban tugas sebagai ketua RT di lingkunganku ditambah harus mengurusi administrasi RW, ditambah lagi sewaktu-waktu ada pekerjaan kantor yang menyita waktu istirahatku di rumah.
Belum lagi, Fasya (5 tahun ) –putri pertamaku, begitu waktu habis Isya’ selalu berdiri di depan pintu menghalangiku untuk pergi ke pos RW, “Ayah gak boleh ke Pos RW lagi, harus nemenin Fasya bobo” protesnya meluncur dari mulut mungilnya.

Sebuah amanat akan menjadi penolong apabila dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kejujuran dan sebaliknya akan menjadi bumerang yang tiap saat dapat mencelakakannya apabila dilakukan dengan setengah hati dan kecurangan.

Abu Fasya, Nopember 2008 di saat Jakarta Siaga 3 banjir

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/11/20/pengorbanan-untuk-sebuah-pengabdian/feed/
Review HT : Icom IC-V8 http://www.mawarbiru.net/2008/10/16/review-ht-icom-ic-v8/ http://www.mawarbiru.net/2008/10/16/review-ht-icom-ic-v8/#comments Thu, 16 Oct 2008 08:12:36 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/10/16/review-ht-icom-ic-v8/ IC-V8Sebuah HT keluaran Icom tahun 2001 - 2002 akan coba saya ulas pada kesempatan ini yang kebetulan saya telah memakainya hampir 2 tahun belakangan ini.
Kita mulai dengan spesifikasi yang ditulis oleh ICOM untuk IC-V8 ini:

Type: Amateur VHF transceiver
Frequency range: TX: 144-148 MHz    RX: 136-174 MHz
Mode: FM
RF Power output: Hi: 5.5 W   Lo: 0.5 W
Sensitivity: N/A
Selectivity: N/A
Image rejection: N/A
Voltage: 7.2 VDC
Current drain:  RX: 20-250 m  TX: 0.7-2 A
Impedance: 50 ohms, BNC
Dimensions (W*H*D): 54*132*35 mm
Weight: 350 gr (with antenna and battery)
Memory: 100 + 7 memories. CTCSS & DCS. Alpha tags.
Manufactured: 2001-200x

Kalau melihat IC-V8 ini, saya teringat sebuah HT legendaris keluaran ICOM di tahun 198x  yaitu IC-2N atau HT pipilan jagung  yang mempunyai power hanya 1.5 watt, tapi kala itu barang tersebut merupakan barang yang mewah di lingkungan saya. Maklum, jangankan beli RIG yang harganya mahal, sebuah HT pipilan jagung seperti IC-2N saja, bagi saya yang saat itu berstatus pelajar gak mungkin kuat untuk membeli.Alih-alih beli HT, yang ada saat itu hanyalah bikin pemancar FM dengan power 5 watt dengan memanfaatkan frekwensi radio FM yang masih sepi di kampung saya. Sehingga kami bisa ngebreak dengan temen-temen lain kecamatan, ha….ha….saat itu adalah saat-saat paling indah :)
Ok, kembali ke IC-V8 ……

RF Power
IC-V8 di HT sekelasnya mempunyai sedikit keunggulan di powernya. Kalau HT sekelasnya (maksud sekelas di sini adalah, kesamaan tahun produksi dan harga pasaran) hanya bermain di power 5 Watt, tetapi IC-V8 mempunyai power 5.5 watt.
Kelebihan 0.5 Watt walau kecil tetapi cukup terasa, paling tidak disaat saya mengikuti lomba HT dubbing beberapa saat lalu.  Dengan memakai antenna standard, IC-V8 milik saya mampu dengan sukses menghabisi lawan-lawan yg lain (yang saya ingat saat itu, ada 2 buah HT masing-masing Alinco DJ-196 dan sebuah HT merk China, yang semuanya menggunakan power 5 watt). Baru setelah bertanding dengan HT Alinco keluaran baru yang ber-power 7 watt, IC-V8 saya keok gak ada suaranya :-)
Tetapi, saya kira power 5 watt untuk sebuah HT adalah sudah mencukupi untuk bisa berkomunikasi peer to peer di lapangan, karena memang HT dipergunakan untuk keperluan lapangan. Apabila ingin mempunyai daya pancar yang lebih jauh, ya…silahkan pake RIG pada based station dengan antenna luar.

Range Frekwensi
Range frekwensi yang dimiliki adalah standard frekwensi untuk ngebreak, dimana tidak perlu jurus khusus agar radio tersebut bisa main di bawah 144.000 (amateur band), karena saya masih bisa bermain di bawah 142.000 MHz.

Sensitivity & Selectivity
Selama saya memakai IC-V8 untuk keperluan di lapangan, saya tidak pernah mengalami masalah serius tentang sensitivitas dan selectivitas dari HT tsb.Memang sih, saya gak begitu banyak memakai HT ini sebagai based station bahkan bisa dibilang tidak pernah memakai untuk ngebreak di rumah. Walaupun mungkin, kalau HT ini dijadikan sebagai based station dengan menggunakan antenna luar akan berbeda performance dalam hal sensitivitas dan selectivitas dibandingkan sebuah RIG. Hal ini wajar karena memang peruntukan HT adalah di lapangan bukan untuk based station.
Pada saat mudik lebaran 2008 kemaren, saya melakukan perjalanan secara berombongan dengan menggunakan 2 buah mobil. HT IC-V8 ini saya taruh di mobil pertama dengan antenna standard, sedangkan saya di mobil kedua menggunakan RIG IC-2200H dengan antena Larsen. Selama perjalanan kami sempat terpisah beberapa ratus meter (bahkan mungkin bisa lebih dari 2 km), tetapi kami tetap bisa saling berkomunikasi (tentu saja, walaupun hampir 2 km tetapi posisi line of sight terpenuhi).

Memory
Satu lagi kelebihan dari IC-V8 ini adalah, kemampuan menyimpan frekwensi sampai dengan 100 memory dan dapat menggunakan alpha tag (nama bukan angka). Walaupun HT keluaran sekarang, rata-rata semua mempunyai fungsi tersebut.

Dimensi
Nah…..ini mungkin yang menjadi salah satu kekurangan dari IC-V8, yaitu bentuk fisik yang lumayan gede dan berat di ukurannya. Apalagi kalau kita pernah lihat HT keluaran Yaesu (VX-1,VX-2,VX-6) rasanya njomplang banget bedanya. Dengan dimensi 54*132*35 mm serta berat 350 gr (antenna dan battery terpasang), kayaknya cukup gede dan berat juga IC-V8.

Baterray
Untuk bateray, kebetulan batteray original bawaan ICOM udah soak sehingga saya membeli bateray pack yang saya isi dengan 6 buah batteray AA rechargable. Pada saat digunakan terus menerus dengan RF power posisi HIGH, IC-V8 ini masih bisa bertahan 1 hari saja. Tetapi kalau penggunaannya tidak terus menerus, seperti pada kasus mudik saya kemaren, bisa bertahan sampai dengan 4 hari.

Harga
Saya kurang tahu harga pasaran untuk second di akhir 2008 ini, yang saya tahu hampir 2 tahun lalu saya membeli dengan kondisi 90% seharga 500 ribu. (silahkan lihat sendiri di www.bekas.com untuk pasaran sekarang).

Kesimpulan
Secara keseluruhan, saya menilai HT ICOM IC-V8 ini cukup memuaskan dan tidak pernah menimbulkan masalah berarti. Sangat cocok untuk dipakai di lapangan.
Hanya satu masalah yang ada yaitu pada ukuran yang besar dan berat. Apabila anda mempunyai budget yang pas-pasan, silahkan beli IC-V8 ini tetapi apabila budget anda berlebih, mungkin anda bisa mempertimbangkan HT merk YAESU yang terkenal imut-imut.

*catatan, semua review yang saya tulis berdasarkan pengalaman untuk HT yang saya miliki, tidak menggambarkan kondisi HT IC-V8 keluaran pabrik yang masih original (bisa jadi kondisi HT saya sudah mengalami penurunan performance).

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/10/16/review-ht-icom-ic-v8/feed/
Mau Belajar Menghafal Quran?? Yuksss,,ni sedikit tips nya,, http://www.mawarbiru.net/2008/10/14/mau-belajar-menghafal-quran-yuksssni-sedikit-tips-nya/ http://www.mawarbiru.net/2008/10/14/mau-belajar-menghafal-quran-yuksssni-sedikit-tips-nya/#comments Tue, 14 Oct 2008 04:38:17 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/10/14/mau-belajar-menghafal-quran-yuksssni-sedikit-tips-nya/ Ada sedikit tips dari ustadz saya di Al Hikmah tentang cara Menghafal Qur’an, eits…tunggu dulu, jangan dikira ustadz-nya orang yg udah tua lho. He…he…dia orangnya gaul dan masih muda,  dan masih mo nikah besok tanggal 18 Oktober 2008 ini.

Selamat ya mas Ustadz (ha..ha…saya panggil “mas” ajah, biar kliatan lebih gaul dan akrab).  Untuk membuktikan beliau orang gaul dan gak gaptek, ada blog-nya di sini

Berikut ini tips-tips dalam menghafal Aql Qur’an

Kiat2 menghafal Quran

  1. Sebelum mulai menghafal Quran, yang perlu dipersiapkan adalah tekad yang kuat, soalny nnti pasti akan ada berbagai halang dan rintang, saat kita menjalaninya, klo kita sudah punya tekad kuat, insyaAllah halang dan rintang tersebut akan bisa dilewati, amien
  2. Langkah yg perlu dipersiapkan lagi adalah bacaan tilawah kita harus benar dan lancar dulu, soalnya klo kita belum lancar dan benar dalam tilawah, nnti akan bisa jadi kendala dalam proses menghafal. (indikator bacaan kita dah benar dan lancar adalah dengan kita menyetorkan bacaan kita (talaqqi) ke ahli quran )
  3. Klo niat dan tekad dah kuat, bacaan dah benar dan lancar, silakan memulai untuk menghafal. Awal hafalan bisa dimulai dari juz 1 sampe juz 30 atau jus 30-29-28 trus dr juz 1 lagi atau yang lain, yang penting istiqomah
  4. Hafalan kita harus kita setorkan ke ahli quran. Ini dikarenakan kalau kita menghafal sendiri, perasaan kita bacaan kita dah benar dan lacar, tapi setelah dicoba ke ahli quran ternyata bisa jadi hafalan kita hilang atau kurang lancar. hehe, pernah merasakan ini kan???hehehe
  5. Tiap orang mungkin mempunyai metode menghafal yang berbeda2, namun disini akan coba sodikin berikan sedikit pengalaman. Metode menghafalnya adalah kita saat setoran ke ust misalkan 1halaman atau 2 halaman, maka setelah kita setoran, kita tidak boleh nambah hafalan dulu klo hafalan yang kita setorkan belum benar2 lancar. Inilah kendala temen2 yang lagi menghafal yaitu biasanya ingin banget segera dapat hafalan yang banyak sehingga tidak memperhatikan hafalan yang sebelumnya. Ini yang perlu dihindari, klo memang dah lancar sih gpp, klo belum itu lo yang jadi masalah. Trus disarankan misalkan hafalan yang kita setorkan dah dapat 1/4 juz, jangan nambah dulu, lancarkan hafalan 1/4 juznya. KLo dah lancar, baru boleh nambah ke 1/4 juz berikutnya. Dan seterusnya, misalkan dah dapat 1/2 juz, lancarkan 1/4 juz terakhir, kemudian digabung dengan 1/4 juz yang awal. Trus misalkan dah dapat 1 juz, harus diulangi lagi sehingga 1 juz itu lancar, jangan nambah dulu, dst. OK
  6. Dalam proses menghafal, kita pasti akan menemui rasa kejenuhan, rasa malas dll. KLo misalkan gini, kita harus ingat dan camkan niat dan tekad yang tadi disebutkan di awal. Setelah itu, kita coba mengalihkan konsentrasi kerja otak kita (misalkan menghafal tu pake otak kiri), kita alihkan ke kerja otak kanan (misalkan kita baca2 ilmu Quran, denger tilawah, dll), intinya supaya kerja dari otak kiri ga terlalu kelelahan, maka harus diistirahatkan dulu, hehehe (bener ga ya), klo sudah merasa siap, baru mulai hafalan lagi.InsyaAllah
  7. KEEP ISTIQOMAH
  8. KLo ada tambahan dr temen2 silakan, OK, Moga manfaat ye, AMIEN

TETEP SEMANGAT , ALLAHU AKBAR

sumber : http://s0dik.multiply.com/reviews/item/18

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/10/14/mau-belajar-menghafal-quran-yuksssni-sedikit-tips-nya/feed/
Garmin Que di MWG Atom V http://www.mawarbiru.net/2008/09/17/garmin-que-di-mwg-atom-v/ http://www.mawarbiru.net/2008/09/17/garmin-que-di-mwg-atom-v/#comments Wed, 17 Sep 2008 07:44:00 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/09/17/garmin-que-di-mwg-atom-v/ mwg-navigation.jpgPada artikel ini, saya mencoba sharing cara membuat PDA merk MWG Atom V menjadi sebuah alat navigasi yang handal dengan memanfaatkan built in GPS yang ada padanya serta software gratis dari Garmin yang bernama Garmin Que versi 2.90.

Kita tahu bahwa Garmin mempunyai protocol sendiri untuk membaca dan mengolah data GPS, sehingga agar data yang dikeluarkan oleh GPS built in pada MWG Atom V (SiRF Star III GPS) dapat dibaca oleh Garmin Que, mesti dipasang sebuah GPS Proxy yang bertugas “translating the GPS data format from NMEA 0183 to the Garmin GPS protocol” yang alhamdulilah masih banyak orang baik di dunia ini dengan membuat program GPSProxy gratis.

Sebelum kita mulai lebih lanjut ada baiknya saya tulis dulu spec dari MWG Atom V yang berkaitan dengan fungsi GPS
Operating System  : Microsoft  Windows Mobile 6 Professional
GPS  : SiRF Star III GPS
Processor  : Intel XScale  PXA 270 Processor at 520 MHz
Memory  : 256MB Flash ROM, 64MB RAM

Software yang dibutuhkan:

(Kita tidak perlu software regedit, karena memang tidak ada Registry yang mesti dirubah)
Langkah 1

  • Anda sudah harus mempunyai Microsoft Active Sync versi 4.50 di PC/Laptop anda dan sudah dapat terkoneksi dengan sempurna pada PDA anda.

Langkah 2, Installasi Garmin Que

  1. Install Garmin Que (GarminQueforPocketPCwithGPS10_290.exe) pada PDA anda dengan cara double click file tsb dari PC anda yang terhubung dengan PDA. Nanti software tsb akan terinstall otomatis ke PDA anda. (ikuti saja perintah yang ada)
  2. Karena file map yang ada nantinya filenya berukuran besar, maka tempatkan file2x installasi dari Garmin Que ini pada storage external. (akan terbentuk directory di storage external anda \Storage Card\Garmin\
  3. Setelah sukses dengan proses installasi, selanjutnya silahkan copy file peta (gmapsupp.img) yang barusan anda download dari www.navigasi.net/goptd.php  ke dalam directory installasi garmin que di \Storage Card\Garmin\
  4. Untuk testing, silahkan buka aplikasi Garmin Que anda, lalu dari “Menu” ->Map Setumap-id.jpgp -> pilih tab “Detailed Maps”. Kalau semua installasi sudah benar maka di PDA anda akan tampil semacam ini
  5. Untuk testing lebih lanjut, dari “Menu” -> Find (silahkan cari rumah anda di situ, ada gak? )

Langkah 3, Installasi GPSProxy

  1. Double click file GPSProxy-2.2-Setup.exe pada PC anda (dengan PDA tetap terkoneksi dengan PC via Active Sync), baca baik-baik setiap tulisan atau perintah yang muncul selama proses installasi.
  2. Akan muncul windows prompt di PDA anda yang menyatakan “netcf.core.ppc3.arm.cab” dan “OpenNETCF.SDF.ppc3.ARM.CAB” tidak ada? Makanya apa, khan tadi udah disuruh baca baik-baik setiap tulisan yang muncul pada saat installasi? Hayo….ketahuan gak patuh khan?
  3. Kalo semua udah terinstall dengan baik, silahkan ikuti Langkah berikutnya ;)

Langkah 4, Setting GPSProxy

  1. Buka program GPS Proxy anda, dari “Menu” -> “Virtual COM Ports…”
  2. Pada screen Virtual COM Ports, click button “ADD”. GPSPRoxy secara otomatis akan menambahkan sebuah COM yang kosong pada list-nya (kebetulan pada kasus saya, yang kosong adalah COM 3)
  3. Kemudian, dari “Menu” -> “Extensions”
  4. Pada screen Extensions di combo box GPS Provider (berisi NMEA Input), click button “CONFIGURE”  extension-gpsproxy.jpg
  5. Akan muncul screen “Settings”, pada GPS COM Port isi sesuai dengan pilihan yang ada. Silahkan pilih COM4: (Active Device)  (mungkin di PDA anda, Active Device ada di COM yg lain, pilih saja COM tsb)                           setting_gps_port.jpg
  6. Pada Output COM Port, pilih COM 3 (COM yang digunakan oleh GPSProxy).
  7. Klik OK utk menyimpan setting tsb.
  8. Setting GPSProxy sudah selesai.

Langkah 5, Setting Garmin Que

  1. Buka aplikasi Garmin Que, dari “Menu” -> System Setup, lalu pilih tab “Interface”
  2. Pada GPS Device, biarkan isian “GPS 10 Bluetooth” (karena memang hanya itu pilihannya :D :D)
  3. Pada Communications Port, pilih COM yang ditempati oleh GPS Proxy yg telah disetting pada langkah 4 di atas. (dalam hal ini COM3)
  4. Klik OK utk menyimpan setting.

Langkah 6, Testing GPS Tracking

  1. Buka aplikasi GPS Tracking di MWG Atom V anda, akan agak lama utk acquiring satelite.
  2. Setelah satelite “Lock”, klick “HIDE”.
  3. Buka aplikasi GPS Proxy, lalu klik menu “START”. Kalau installasi dan setting sudah benar, maka data2x satelite yang ada di aplikasi GPS Tracking tadi, akan muncul juga di GPS Proxy ini.
  4. Buka aplikasi Garmin Que…..dan……….selamat, anda sudah memiliki sebuah alat navigasi yg cukup handal sekarang.

map-day.jpg                         map-night.jpg

Sekedar informasi, GPS SiRF Star yang ada MWG Atom V ini cukup peka dan akurat juga. Terbukti, sangat sukses saat saya coba muter2x di Jakarta yang saya letakkan di dalam mobil. Posisi saya saat itu sangat tepat di tampilan dan arah laju mobilpun tergambar dengan tepat.
Yang perlu anda siapkan adalah, charger mobil buat MWG Atom V tsb, karena dengan kondisi GPS keadaan hidup, bateray tidak akan lebih dari 5 jam akan habis.

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/09/17/garmin-que-di-mwg-atom-v/feed/
Review PDA MWG Atom V http://www.mawarbiru.net/2008/09/10/review-pda-mwg-atom-v/ http://www.mawarbiru.net/2008/09/10/review-pda-mwg-atom-v/#comments Wed, 10 Sep 2008 06:43:41 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/09/10/review-pda-mwg-atom-v/ atom-5.jpgAnda pernah mendengar PDA merk O2 ? dan mungkin sekarang jadi heran, kok O2 tidak ada lagi gaung-nya?
Jawabnya adalah, O2 sudah berganti nama menjadi MWG untuk wilayah Asia, selebihnya bisa anda baca di sini.
Beberapa minggu terakhir ini saya berkesempatan mencoba sebuah PDA buatan perusahaan asal Singapore ini, MWG Atom V.

Atom V Specifications
Operating System: Microsoft® Windows Mobile 6 Professional®
Processor: Intel XScale PXA 270 Processor at 520 MHz
Memory: 256MB Flash ROM, 64MB RAM
Cellular Data: UMTS (2100 MHz), Quad-Band GSM (850/900/1800/1900MHz), HSDPA 7.2Mbps (network dependant)
Wireless Connectivity: Bluetooth v2.0, 802.11b/g WLAN
Display: 2.8″ 265K QVGA TFT LCD
Radio: FM Radio with RDS
GPS: SiRF Star III GPS
Camera: 2MP camera
Weight: 133 grams
Dimensions: 116(L) x 59(W) x 14.95(D) mm
Talk time/life: Up to 3.5 hours talk time, up to 150 hours standby time (subject to usage)

Operating System dan Processor
PDA ini merupakan kelas middle end dengan spesifikasi yang lumayan komplit dikelasnya. Dikeluarkan di awal 2008 dengan operating system Windows Mobile 6 Professional menjadikan MWG Atom V ini bisa dikatakan tidak jadul (dalam urusan OS). Dengan processor Intel Xscale 520 MHz, walaupun gak cepet2x amat tapi lumayan tidak lemot banget.

RAM
Namun sayang, dia hanya mempunyai RAM 64MB yang mempunyai kemungkinan bermasalah apabila kita menginstall aplikasi yang banyak dan menggunakannya dalam waktu yg bersamaan. (beda dengan PC, bahwa RAM bisa kita upgrade sendiri).
Maka dari 2 kombinasi di atas yaitu Processor kelas pas-pasan dengan RAM yang cuman 64 MB boleh dibilang PDA ini agak lemot. Paling tidak saat saya coba, kok rasanya ada waktu untuk nunggu beberapa mili detik agar sebuah aplikasi dapat dibuka.

Tampilan
Untuk tampilan MWG Atom V memang kelihatan gagah dengan design warna hitam menjadikan PDA ini kelihatan macho banget.

Koneksi
Kelebihan lain adalah dengan dilengkapinya PDA ini dengan koneksi HSDPA, dimana PDA sekelasnya (dengan harga yang sebanding) tidak memiliki HSDPA ini.
Selain 3G, MWG Atom V juga dilengkapi Bluetooth dan Wifi yang saya kira adalah fasilitas standar perangkat komunikasi jaman sekarang.
GPS
Satu hal lagi yang menarik adalah adanya GPS built in di dalamnya, walaupun aplikasi yang menyertainya (GPS Tracking) kadang2x crash dengan sendirinya.
Untuk locating satelite cukup lumayan cepat, asal kita berada di posisi terbuka terhadap langit. Sampai saat ini saya belum mencoba explore lebih lanjut tentang GPS ini, meningat software bundle yang ada padanya (GPS Tracking) kadang2x crash.

Camera
Sebuah kamera 2MP merupakan kamera yang jelek menurut saya, karena gambar yang dihasilkannya masih bagusan gambar dari ponsel seharga 2 jt-an. Dan menjadi useless karena camera tsb hanya 1 buah terletak di belakang. Mestinya, kalau sebuah PDA dilengkapi dengan fasilitas 3G, dia harus memasang 1 camera lagi di depan untuk keperluan video call. Sehingga, keberadaan camera ini menurut saya tidak ada gunanya, dan malah lebih baik dihilangkan biar dapat menekan harga.

Bateray
Mengenai bateray, MWG Atom V lumayan awet apabila hanya mode phone saja yang aktif (bluetooth, Wifi serta GPS dimatikan) dapat bertahan 2 hari tanpa di charge. Tetapi, dia bisa sangat boros bateray apabila kita menggunakan Wifi atau Bluetooth atau bahkan GPS tracking aktif. Pagi hari full charge, sore hari udah habis sama sekali.

Mode Telephone
Dari beberapa kelebihan yang ada, sungguh sangat disayangkan MWG Atom V tidak memperhatikan kualitas suara telephone baik speaker maupun mic. Hal ini berdasarkan keluhan lawan bicara saya yang selalu mengatakan suara saya tidak kenceng (padahal saya udah hampir teriak2x ), serta suara lawan bicara kita di speaker yang terdengar cempreng.

Secera keseluruhan saya menilai MWG Atom V
Kelebihan :

  • Harga cukup murah dikelasnya
  • Operating system sudah maju (windows mobile 6)
  • Koneksi lengkap, bluetooth,wifi, 3G
  • GPS built in

Kekurangan:

  • Processor yang nanggung
  • RAM yang kecil
  • Agak lemot
  • Camera yang useless
  • Kualitas suara speaker maupun mic yang kurang bagus
]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/09/10/review-pda-mwg-atom-v/feed/
Marhaban ya ramadhan http://www.mawarbiru.net/2008/09/09/marhaban-ya-ramadhan/ http://www.mawarbiru.net/2008/09/09/marhaban-ya-ramadhan/#comments Tue, 09 Sep 2008 06:41:18 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/09/09/marhaban-ya-ramadhan/ Walaupun telat, tapi gak apa2x yang penting semoga kita semua bisa memanfaatkan Ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak tahu, apakah tahun depan kita masih bisa mendapatkan bulan yang penuh berkah ini kembali di di dunia.

Dan saya mohon maaf kepada pembaca sekalian, disebabkan kesibukan saya akhir-akhirnya yang mesti kejar tayang terus, sehingga saya kurang produktif dalam menulis. Tapi Insya Allah, saya ada beberapa bahan yang siap saya tulis, baik berupa artikel maupun review perangkat yang semoga saya segera bisa memulai menulis lagi. (namanya jadi kuli, jadi mesti nurut apa kata juragan :D :D )

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/09/09/marhaban-ya-ramadhan/feed/
Common CB Radio Ten Codes http://www.mawarbiru.net/2008/06/19/common-cb-radio-ten-codes/ http://www.mawarbiru.net/2008/06/19/common-cb-radio-ten-codes/#comments Thu, 19 Jun 2008 10:25:32 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/06/19/common-cb-radio-ten-codes/ 10-1 = Receiving poorly
10-2 = Receiving well
10-3 = Stop transmitting
10-4 = Message received
10-5 = Relay message to _____
10-6 = Busy, please stand by
10-7 = Out of service, leaving the air
10-8 = In service, subject to call
10-9 = Repeat message
10-10 = Transmission completed, standing by
10-11 = Talking too rapidly
10-12 = Visitors present
10-13 = Advise Weather/Road conditions
10-16 = Make pick up at _____
10-17 = Urgent business
10-18 = Anything for us?
10-19 = Nothing for you, return to base
10-20 = My location is _____
10-21 = Call by telephone
10-22 = Report in person to
10-23 = Stand by
10-24 = Completed last assignment
10-25 = Can you contact _____
10-26 = Disregard last information
10-27 = I am moving to channel _____
10-28 = Identify your station
10-29 = Time is up for contact
10-30 = Does not conform to FCC rules
10-32 = I will give you a radio check
10-33 = Emergency Traffic
10-34 = Trouble at this station
10-35 = Confidential information
10-36 = Correct time is
10-37 = Wrecker needed at
10-38 = Ambulance needed at
10-39 = Your message delivered
10-41 = Please turn to channel
10-42 = Traffic accident at
10-43 = Traffic tie up at
10-44 = I have a message for you
10-45 = All units within range please report
10-50 = Break channel
10-60 = What is next message number?
10-62 = Unable to copy, use phone
10-63 = Net directed to
10-64 = Net clear
10-65 = Awaiting your next message/assignment
10-67 = All units comply
10-70 = Fire at _____
10-71 = Proceed with transmission in sequence
10-77 = Negative contact
10-81 = Reserve hotel room for ______
10-82 = Reserve room for _____
10-84 = My telephone number is ______
10-85 = My address is _____
10-91 = Talk closer to the microphone
10-93 = Check my frequency on this channel
10-94 = Please give me a long count (1-10)
10-99 = Mission completed, all units secure
10-200 = Police needed at _____

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/06/19/common-cb-radio-ten-codes/feed/
Jualan Pulsa, bisnis sampingan yang luar biasa http://www.mawarbiru.net/2008/05/13/jualan-pulsa-bisnis-sampingan-yang-luar-biasa/ http://www.mawarbiru.net/2008/05/13/jualan-pulsa-bisnis-sampingan-yang-luar-biasa/#comments Tue, 13 May 2008 03:27:46 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/05/13/jualan-pulsa-bisnis-sampingan-yang-luar-biasa/ Beberapa tahun lalu, saat istri saya mengusulkan menambah layanan penjualan pulsa pada warung yang dia kelola, saya menolaknya. Dengan alasan yang cukup “rasional” kala itu, yaitu “margin yang kecil” dan ribet pengelolaannya.

Sampai ketika, awal tahun 2008 ini saya terinspirasi salah seorang teman saya yang tetap gigih bergelut di dunia per-HP-an dan per-pulsa-an. Akhirnya, dengan modal kurang dari 1 juta saya mulai belanja voucher fisik ke ROXI.

Mungkin karena memang orang-orang sekitar lingkungan saya sudah begitu akrab dengan keberadaan warung yang dikelola istri saya tersebut, ternyata respons terhadap “usaha iseng” jualan voucher sangat bagus.

Setelah kasak kusuk cari info kesana kemari termasuk dengan bantuan pak google, pada minggu ke 2, kita merambah pada voucher elektrik yang saat itu hanya berani main pada 1 chip for all operator.

Memasuki bulan ke 2, demand yang ada ternyata menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena kami sadar bahwa 1 chip for all operator mempunyai margin yang kecil, akhirnya kita putuskan untuk mendapatkan chip untuk masing-masing operator. (berbekal pemetaan pasar setalah 1 bulan berjualan dengan 1 chip for all operator).

Chip pertama yang kita ambil adalah Indosat I-SEV (M-Tronik), kemudian berturut-turut M-KIOS Telkomsel, Dompet Pulsa XL serta Chip ISI-ESIA. (karena di lingkungan kami, yang paling ramai adalah produk-produk tersebut).

Kalau dilihat sekilas, memang penjualan pulsa ini mempunyai margin yang kecil yaitu hanya berkisar mulai dari ratusan rupiah sampai paling mentok 2 ribu (itupun sangat jarang, rata-rata di kisaran 1 ribu rupiah).

Tapi, setelah saya coba kalkulasi dengan waktu perputaran uang, menghasilkan prosentasi yang luar biasa. Jauh lebih besar daripada bank sekalipun.

Silahkan perhatikan tabel-tabel berikut ini:

M-Tronik (Indosat) (Dapat discount 4% dari dealer)
table-indosat.jpg

M-KIOS (Telkomsel)
table-mkios.jpg

ESIA (Dapat discount 2% dari dealer)
table-esia.jpg

Dompet Pulsa XL (Dapat discount 2% dari dealer)
table-xl.jpg

Silahkan diperhatikan, kalau kita ambil angka kasar rata-rata keuntungan adalah 10% per transaksi, maka akan kita dapatkan nilai-nilai yang lumayan besar.

Kenapa nilainya besar? karena perputaran uangnya sangat cepat. Sebagai ilustrasi, untuk product Indosat saya mesti belanja sedikitnya 2 kali seminggu masing-masing 300 ribu, atau 600 ribu per minggu. Sedangkan untuk Telkomsel, dalam seminggu mesti belanja sekitar 400 ribu-an. Esia, dalam seminggu rata-rata 400 ribuan dan Pro-XL dalam seminggu sekitar 500 ribu.

Jadi total untuk belanja dalam seminggu kurang lebih 1.9 jt. Angka tsb akan menghasilkan keuntungan sebesar 190 ribu (asumsi margin untung 10%), dan penjualan rata-rata perhari 30 transaksi.

Kalau kita ambil hitungan dalam 1 bulan, berarti semua nilai di atas kita kalikan 4, maka akan di dapat total belanja 7.6 juta (kita ambil nilai kecil saja 7.5 jt). Dan apabila kita hitung margin keuntungan adalah 10%, maka kita akan mendapatkan laba 750 ribu perbulan.

Bayangkan, dengan modal kurang dari 2 jt anda bisa melipat gandakan uang tsb menjadi banyak. Tentu saja banyak persyaratan yang mesti dipenuhi, diantaranya kita harus ketat mengatur cash flow uang pulsa tsb. Mesti dipisahkan dengan uang kita sehari-hari. Disamping itu, banyak sedikitnya transaksi yang juga mempengaruhi kecepatan perputaran uang tersebut. Semakin laris jualan anda, maka akan semakin banyak transaksi dalam sehari yang mengakibatkan semakin cepat perputaran uangnya dan akhirnya akan menjadi semakin banyak keuntungan yang akan diraih.

Mungkin anda akan mencibir, wah…uang 750 ribu perbulan saja kok disebut luar biasa. Eit…tunggu dulu. Sekarang anda punya uang nganggur 5 jt. Kemudian masukkan ke deposito bank, silahkan dihitung berapa bulan (atau bahkan tahun) anda butuhkan untuk menghasilkan uang 750 ribu dari bagi hasil deposito bank? Bunga deposito saat ini paling banter adalah 10% per tahun, ingat per tahun. Sedangkan jualan pulsa ini, 1.9 jt akan menghasilkan laba 40% perbulan (karena 1.9 jt akan menghasilkan 10% per minggu, kemudian uang tersebut buat belanjan lagi sampai 1 bulan berarti secara kasar kita kalikan 4)

Maka inilah yang saya sebut “luar biasa”, karena hanya dengan 2 jt kita sudah mendapatkan income perbulan yang terus menerus, asal kita tetap menjaga kualitas layanan kita kepada pelanggan dan ketat dalam management cash flow. Dan satu lagi yang mesti diingat, bahwa saat ini bisnis pulsa sedang menjamur. Akan menjadi masalah apabila tiba-tiba ada tetangga anda yang kemudian ikut jualan dalam radius 100 meter dari lokasi anda, maka strategi bisnis yang mesti anda pelajari lebih lanjut untuk memenangkan pertarungan tersebut.

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/05/13/jualan-pulsa-bisnis-sampingan-yang-luar-biasa/feed/
Musuh bebuyutan http://www.mawarbiru.net/2008/03/07/musuh-bebuyutan/ http://www.mawarbiru.net/2008/03/07/musuh-bebuyutan/#comments Thu, 06 Mar 2008 21:00:51 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/03/07/musuh-bebuyutan/ petir.jpgJakarta saat ini sedang di akhir musim penghujan, musim dimana musuh bebuyutan kami  sering menampakkan kesadisannya. Bagaimana tidak sadis, tidak pandang siapa dan bagaimana musuh yang dihadapinya, kalau dia menyerang, semuanya bisa hancur bahkan nyawa bisa meregang. Sebagus apapun konfigurasi grounding yang dibuat, sehebat apapun alat yang dibeli, tetapi tidak ada yang menjamin akan selamat dari amukan si musuh bebuyutan ini, ya…itulah dia si Gundala Putra Petir. Saya pernah membaca sebuah cerita dari rekan-rekan amatir bahwa beliau sudah mengkonfigurasi peralatannya sedemikian rupa sehingga dirasa aman dari amukan si gundala ini. Tetapi, ketika hujan lebat tiba dan si gundala menyambar ke sana kemari, akhirnya singgah juga ke stasiun rekan amatir tersebut melewati antenna yang menjulang ke langit di atas rumahnya. Semua equipment yang terhubung ke kabel antenna tersebut hangus, bahkan kabel RG-8 yang segede jempol orang dewasa-pun leleh dibuatnya. Beruntung, radio klasik miliknya yang berharga mahal tidak tersambung dengan kabel antenna satupun. Dan beruntung pula, saat itu terjadi rekan tadi agak jauh duduknya dari stasiun radionya, sehingga korban nyawa terhindarkan.

Bahkan, setahun yang lalu ada seorang rekan RAPI di daerah Jakarta Timur terpaksa tidak bisa ngebreak untuk beberapa bulan karena semua equipment mulai dari radio, antenna, kabel sampai DC power supply habis terbakar gara-gara si gundala sang putra petir datang menghampiri.

Betul memang, tidak ada sebuah alat pengamanpun yang mampu memberikan jaminan 100% aman dari amukan si petir ini, satu-satunya jalan yang paling aman tatkala hujan turun adalah melepaskan semua koneksi ke antenna dan juga melepaskan sambungan listrik dari colokan PLN. Atau dengan kata lain, silahkan istirahat dulu selama hujan turun. Itulah cara yang paling aman untuk menghindari kekejaman si gundala putra petir. Walaupun memang, ada daerah-daerah tertentu yang mempunyai kecenderungan tingkat medan magnetik petir yang tinggi dan ada yang rendah. Kalau kebetulan mempunyai tingkat medan magnetik petir yang tinggi, maka akan selamanya daerah tersebut dikatakan rawan terhadap petir dan cara-cara di atas adalah cara yang paling aman dan murah.

Musim penghujan hampir usai, artinya si gundala sang putra petir juga akan kehabisan cara untuk melancarkan serangannya, tapi bukan berarti kami - para breaker– aman dari musuh-musuhnya. Begitu musim kemarau mulai seperti sekarang ini, musuh-musuh kejam lainnya siap melancarkan serangannya.

Sudah hampir 2 minggu ini saya “menggantungkan” radio HF, karena antenna saya dihabisi oleh layang-layang yang dimainkan anak-anak. Pada 2 minggu yang lalu, layang-layang mereka “hanya” berhasil memutuskan ikatan nylon untuk membentangkan ½ lambda inverted V yang saya gunakan sebagai antenna untuk transmit di 11 MHz. Yang saya butuhkan saat itu hanyalah menyambung kembali tali nylon tersebut untuk bisa transmit kembali.

Tetapi yang terjadi beberapa hari yang lalu sungguh mengenaskan, saat itu bukan tali nylon-nya yang putus, tetapi kabel NYAF 1 mm sebagai komponen utama antenna saya mampu diputuskan oleh benang “gelasan” anak-anak nakal tersebut. Kalau hanya tali nylon yang putus, saya tinggal nyambung dan beres. Tetapi kalo kabel yang putus, tidak bisa begitu saja saya menyambungkannya lagi karena pasti akan berpengaruh pada matching antenna yang ada. Yang bisa saya lakukan adalah membeli lagi kabel NYAF 1mm dan kemudian bikin antenna baru dengan proses pe-”matching”-an yang cukup melelahkan, apalagi semua mesti saya lakukan di atas genteng rumah.

Hmm….sampai saat ini saya belum berani membuat antena lagi, karena saya tidak bisa menjamin apakah antenna saya akan aman oleh benang-benang gelasan anak-anak yang main layang-layang.

Ya betul, itulah musuh bebuyutan kaum breaker, gundala sang putra petir dan layang-layang.

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/03/07/musuh-bebuyutan/feed/
FT-80C Radio sejuta umat http://www.mawarbiru.net/2008/03/06/ft-80c-radio-sejuta-umat/ http://www.mawarbiru.net/2008/03/06/ft-80c-radio-sejuta-umat/#comments Wed, 05 Mar 2008 21:00:52 +0000 agungudik http://www.mawarbiru.net/2008/03/06/ft-80c-radio-sejuta-umat/ FT-80CSudah hampir 2 tahun ini saya memakai si “radio sejuta umat” untuk on-air di 11mc (frek HF yang “lazim” digunakan orang-orang RAPI selain 27 MHz). Selama pemakaian tersebut, nyaris tidak ada masalah berarti pada radio ini, mulai dari transmit sampai dengan receive berikut pengoperasiannya.

Disebut “radio sejuta umat” karena, radio ini radio jenis laris manis di pasaran dengan harga yang relatif murah untuk kelas “all band” dan karena harga yang murah, dia hanya mempunyai fungsi-fungsi standart saja asalkan sudah bisa buat “ngebreak”. Dengan fungsi-fungsi yang standart dan pengoperasian yang simple (serta ditambah dengan harga yang murah), maka hampir semua breaker HF pernah memiliki radio ini (yang pada akhirnya, mereka melepas lagi FT-80C ini untuk kemudian “ditukar” dengan radio kelas yang lebih tinggi).

Range Frekuensi

TX= 1.5 MHz - 30 MHz
RX = 0.5 MHz - 30 MHz

Range frekuensi ini adalah range normal untuk sebuah radio all band. Semua band tercover oleh radio ini.

Mode
AM/SSB/CW

RF Power Output

adjustable sampai dengan 150 Watt

menurut manual book yang ada, radio ini mempunyai power output 100 Watt. Tetapi, pada radio saya dengan tegangan 13.8 VDC bisa keluar 150 watt (termodulasi). He..he….mungkin udah pernah di adjust oleh pemilik yang sebelum saya.

Menggunakan kabel NYAF 1 mm sebagai antenna dengan konfigurasi inverted V, pada saat propagasi bagus, pancaran saya dapat diterima dengan sempurna di Sorong - Papua, ataupun Lhoksumawe - NAD dan yang bagian utara adalah di Serawak - Malaysia.

Tentu saja, penerimaan yang bagus bukan hanya karena faktor power yang besar ataupun antenna yang bagus, tetapi propagasi saat itu yang menjadi faktor penentu. (untuk power 100 watt ini, sudah merupakan keluaran standart dari sebuah radio allband. Dan antenna 1/2 lambda dengan konfigurasi inverted V/atau biasa, adalah juga merupakan antenna pasaran yang paling banyak digunakan para breaker di HF)

Satu pengalaman lagi, saat saya melakukan perjalanan ke Ponorogo akhir 2007 kemaren, FT-80C ikut dalam daftar “senjata” di perjalanan. Dilengkapi dengan sebuah antenna mobil untuk 11 MHz di kap mobil belakang kanan (karena yang bagian kiri terpasang antenna VHF), selama perjalanan di Pantura saya bisa 10-25 dengan teman yang ada di Balikpapan. Dan pada saat saya di Ponorogo dan kebetulan saya melintas di persawahan, saya dapat 10-25 dengan rekan di Bekasi secara sempurna.

Modulasi
Beberapa lawan bicara saya, memberikan report bahwa modulasi yang saya hasilkan cukup bagus, artinya walaupun hanya menggunakan mic standart, mampu memberikan modulasi yang tidak ketinggalan dengan sinyal yang ada.

Receiver
Untuk kualitas receiver, nyaris hampir semua radio HF yang masih normal mempunyai kualitas yang sama dalam hal receiver.

Audio
Audio yang dikeluarkan FT-80C ini cukup bagus, bahkan lebih empuk dibanding radio keluaran baru yang pernah saya miliki ICOM IC-781. Karena untuk membuat “empuk” audio IC-781 saya mesti menghubungkannya dengan sebuah speaker aktif, tetapi untuk FT-80C ini cukup dari speaker yang ada. Memang sih, untuk masalah audio ini adalah masalah kesenengan dan kecocokan. Belum tentu enak di telinga si A, enak pula di telinga si B.

Kekurangan
- fungsi yang terbatas, yaitu tidak ada tombol “band” yang secara default ada. Sehingga, kalau kita sering main di 2 band yang “jaraknya” jauh, misalkan 27 MHz dan 11 MHz, maka kita akan “capek” memutar-mutar tombol frekwensi untuk pindah ke frekuensi yang akan kita inginkan. Ini beda apabila ada tombol “band” yang tersedia secara default, sehingga kita bisa set band 1 di 27 Mhz dan band 2 di 11 MHz. Dan untuk pindah-pindah dari kedua frekuensi tsb tinggal pencet tombol band tsb.

catatan : sebetulnya fungsi band sudah ada, namun tombol-nya yang gak ada. Jadi dari cover depan itu, tombol untuk fungsi “band” tsb tertutup alias tidak tersedia. Biasanya, saya lepas tutup tombol tempat fungsi band tsb berada, sehingga untuk mengaktifkan fungsi “band” tsb, saya pake obeng kecil untuk meng-klik switch yang ada di dalam.

Fungsi “band” tsb secara default tidak ada tombolnya, karena FT-80C termasuk kelas radio kemersial, dan karena versi komersial pasti tidak “dibolehkan” untuk didaftarkan sebagai radio komunikasi amatir. (silahkan cek pada teman2x ORARI tentang hal ini). Radio ini yang versi amatirnya adalah FT-747. Semua spesifikasi sama persis antara kedua radio ini, hanya saja tombol (baca “knop” :-) ), ada semua di FT-747 dimana di FT-80C tombol tersebut tidak ada.

Kesimpulan
Secara keseluruhan, bagi seorang pemula seperti saya, radio ini cukup memberikan layanan yang baik. Karena prinsip seorang breaker pemula adalah, “asal bisa ngebreak dengan orang jauh”.

Apabila anda saat ini mempunyai radio ini, rawatlah dengan baik karena bisa jadi suatu saat radio ini akan menjadi barang antik. Saya dulu pernah memiliki ICOM IC-781 (radio keluaran ICOM tahun 2003), dan akhirnya saya lepas karena radio tsb “terlalu canggih” buat saya. Dalam artian, saat ini saya tidak membutuhkan feature2x yang diberikan si IC-781 (lha wong saya hanya main di 11 MHz doang, itupun paling hanya ada di 11.405,  11.410,  11.415,  11.420  dan 11.430.  he..he…he..saya gak hobby main di 11.425 :D ). Dengan menjual IC-781 saya bisa mendapatkan FT-80C dan sisa uang yang lumayan. (karena IC-781 saat itu harganya sekitar 3.2 jt dan FT-80C sekitar 2.2 jt)

]]>
http://www.mawarbiru.net/2008/03/06/ft-80c-radio-sejuta-umat/feed/