Archive

Archive for the ‘Review’ Category

Review HT : Icom IC-V8

October 16th, 2008

IC-V8Sebuah HT keluaran Icom tahun 2001 - 2002 akan coba saya ulas pada kesempatan ini yang kebetulan saya telah memakainya hampir 2 tahun belakangan ini.
Kita mulai dengan spesifikasi yang ditulis oleh ICOM untuk IC-V8 ini:

Type: Amateur VHF transceiver
Frequency range: TX: 144-148 MHz    RX: 136-174 MHz
Mode: FM
RF Power output: Hi: 5.5 W   Lo: 0.5 W
Sensitivity: N/A
Selectivity: N/A
Image rejection: N/A
Voltage: 7.2 VDC
Current drain:  RX: 20-250 m  TX: 0.7-2 A
Impedance: 50 ohms, BNC
Dimensions (W*H*D): 54*132*35 mm
Weight: 350 gr (with antenna and battery)
Memory: 100 + 7 memories. CTCSS & DCS. Alpha tags.
Manufactured: 2001-200x

Kalau melihat IC-V8 ini, saya teringat sebuah HT legendaris keluaran ICOM di tahun 198x  yaitu IC-2N atau HT pipilan jagung yang mempunyai power hanya 1.5 watt, tapi kala itu barang tersebut merupakan barang yang mewah di lingkungan saya. Maklum, jangankan beli RIG yang harganya mahal, sebuah HT pipilan jagung seperti IC-2N saja, bagi saya yang saat itu berstatus pelajar gak mungkin kuat untuk membeli.Alih-alih beli HT, yang ada saat itu hanyalah bikin pemancar FM dengan power 5 watt dengan memanfaatkan frekwensi radio FM yang masih sepi di kampung saya. Sehingga kami bisa ngebreak dengan temen-temen lain kecamatan, ha….ha….saat itu adalah saat-saat paling indah :)
Ok, kembali ke IC-V8 …… Read more…

Amatir Radio, General, Review

Review PDA MWG Atom V

September 10th, 2008

atom-5.jpgAnda pernah mendengar PDA merk O2 ? dan mungkin sekarang jadi heran, kok O2 tidak ada lagi gaung-nya?
Jawabnya adalah, O2 sudah berganti nama menjadi MWG untuk wilayah Asia, selebihnya bisa anda baca di sini.
Beberapa minggu terakhir ini saya berkesempatan mencoba sebuah PDA buatan perusahaan asal Singapore ini, MWG Atom V.

Atom V Specifications
Operating System: Microsoft® Windows Mobile 6 Professional®
Processor: Intel XScale PXA 270 Processor at 520 MHz
Memory: 256MB Flash ROM, 64MB RAM
Cellular Data: UMTS (2100 MHz), Quad-Band GSM (850/900/1800/1900MHz), HSDPA 7.2Mbps (network dependant)
Wireless Connectivity: Bluetooth v2.0, 802.11b/g WLAN
Display: 2.8″ 265K QVGA TFT LCD
Radio: FM Radio with RDS
GPS: SiRF Star III GPS
Camera: 2MP camera
Weight: 133 grams
Dimensions: 116(L) x 59(W) x 14.95(D) mm
Talk time/life: Up to 3.5 hours talk time, up to 150 hours standby time (subject to usage)

Read more…

General, Review

FT-80C Radio sejuta umat

March 6th, 2008

FT-80CSudah hampir 2 tahun ini saya memakai si “radio sejuta umat” untuk on-air di 11mc (frek HF yang “lazim” digunakan orang-orang RAPI selain 27 MHz). Selama pemakaian tersebut, nyaris tidak ada masalah berarti pada radio ini, mulai dari transmit sampai dengan receive berikut pengoperasiannya.

Disebut “radio sejuta umat” karena, radio ini radio jenis laris manis di pasaran dengan harga yang relatif murah untuk kelas “all band” dan karena harga yang murah, dia hanya mempunyai fungsi-fungsi standart saja asalkan sudah bisa buat “ngebreak”. Dengan fungsi-fungsi yang standart dan pengoperasian yang simple (serta ditambah dengan harga yang murah), maka hampir semua breaker HF pernah memiliki radio ini (yang pada akhirnya, mereka melepas lagi FT-80C ini untuk kemudian “ditukar” dengan radio kelas yang lebih tinggi). Read more…

Amatir Radio, Review

HP CDMA Nexian NX800, ponsel murah & (belum tentu) hemat

January 8th, 2008

nx-800.jpgTrend CDMA yang menawarkan tarif jauh lebih murah dibanding GSM membuat saya ikut-ikutan untuk menggunakan CDMA demi menghemat biaya komunikasi kami.

Setelah cari informasi kesana kemari dengan bantuan pak Google dan kebetulan saat jalan-jalan di Mal Ambasador ketemu promo dari sebuah vendor telephone CDMA bermerk Nexian, akhirnya awal Desember 2007 silam saya putuskan untuk membeli sebuah ponsel CDMA merk Nexian NX800 seharga 385.000,- sudah termasuk sebuah nomor Flexi Jakarta.

Memang, dengan ponsel harga semurah itu tidak banyak yang diharapkan (dan memang saya tidak mengharapkan banyak :) ). Kebutuhan pokok saya hanyalah untuk komunikasi suara via CDMA yang saya harapkan dapat mereduce tagihan tiap bulan GSM saya. Read more…

General, Review

“Sense” MP4 Player (murah yang “tidak” meriah)

January 7th, 2008

se-213.jpgAwal Oktober 2007 yang lalu, saya membeli sebuah Digital MP4 Player merk Sense type 213 dengan pertimbangan harga yang murah. Menurut rencana MP4 player ini hanya digunakan untuk menemani Fasya dan Azka dalam mendengarkan lagu format MP3, daripada setiap memainkan lagu-lagu MP3 selalu menggunakan komputer sehingga menjadi tidak praktis.

Dengan harga 300 ribu saat itu ditambah sebuah speaker aktif merk Creative seharga 140 ribu, jadilah Fasya dan Azka mendengarkan lagu-lagu format MP3 di dalam kamar dengan cukup simple.

Kualitas yang dihasilkan cukup lumayan dalam artian cukup enak terdengar oleh telinga walaupun mungkin kalah jauh kalau dibandingkan dengan IPOD (dengan harga yang tentu saja jauh berbeda :) ). Read more…

General, Review

Review ICOM IC-2200H

November 11th, 2007

IC-2200HSatu bulan terakhir ini saya berkesempatan untuk menggunakan sebuah VHF Tranceiver ICOM IC-2200H. Radio ini mulai diproduksi oleh ICOM pada tahun 2003 dan sejak itulah RIG VHF yang mempunyai RF power 65 watt ini menjadi produk yang laris manis di pasaran. Salah satu indikasi akan hal ini adalah, sampai saat ini (akkhir 2007), radio ini masih tetap diproduksi oleh perusahaan asal Jepang tersebut. Read more…

Amatir Radio, Review

Review buku “Tentara Langit di Karbala”

October 2nd, 2007

Tujuh puluh dua pasukan Husain dikepung empat ribu tentara Ibn Ziyad di bawah komando Syimr ibn Dzil Jun. Setiap satu sahabat Husain harus menghadapi 50-60 tentara musuh sekaligus. Sebelum peperangan dimulai, tentara musuh menghalangi rombongan Husain. Geriba (tempat air) yang sebelumnya telah dipenuhi dengan air oleh saudara seayahnya, Al Abbas ibn Ali, sebelum blokade menjadi ketat, telah kering (karena penghalangan ini).

Dalam pertempuran yang tak seimbang itu, cucu Rasulullah tersebut tersungkur terkena sabetan pedang dan mencoba bangkit kembali dengan tubuh penuh luka dan darah. Dia tak pernah gentar melawan musuh-musuhnya yang membabi-buta. Imam Husain terus membela pasukannya dengan mengorbankan dirinya, maju sendiri ke medan laga. Akhirnya, setelah melewati masa pertumpahan darah yang sangat panjang, dia pun jatuh dan terbunuh di tangan Syimr ibn Dzil Jun, seorang panglima durjana yang sangat berambisi untuk membunuhnya.

Itulah sekelumit kisah dalam buku “Tentara Langit di Karbala”, sebuah buku yang mengulas tragedi memilukan dalam sejarah Islam.

Disebutkan, bagaimana seorang cucu Rasulullah yang rela mengorbankan nyawanya demi untuk persatuan ummat. Digambarkan pula, bagaimana sebuah kekuasan dapat membutakan nurani manusia sehingga tidak bisa membedakan, mana yang benar dan yang salah, serta kekuasaan mampu menghilangkan rasa cinta dan hormat di hati, bahkan kepada keturunan Rasulullah SAW sekalipun.

General, Review