Setelah pada tulisan kami sebelumnya tentang teori installasi sound system di masjid, sekarang kami akan sharing tentang installasi yang pernah kami lakukan pada sebuah masjid.

Perhatikan skema di bawah :

installasi-toa

1.Speaker

Ruangan masjid adalah 15×15 meter, sehingga kami memutuskan untuk memasang 6 buah speaker column, dengan rincian 4 buah di pasang di dalam masjid dan 2 buah dipasang di teras. Kami memilih speaker column TOA dengan type ZS-102C yang mempunyai daya 20 watt.

Sedangkan untuk speaker horn, kami memasang 4 buah yang letaknya di atap masjid dengan arah 4 penjuru. Type yang kami pilih adalah TOA ZH-5025BM yang sudah dilengkapi dengan trafo matching di dalamnya, sehingga pemasangannya menjadi lebih sederhana.

2.Amplifier

Untuk pemilihan jenis amplifier, kita harus menghitung beban speaker terlebih dahulu. Pada speaker column yang digunakan di dalam ruangan, yaitu dengan menggunakan sebanyak 6 buah (6 x 20 watt = 120 watt). Maka ampli yang digunakan adalah minimal 120 watt dan pilihan jatuh pada amplifier TOA ZA-2120 yang mempunyai power 120 watt).

Demikian juga untuk ampliefier yang akan mensuplai speaker horn. Dengan jumlah 4 buah (4 x 25 watt = 100 watt), sehingga amplifier-nya masih dengan type yang sama, ZA-2120.

Kami sengaja mempergunakan 2 buah amplifier terpisah, agar mudah dalam pengaturan. Sehingga kita dapat memisahkan suara yang untuk keluar (azan dan khutbah jum’at) dan suara yang khusus di dalam (sholat dan pengajian).

3.Mixer

Sebetulnya ini adalah bersifat opsional artinya anda bisa memakai mixer atau tidak, tergantung budget yang ada.

Kami mempergunakan mixer bertujuan untuk memudahkan pengontrolan suara yang keluar atau ke dalam. Dalam konfigurasi di atas, mixer channel kanan kami gunakan untuk amplifier yang keluar dan channel kiri untuk amplifier yang ke dalam.

Sehingga kita dapat dengan mudah mengontrol masing-masing input mic ataupun VCD player, mana yang akan di tonjolkan, apakah dalam atau luar.

Sebagai contoh, suara azan harus full keluar dan kecil di dalam untuk keperluan sound control muazin. Kemudian untuk suara khotib jum’at harus dua-duanya full. Lain lagi dengan suara VCD player yang biasa diputar sebelum jum’atan, yang hanya full di luar.

Sedangkan untuk suara imam sholat, cukup di dalam ruangan saja tanpa perlu keluar ke speaker horn.

Dengan menggunakan mixer, maka hal ini akan menjadi lebih mudah dalam pengaturan dibandingkan kita tidak menggunakan mixer.

Untuk mixer ini, tidak harus memakai merk TOA. Anda bisa memakai merk china sekalipun yang berharga murah.

Yang harus diperhatikan dalam pengaturannya adalah bahwa speaker horn TIDAK di desain untuk melewatkan suara frekwensi rendah (BASS), sehingga sebisa mungkin setting bass disetting pada posisi NOL untuk suara yang menuju speaker horn demi keawetan dari spul speaker horn itu sendiri.

Kemudian, jumlah speaker horn yang digunakan harus dihitung dengan cermat. Jangan sampai jauh di bawah power yg dimiliki oleh amplifier sehingga spul speaker-nya bisa sering putus. Demikian juga jangan terlalu jauh di atas power amplifier, yang akan berakibat dengan cepat mati-nya amplifier itu sendiri.

Contohnya adalah, apabila kita menggunakan amplifier ZA-2120 yang mempunyai power 120 watt, maka speaker yang terpasang adalah MINIMAL 3 buah ( 3 x 25 watt = 75 watt). Angka 75 watt masih dapat diterima untuk ZA-2120.

Demikian juga jangan terlalu banyak speaker horn terpasang, yaitu maksimal 4 buah. Apabila anda memasang 6 buah speaker, maka daya –nya menjadi 6 x 25 = 150 watt. Kalau dipaksakan akan mengakibatkan amplifier mudah mati karena kelebihan beban.

,
Trackback

56 comments untill now

  1. Abu Atha @ 2012-08-23 09:33

    Terima kasi atas ilmunya, sangat bermanfaat sekali untuk kami terapkan di masjid kami…

    #Abu Atha, selamat mencoba pak. Jangan lupa, design awal yang bagus akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan di dapat. Sangat jarang saudara-saudara kita yang sedang membangun masjid/mushola, melakukan design dari awal terhadap sound system yang akan dipasang. Kebanyakan dari kita masih menganggap installasi sound system masjid adalah sesuatu yang sangat gampang, sehingga tidak perlu perancangan awal yang baik, sehingga hasilnya suara yang “waton muni” (asal bunyi).

  2. pak bisa tolong bantu desainkan, sound untuk mushola kecil ukuran 6 x 7, yang berjalan selama ini sound hanya ke arah luar saja, sehingga bila pengajian didalam suaranya menjadi kurang jelas, ditambah lokasi berada dipinggir jalan, kalau ada motor atau bajaj dng suara kencang jd sangat mengganggu.

    terima kasih

  3. salam kenal bang, mksh bt infonya sangat berguna bt sy kebetulan sy jg sering berhadapan dg urusan sound khususnya dr keluarga TOA. tp sy msh bingung krn pd ampli type ZA-2120 kan ada beberapa port keluaran ke speaker. yg mana yg dipakai??? beban speakernya ada 4 bh type speaker column TOA dengan type ZS-102C dan 2 bh type 202 (fisiknya lbh pendek) thx bt solusinya.

    @Mas Ferd, speaker type ZS-102C termasuk type high impedance speaker. Sehingga pemasangannya dengan ampli TOA, pada COM – 100V. Untuk jumlah speaker ZS-102C yang 4 buah, tinggal di paralel saja dan langsung colok ke COM – 100V.

  4. Terimakasih atas infonya yang mencerahkan. Bisakah kami dibantu men-design-kan/meng-arrange-kan/menatakan sistem sound di masjid kami ? Secara borongan & profesional tentunya. Kami di Surabaya.

    Budget yang dibutuhkan kisaran berapa (Masjid kami 2 lantai, masing-masing lantai ukurannya sekitar 12 x 16 m dengan tinggi atap sekitar 4 m (lantai 1 atapnya adalah cor & lantai 2 atapnya adalah plafond triplek). Aktivitas sholat, khutbah, dsb ada di lantai 2.

    Terimakasih.

  5. pak tolong bantu desein kan untuk sekolah kami yang memiliki 15 kelas + ruang guru…bisa di emailkam ke wahdini_dnt@ymail.com..sebelumnya saya ucapkan terimakasih

  6. Salam kenal Mas,saya dari M’sia,allhamdulillah sebetulnya artikelnya sangat berguna,sudah lama saya mencari artikel yang sebegini moga mendapat rahmat dari Allah selalu….

  7. com pada ampli TOA itu positif apa negati ya pak? please ASAP

    COM pada TOA bisa dibilang “terminal negatif”.
    COM khan artinya COMMON yaitu dipake bareng2. Jadi bisa diasumsikan negatif.
    Tapi TIDAK boleh dihubungkan ke GROUND ya, karena memang bukan ground.

  8. assalamualaikum….pak.
    mau minta bantuan penjelasan speaker toa horn…
    2 speaker horn 5025B dengan 1 speaker horn5025BM Apa boleh d pararel d com 4ohm…amply 2120.
    oh ya satu lagi speaker horn toa memiliki impedance 16 ohm apa boleh kita seri….menjadi 8ohm.mohon penjelasannya,wassalam

    Ini saya asumsikan, yg ZH-502B tidak dilengkapi matching tambahan ya.
    Kalau high + low impedansi speaker dipasang di 4 ohm, yg pasti. Yg high impedansi (ZH-502BH) TIDAK akan keluar suara, hanya yg low imp speaker(ZH-5025B) yg keluar suara.
    Sebaliknya, kalau semuanya dipasang di 100V, maka ZH-5025B akan keras sekali suaranya, dan ZH-5025BM akan kecil, kemudian ZH-5025B akan terbakar / putus spulnya.
    Saran saya, silahkan lengkapi ZH-502B dengan trafo matching (masangnya di deket horn), lalu semua horn ZH-502B (yg sudah ada trafo matching) dan sebuah ZH-502BH diparalel dan di pasang pada 100V.

  9. oh ya pak harga matching berapaan ya…
    @sofyan

    Di Jakarta, antara 100rb – 150rb an mas.
    Silahkan hunting sendiri di toko terdekat. Tapi harus yang asli TOA ya, takutnya kena yang abal-abal (walaupun saya belum pernah nemuin product yang abal2x)

  10. Asww.
    1. Bagaimana kalau pemasangan dalam satu Ampli toa saja (boleh ngga) misalnya type ZA 2240 dengan Speaker Horn 4 buah tanpa MT masing2 25 w, dan 4 buah speaker column masing2 30 w.

    Horn-nya harus dipasang MT mas, jadi dibutuhkan 4 buah MT. Kesemuanya lalu diparalel dengan 4 buah speaker column dan dipasang di COM – 100V. Utk perhitungan kasar dayanya, horn => 4 x 25 = 100 dan speaker dalam => 4 x 30 = 120, sehingga secara total = 220 watt. Sehingga dari perhitungan kasar tsb, masih bisa menggunankan ZA-2240.

    2. Bagaimana cara mengatasi suara yg tidak sama antara satu speaker dgn yg lain, yg dekat dgn ampli lebih keras dan yg paling jauh (karena) kabel yang digunakan lebih kecil.

    Harusnya, kabel yang digunakan adalah yang kualitas bagus dan sama. Tapi harus dipastikan bahwa untuk impedansi dari masing2x horn ini sudah matching dengan terminal di amplifiernya.\

    3. Pengalaman, pernah menjumpai teman yg instalasi speaker pada ampli toa menggunakan speaker type MT dan tanpa MT secara bersamaan. Yang menggunakan MT di pasang di output 100 V dan yg tdk pakai MT di pasang di output 4 ohm, dan tdk menyebabkan ampifiernya rusak dan suaranya bagus-bagus aja. Kenapa bisa?
    Terima kasih atas jawabannya

    Memang, secara darurat bisa dilakukan seperti itu. Hanya saja, idealnya tidak seperti itu. Ini mengacu dari “peringatan” yang ditulis oleh TOA sendiri di bagian belakang box-nya. Mungkin untuk jangka panjangnya, tidak menjamin bisa “aman” apliefiernya.

  11. Ass.wr.wb.bang mo nanya d mesjid sy pke empli 2 yg ke horn speker sma yg dlm buat collum speker trs pke mixer yg jd masalah ada suara ngik/cit apa krn speker collum kurang bbsr watt nya trima kasih

    Kok saya curiga pada pengaturan mixer-nya ya mas.
    Coba, atur mixer-nya sehingga frekwensi tinggi-nya di tekan sedemikian rupa.
    Dan volume input mic maupun output mixer, silahkan di atur sedemikian rupa sehingga mendapatkan suara yang bagus. Memang disitulah “seni”-nya bermain mixer :-)

  12. Mas klo mo membedekan/memisahkan biar suara mic buat adzan gk terlalu bsr d dlm gmn?

    Mas Rahmat,
    Silahkan perhatikan artikel saya di atas.
    Untuk idealnya, anda mesti menggunakan 2 buah amplifier. Satu buat suara luar, satu lagi buat dalam. Lebih enak lagi kalau dilengkapi dengan mixer sebagaimana artikel saya diatas.
    Kalau hanya memiliki sebuah amplifier, terpaksa anda harus menyediakan 2 buah mic dan bermain di pengaturan volume mic di amplifiernya. Mic 1 untuk suara di dalam dan Mic 2 untuk suara luar.

  13. ass…wr..wb
    speaker coloum itu jenis high ato low impdnce ya mas…
    bisa gak horn di paralel dengan coloum…soalnya amplinya cuma 1…
    thanks…..ass wr wb

    Column speaker TOA termasuk high impedansi. Bisa saja diparalel dengan horn/corong yng low impedansi, tetapi horn-nya harus dipasang trafo matching. Kemudian masuk ke COM – 100V di ampli TOA-nya

  14. ass……wr wb
    Mas kira2 berapa biaya untuk specifikasi seperti skema anda.lokasi Bekasi

    Gambar yg mana ya pak? khan ada banyak type ampli dan speaker.
    Mesti di sesuaikan dengan besar ruangannya pak, kemudian baru dilakukan kalkulasi utk equipment apa saja yang dibutuhkan.
    Setelah itu, barulah keluar biaya

  15. terimakasih sebelumnya, mohon penjelasan sy punya ampli merek TOA dua buah, bagimana caranya mempusingkan keduanya tapi satu mix. sehingga tidak perlu kami gunakan 2mik

    Mic di ampli-1.
    Maka, pada ampli-1, cari bagian “REC OUT”. Bagian inilah yang harus dihubungkan dengan INPUT “AUX” pada ampli-2. Sehingga, di ampli-2 untuk mengaturnya memakai VOLUME AUX.

  16. pak….ampli Toa ZA 2120 ,sering kebakar..ganti tr,kebakar lg. solusinya gmana ? asumsi yg ada kami pake 4 corong TOA yg dh ad matchingnya !

    1. Pastikan semua pengkabelan bagus. Artinya tidak ada yang “konslet”.
    2. Pastikan pemasangan trafo matching sudah benar. Biasanya di manualnya ada petunjuk pemasangan.
    3. Kalau sudah memakai trafo matching, pastikan di ampli TOA terpasang pada terminal COM – 100V dan hanya terminal itu saja yang dipakai.
    4. Pada ampli TOA biasanya ada indikator “PEAK”. Usahakan indikator tsb tidak menyala MERAH secara terus menerus pada saat beroperasi. Kalau menyalanya berkedip-kedip sih, masih OK. Tapi kalau menyala secara “manteng”, maka itu indikasinya suara input ada yang terdistorsi. Suara yg terdistorsi apabila dimasukkan ke ampli, maka menyebabkan ampli bekerja tidak pada level yang aman.

  17. pak apa bedanya ampli TOA ZA 2120 dan TOA PA ZA1121 makasih ?

    Setahu saya, ZA-1121 itu type lama mas, sekarang udah discontinued (tidak diproduksi lagi), sebagai gantinya adalah ZA-2120.
    Secara power output, keduanya sama-sama 120 watt.

  18. BM servis @ 2013-07-22 19:18

    salam,,mas,horn ZH-5025 BM kok di”pantanya”ada selektor itu fungsinya buat apa y mas? kalo saya pakek 4 buah,PA nya pakek ZA-2128 MW,pasangnya gimana mas?diparalelkah,dan selektornya diarahkan kemana? trims…

    ZA-2128 MW adalah 2 x 120 watt (stereo) ya pak.
    Jadi ZH-5025BM sebanyak 4 buah, diparalel saja di atas. Kemudian di sisi amplifiernya, silahkan menggunakan salah satu output (bisa kiri atau kanan, pilih salah satu) pada COM – 100V.
    Sayangnya, untuk selektor yg di “pantat” ZH-5025BM saya kok lupa. Bisa diposting, pilihannya apa saja ?

    Dengan ZA-2128MW, bapak masih bisa mempergunakan out satunya lagi, untuk men-drive speaker dalam.

  19. Assalammu’alaikum, salam kenal Mas Agung
    saya mau tanya, sebentar lagi Puasa Ramadhan akan berakhir, dan rencananya malam takbiran akan ada pawai keliling, otomatis membutuhkan ampli + TOA dan membutuhkan power dari ACCU.
    Apa saja yang dibutuhkan untuk mensetting ACCU + AMPLI +TOA

    Mohon pencerahannya.

    Terima kasih.

  20. Ass wr wb, terima kasih mas artikel yang sangat membantu, di mesjid tempat saya tinggal selalu bermasalah dengan speaker dan saat ini sedang dibangun 2 lantai Insya Alloh saya akan coba sampaikan apa yang saya dapat ini………………… semoga Alloh selalu meridhoi…aamiin

  21. Assalamu’alaikum
    Mas numpang tanya, masjid mau mrangkai sound.
    Ukuran lntai 1 20 x 20, Lntai 2 20 x 15
    Idealnya dipasang berapa speaker dan amplifaer (toa) apa yang cocok mas.
    Untuk atas sudah pkai horn 8 buah tnpa trafo n ampli rakitan sendri
    Sbelumnya terima kasih

  22. susanto hadi @ 2013-08-09 13:10

    Asww.
    1. Bagaimana kalau pemasangan dalam satu Ampli toa saja (boleh ngga) misalnya type ZA 2240 dengan Speaker Horn 4 buah tanpa MT masing2 25 w, dan 4 buah speaker column masing2 30 w.

    Horn-nya harus dipasang MT mas, jadi dibutuhkan 4 buah MT. Kesemuanya lalu diparalel dengan 4 buah speaker column dan dipasang di COM – 100V. Utk perhitungan kasar dayanya, horn => 4 x 25 = 100 dan speaker dalam => 4 x 30 = 120, sehingga secara total = 220 watt. Sehingga dari perhitungan kasar tsb, masih bisa menggunankan ZA-2240.
    (Bisa tolong skemanya/gambar wiringnya ) terima kasih……

  23. Ass, mohon dibantu mas, kalo zh-5025b itu impedansinya 16 ohm ? kalo 16ohm berarti MT bawaan pabrik (8ohm) colokannya dipindahin ke 16 ohm, begitu bukan ?, di mesjid ada Horn merk BOSCH, tapi dak ada tulisan inpedansi, biasanya horn merk BOSCH high impedansi atau low inpedansi ?, nuhun

    Untuk merk BOSCH, mohon maaf pak, saya belum pernah menggunakannya sehingga saya juga tidak tahu apakah dia low impedansi atau high impedansi

  24. musola ridlollah @ 2013-08-15 09:29

    ass….mas minmin… mo nanya lo amplifier tipe ZA 2060 tu idealnya kan 60watt… tapi diblkangnya ada tulisan max 90watt… trus rencana kita mau masang buat musola ukuran dalam 8X9 make speaker couloum 1buah zs-102 c 10 wat dan 3 corong tipe ZH-5225BM masing2 25 watt… ampli nya kuat gak…? mkasih

    Untuk bisa-nya sih bisa pak. Tapi, hasilnya pasti suaranya lemah.
    ZA-2060 idealnya hanya untuk 2 buah horn.
    Jadi kalau anda ingin memasang 3 buah horn dan 1 buah speaker column, silahkan pake yang ZA-2120.
    Atau kalau mau tetap pake ZA-2060, horn-nya cukup 2 buah saja pak.

  25. aslmlkm numpng tanya…klau toa z 2120 corongnya 4 tanpa trafo matching suaranya kurang maksimal radius 200 mtr sudah sayup- sayup (terutama klau siang)… apa perlu penambahan trafo matching

    Mesti diketahui dulu, type horn yg mana yang anda pakai? apakah yg seri ZH-5025B atau yg ZH-5025BM (ada huruf “M”) ?
    Kalau yg anda pake yg type ZH-5025BM berarti sudah benar anda tidak memakai trafo.
    Berikutnya adalah di sisi ampli ZA-2120-nya anda hubungkan ke terminal mana?
    Kalau horn type ZH-5025BM (sudah include trafo matching di dalam horn), tinggal colokkan ke COM – 100V di sisi ampli.
    Kalau horn type ZH-5025B, silahkan beli trafo matching sejumlah horn yang ada. Kemudian di sisi ampli silahkan hubungkan di COM – 100V.

    Kemudian yang tidak kalah penting adalah, penempatan arah horn yang terpasang. Silahkan baca lagi artikel yang saya tulis, disana sudah saya jelaskan semuanya.

  26. assalam wr wb
    tanya mz. masjid kami menggunakan toa za2240
    diatas dipasang 3 horn toa trafo, namun tetap saja hornnya sering jebol spulnya.

    sebelunya tanya lagi kalu horn trafo dan tanpa trafobedanya apa??
    solusinya gimana yaa??

    ZA-2240 itu outputnya 240 watt mas, jadi idealnya untuk mendorong 8 buah horn.
    Horn seri ZH-5025B itu mempunyai impedansi 16 ohm (impedansi rendah). Sedangkan pemasangan trafo mathing, bertujuan untuk menyesuaikan impedansi rendah tsb ke impedansi tinggi yang ada di sisi amplifier TOA.
    Kenapa pake impedansi tinggi ? silahkan baca lagi di artikel saya tentang hal tsb.

    Sedangkan horn yg type ZH-5025BM (ada huruf “M”) di belakangnya, artinya di dalam horn tsb sudah include trafo matching. Jadi anda tidak perlu lagi memasangkan trafo mathing untuk dapat disambungkan ke COM – 100V amplifier TOA.

    Untuk masalah sering putus :
    1. Volume-nya silahkan dikecilin di bawah 50%.
    2. Kalau masih sering putus juga, tambahin hornya sehingga daya total horn yg terpasang adalah mendekati 240 watt.

  27. Ken Rayhan @ 2013-08-27 13:39

    Assalamu’alaikum
    Mas, di masjid kami memiliki amplifier toa za 2120, horn zh-5025BB 2 buah dan zh-5025B 1 buah, yang kami tanyakan bagaimana cara pemasangannya? apa perlu menambah trafo matching? terima kasih sebelumnya
    Wassalam

    zh-5025BB ? mungkin yang benar adalah zh-5025BM. Kalau ada akhiran huruf “M”, berarti di dalamnya sudah ada trafo matching. Kalau tidak yakin, silahkan dibongkar bagian belakangnya. Nanti akan kelihatan trafo di dalamnya.
    Kalau seri zh-5025B (tanpa akhiran huruf “M”), artinya itu butuh trafo mathing lagi, agar bisa langsung di paralalel dengan horn yang lain dan masuk ke COM -100 V di ampli TOA

  28. Assalamualaikum…
    mau nanya ni gan……
    Ampli ZA-2240 memakai horn 4 buah bisa gak……
    mohon pencerahannya?
    makasih

    ZA-2240 mempunyai daya 240 watt. Idealnya untuk dipasangkan dengan 8 buah horn.
    Pengalaman di masjid saya, pake 2240 dengan 4 buah horn, spul-nya sering putus. Sehingga saya tambahin horn-nya menjadi 6 buah horn. 2 buah horn diantaranya saya ganti spul yang 50 watt. Alhamdulilah sejak saat itu tidak pernah putus lagi spul-nya.
    Bisa saja sih anda pake 4 buah horn, tapi volume-nya diputar separuh saja.
    Atau, kalau nanti spul-nya putus, diganti saja dengan spul yg 50 watt.

  29. Assalamu’alaikum…
    mixer apa yang cocok untuk ampli TOA di masjid….?

    Semua mixer cocok kok mas. Dari mixer china sampe yg branded.
    Cuma saran saya, jangan pake yang rakita ya, karena kadang yg rakitan sering rewel.
    Kalau dana-nya ada, silahkan beli yg merk Yamaha atau sejenisnya

  30. assalamualaikum… sudah dua kali speaker horn kami rosak. yang pertama mungkin salah penyambungan + – . kedua, setelah sy perbetul sambungannya putih-com dan hitam-100v. ini juga menybbkan speaker sy rosak dan akan mmbeli lagi speaker. mohon tuan ajarkan sy cara yang betul, terima kasih

    Amplifier yang anda gunakan type apa? dan speaker yang digunakan juga type apa serta jumlahnya berapa?

  31. mas klo kurang dari target yg d gnkn pa tdk bermasalah?katakanlah type amplifier ZA-2240 sedangkn speakernya(complit MT/BM)cuma 3 bh atau di bwh standar 240 watt,masalahnya mo di tambah masjidnya ga trllu luas & mesin amplifiernya dh terlanjur di beli.mhn penerangannya,,!

    Bisa aja pak, asal volume-nya jangan dimaksimalkan. Biar awet, setel kurang dari separo pak.
    Karena, menurut pengalaman di masjid saya, pakai ZA-2240 dengan horn 4 buah, volume berada di 70% hasilnya horn putus melulu.
    Begitu saya tambahin horn sehingga menjadi 6 buah, dengan salah duanya saya ganti spul 50 watt, alhamdulilah gak pernah putus lagi.

  32. atur nuhun cak … wah sekarang jadi paham aku, kalo dulu biasanya asal pasang wae, ya.a semoga ini jadi amal sampean amin

  33. mas butuh solusi nih,..masjid kami punya 2 ampli ZA 2120. 1 untuk luar speaker horn 16 ohm 4buah, dan satuny lg untuk 2 speaker dalam. keua ampli tersebut disambung ama mixer yamaha MG 166 CX. suara kenceng yang jd masalah suarany kurang enak (kurang halus). ap salah ngatur mixerny ya mas?

    Yang kurang enak suara yang mana pak?
    Konfigurasi-nya seperti apa?

  34. yang luar mas, sperti tertahan (kurang los) kerasny udah dapat maz.
    klo konfigurasi dalam memang gak sama dengan contohny jenengan kami pasang pojok belakang menghadap depan, sementara suara dalamny enak maz. yang jadi masalah suara luarny maz. ap salah buka mixerny ya mas?

    Gimana kalau dipasangin Trafo Matching ? trus habis itu dipasang di COM – 100 V ?

  35. assalamu’alaikum……. setelah saya lihat speaker luar kabel hitam pada speaker dijadikan satu yang putih pun sama trus disambung ke COM – 4 ohm. (itu nmnya sambungan Seri ya maz?). Klo mu di ubah ke paralel carany gmn maz?
    sedangkan yg dalam dipasang sama seri ke Com – 100V. seumpama nanti ditambah dua lg jd 4 gmn maz dgn ampli ZA 2120 speaker kolomny ZS 202 C1.
    maaf maz ber tanya trus, makasih atas solusiny…
    salam silaturrahim dari kami.

    Seperti yang anda tulis itu, adalah sambungan paralel.
    Lihat dulu seri horn-nya pak, apakah ZH-5025B atau ZH-5025BM. Karena kedua type ini beda perlakuannya.

    Yang ideal, adalah pada sisi ampli di pasang pada COM -100V, tetapi HARUS DILIHAT impedansi di sisi horn, makanya silahkan pastikan dulu.
    Kalau perlu, silahkan di foto saja susunannya. Nanti saya bisa bantu.

    Sebagai gambaran, kalau horn-nya memakai ZH5025B :
    maka anda HARUS MENAMBAH trafo matching sejumlah horn-nya. Jadi di masing2x horn, harus ditambah trafo matching. Kemudian di sisi ampli. masuk ke COM -100V

    Tetapi kalau horn-nya yg type ZH5025BM (ada huruf M)
    Itu artinya, di dalam horn udah ada trafo matching (udah bawaan dari TOA).
    Anda tinggal pasang di ampli pada COM – 100V

    oh ya, utk konsultasi lebih enak, silahkan kirim email saja ke agungudik at gmail dot com

  36. deden ruswandi @ 2013-11-22 14:07

    asslamualaikum pa,,,
    Pa maaf nih ane mau minta ilmunya lg,,,sy mau mengembangkan speker MUSHOLLA saya pake mixer,,dgn type mixer saya KA902B,,,Di musholla saya ada ampli 60 w sama 30 w,,,speker corong 2 udah pke trafo( yg waktu itu sy beli dr glodok atas info dr sampean) masing2 25 w sama spker coloum 20w,,,
    Gmn caranya ngonek ke mixernya sama apa nama masing2 dr terminalnya,,,kalau yg diertikel bp di atas namanya”LINE OUT R & L” ane kurang paham pa mohon infonya,,,syukron

    Sepertinya, skema yang saya tulis cukup gampang untuk dipelajari.
    Line out R dan L adalah jalur output pada mixer, yang biasanya terdiri dari 2 jalur, yaitu R (right) dan L (left).
    Kalau anda sama sekali kurang paham tentang masalah L dan R ini, saya sarankan silahkan anda mendatangkan orang yang tahu tentang elektronika, karena masalah L dan R ini adalah sangat basic di elketronika. (takutnya anda tidak bisa membedakan juga, mana OUT dan mana IN :-) he..he…he… maaf )

  37. Assalamu Alaikum Mas, saya ,mau naya “Masjid Kami memakai Ample Merk BMB GA-3000 rencana kami mau nambah Ampli 1 lagi merek TOA ZA 2115 apakah bisa mas, bgmn cara instalasinya karena kami tidak ada Mixer, trims mas….

    Maaf mas, saya koreksi. Mungkin yang anda maksud adalah TOA ZA-2120 (120 watt).
    Yg gampang gini aja, ampli BMB GA-3000 dibuat khusus untuk mendrive speaker dalam masjid saja.
    Sedangkan untuk ampli yang baru (TOA ZA-2120) untuk mendrive horn/corong sebanyak 4 buah.
    Kalau tidak ada mixer, anda terpaksa menggunakan mic berbeda untuk ke dua ampli tsb. Atau, anda bisa memanfaatkan “REC OUT” di sisi ampli TOA untuk dimasukkan ke input ampli BMG

  38. mas mimin,saya mau tanya
    saya pny 1 amplifier,1 toa utk adzan dan 2 speaker utk di dalam ruangan, 1 mikropon.
    nah bagaimana cara memisahkan antara suara luar dengan suara di dalam ruangan dengan 1 tombol?
    lalu jenis tombol seperti apa yg bagus utk aplikasinya?
    tolong bagi2 ilmunya atau klo bisa dengan gambar instalasinya bisa dikrm ke email saya conickmilan@gmail.com
    Matur Nuwun

  39. tolong penjelasan ya……,saya pakai amplifaer merk toa za-2120,dengan speaker corong toa 25 watt 3bh ->metching&1bh speaker zs-102C di paralel ke com 100V.apakah sudah benar…………………..,semana posisi volume master……..,posisi volume mix yang benar……….[tolong di jelaskan pak sebab saya takut jebol]

    Untuk susunan dan jumlah beban yang ada, sepertinya sudah benar pak.
    Pada saat awal, setting di posisi 0 untuk semua volume, baik master maupun input mic.
    Kemudian buka sebesar 25% untuk posisi volume master, setelah itu, buka perlahan-lahan untuk volume mic, sambil melakukan test vocal.
    Terus buka secara perlahan-lahan untuk volume mic ini, sambil test vocal dan juga perhatikan lampu indikator peak.
    Usahakan lampu indikator peak tidak menyala secara konstan saat test vocal. Kalau hanya menyala secara simultan (kedip-kedip) masih bisa ditoleransi.
    Kalau pengaturan volume mic sudah selesai, silahkan dilanjutkan dengan pengaturan volume master, sampai didapatkan hasil yang sesuai.
    Insya Allah aman pak :-)

  40. Ass Mas, mau nanya ne, dimasjid kami sudah dipasang/penambahan 1 unit ampli ZA-2440 yang sebelumnya kami pake BMB DA-3000, Indor Speker BMB, speker HORN pake TOA low Impedansi (ZH 5025 B) suaranya ok /tdk ada masalah (kuat),beberapa mingg yg lalu kami beli i unit ampli TOA baru tsb diatas dgn harapan suaranya lebih kencang lagi dari ampli BMB DA-3000, dan telah kami pasang matching MT-351 = 35 watt pada pd speker horn tapi kami agak kurang puas mas kayaknya hasilnya tidak seperti yang diharapkan malah suaranya kurang kuat dari speker low impedansi yang pake BMB, kalau dipaksain takutnya amplinya rusak karena kami sudah mengikuti SOP yang telah ditetapkan TOA Corporation. mohon solusinya mas karena kami telah mengikuti dgn benar tentang petunjuk pemasangan dari ampli – Matching – Horn. untuk diketahui mas Horn speaker yg kami pake ZH-5025 B sudah pake Matching MT-351 = 4 unit, speker colom ZS-102 = 2 unit. trims Wssalam

    Ok, jadi konfigurasi-nya seperti ini : (mohon kalau salah, dikoreksi)

    - 1 buah ampli TOA ZA-2240 (240 watt)
    - 4 buah horn ZH-5025B
    - 4 buah MT-351
    - 2 buah ZS-102

    Harusnya, itu sudah kenceng banget pak kalau pemasangannya betul.
    Utk make sure aja, apakah pemasangan Ampli – MT- Horn sudah betul ?

    1. Ampli pada COM – 100V
    2. MT yg ke ampli di 0 – 400 ohm
    3. MT yg ke horn di 0 – 16 ohm
    4. Horn, pada 0 – 16 ohm

    Kabel yang ke ampli cukup sepasang saja khan pak? baru di ujung-nya nanti
    diparalel untuk selanjutnya masuk ke masing2x MT.

    Apakah ada yg terbalik ? mestinya do output tapi masangnya di input?
    Oh ya, kabel PUTIH horn, itu ke terminal COM di sisi ampli ya pak, dan
    kabel HITAM itu ke terminal 100V

    Coba di cek sekali lagi secara lebih teliti pak.

  41. SOP penggunaan ZA-2440 gmn safetynya mas,
    1. seperti yg saya uraikan diatas Horn = 4bh zh 5025 + matching mt-351, coloum 2 bh zs-102, sementara kapasitas untuk ampli za-2440 = 240watt = 8 horn speker, kami hanya pake horn = 4 buah + coloum zs-102 = 2 buah.
    dan penyetelan audio mic 1,2,3 dilevel 50%, Volume masster juga sama = 50%, ketika dipake untuk azan lampu indikator merah/peak selalu menyala kedap-kedip, sekali2 hidup/nyala terus tergantung tinggi rendahnya sura si muazin, karena kami menginginkan suara yg keluar kuat, kalau dikecilin volume mic tentunya oudio output kurang kuat memang indikator peak ngak nyala, solusi terbaiknya gmn mas?

    2. emang bener kapasitas horn yg kami pake tdk sebanding dgn amplinya, ke-4 horn tsb @25 watt x 4 = 100 watt + Coloum zs-102 = 10 wattt = 20 watt, total = 120 watt apabila kami ganti spool horn yg 25 watt ke 50 watt agar sebanding dgn daya output ampli bisa ngak mas tanpa mengganti mt-351 yg kapasitasnya hanya 35 watt saja, dan berapaan harga @ spool 50 watt /pcs mas, trims – wassalam anas

    Boleh diuraikan cara pemasangan pada terminal2x, baik di sisi ampli dan disisi speaker ?
    Mengingat, anda memakai speaker BMB yg mempunyai impedansi rendah, mestinya ada treatment lain lagi kalau speaker-speaker yang digunakan tidak sejenis impedansinya.

  42. wiyono alwi @ 2014-02-03 09:00

    mohon maaf,mau tanya ,saya mau menata ulang rangkaian dalam toa speaker colum,di seri atau di paralel ? ataukakh seri-paralel,sbb saya menjumpai speaker ini sdh direkondisi tanpa kumparan balance,saya ingin menata kembali seperti rangkain asli pabriknya,tp saya tidak menjumpai bagaimana rangkaian aslinya,makasih..!

    Mohon maaf pak, saya tidak pernah melakukan rekondisi speaker column.
    Saran saya sih, mending beli baru, karena kalau dilakukan rekondisi, bisa saja perhitungan impedansinya meleset.

  43. mw tnya jg ttg za 2240.. Sya baru beli,, Knpa dpke gk lama ampli panas bnget. Trus suara putus2. Ampli dpke buat 3 horn. Sya ambil di com -100v. Apa yg slh ?

    Horn yang dipakai type yang mana ? konfigurasinya apakah sudah betul? silahkan baca manual-nya atau di artikel saya, sudah dijelaskan secara gambang.

  44. nah, itu dia. Knpa kalo wajib pke trafo, knpa gak yg type ZH-5025BM saja yang d keluarin dari TOA.. Namanya juga yg pke org byk, gk smua org faham hal ini. Gk tau prbedaan type itu. Yg penting beli corong bisa buat HALO HALOOO…
    Skrg 3 corong d mushola saia matek semua..
    Hahahaha… Produk TOA laku lagi tu spulnya.. Plus trafo matching.. Krn 3 corong itu hrus d gnti smua spulnya..

    Bisa aja tanpa trafo matching, di sisi amplifier TOA-nya dipasang di COM – 4 Ohm. Tapi, maksimal horn yang boleh terpasang hanyalah 4 buah saja dan kabel-nya harus yang besar, paling tidak 2 x 1.5 dan jangan terlalu panjang.
    Selamat mencoba.

  45. Mas mau nanya juga nihh.. Dimasjid kami sekarang memakai 2 PA TOA 120W dan 240W satu PA untuk horn diluar dan satu PA lagi untuk speaker coloum didalam masjid dengan satu mixer. rencana kami akan mengganti PA yang untuk didalam dengan Ampli dan speaker BMB karena speaker coloum yg ada suaranya tidak bisa didengar dengan jelas dan kalau sedikit dikeraskan langsung feedback. Yang saya tanya bagaimana configurasinya nanti kalau pemasangannya dengan satu mixer dan 2 Ampli satu PA TOA dan satu lagi PA BMB. sedangkan ampli BMB perlu output stereo kanan dan kiri. Apa bisa cara pemasangannya sama dengan gambar diatas sedang output mixer cuma kebagian satu line saja dan satu lagi masuk keAmpli yg berbeda….

    Konfigurasi anda, sama dengan yang ada di masjid saya pak. Dan so far so good.
    Saya yakin, itu salah di pemilihan dan penempatan speaker saja.
    Jadi, saran saya mendingan di konfigurasi ulang untuk susunan speaker columnya pak.
    ZA-2240 itu output 240 watt, cukup untuk mengangkat 12 speaker column ZS-202C (20 watt). Dan speaker sebanyak itu, cukup untuk menghandle masjid ukuran 25 x 25 meter lho pak.
    Sementara, untuk ZA-2120, bisa untuk menghandle 4 buah horn/corong dan ini sudah cukup untuk 4 penjuru mata angin.
    Silahkan pak, kalau ada yang bisa saya bantu kasih saran, kirim ke email saya ukuran masjid-nya, berikut konfigurasi dan susunan speaker yang ada.
    Insya Allah akan saya bantu buatkan gambar dan konfigurasinya

  46. assalamu’alaikum……..slam kenal mas agung…
    mau mint solusinya mas masjid kami menggunakan amplie TOA ZA-2120, trus disambungkan ke speaker 16 ohm tanpa trafo 4 buah ke com – 4ohm…tau tau kok ampliny mati mas (lampu power masih nyala). ap yg perlu kami benahi mas….sebelumny matur suwun solusiny…

    Menurut hitungan, harusnya anda memparalel 4 buah horn 16 Ohm, agar bisa disambungkan langsung dengan COM – 4 Ohm. Ingat 1/Rs = 1/R1+1/R2+1/Rx + …
    Kalau anda cuma punya 1 horn, solusinya adalah beli trafo matching.
    Untuk amplifier-nya, silahkan bawa ke tukang service ampli TOA ya pak. Kalau service biasa yg gak pernah pegang TOA, nanti bisa berabe :-)

  47. sebelum mati ampli klo digunakan panas banget mas..trus yg ini jg gitu mas panas….klo sy baca artikel diatas ap krn kabel terlalu panjang ya mas (30m) kmrn udah sy ganti ukrn kabel 2 x 1,5. tp panjangny sama 30m…

    Anda memakai berapa horn yg 16 Ohm pak ?
    Apakah hitungan impedansi-nya sudah sesuai ?

  48. 4 horn yg 16 ohm….
    klo ampli TOA ZA-2120 impedandny minim brapa? max brapa?

    Secara hitungan, 16 ohm dengan diparalel menjadi 4, maka impedansi total adalah 4 ohm. Dan sudah benar anda memasang di COM – 4 Ohm.
    Untuk impedansi min dan max dari ampli TOA, silahkan dilihat di terminal box bagian belakang.
    Untuk aman-nya sih, beli trafo matching sebanyak horn yang ada, lalu dipasang di COM -100V.
    Sepanjang pengalaman saya, tidak ada masalah di masjid kami.

  49. H.mohamad aldi @ 2014-03-09 08:14

    Masjid saya menggunakan ampli za.2240 (dari donatur) kalo yang luar pake za.1121 horn 4 buah + matching trafo untuk mendorong column speaker toa 20 watt 6 buah dengan ampli za2240 apakah aman bagi column speaker tersebut? Wass

    ZA-2240 power ouputnya adalah 240 watt. Speaker column 20 watt x 6buah, aman pak apabila didorong oleh ZA-2240 asal volume-nya jangan terlalu maksimal.
    Saran saya, karena ampli yang ada adalah powernya besar, mending untuk column speaker-nya ditambah lagi agar dipastikan tidak ada blank area di masjid.

  50. H. Mohamad aldi @ 2014-03-10 18:35

    Kepada admin minta tips atau cara supaya column speaker zc.202c aman di pasang di teras masjid wass.

    Maksud dari “aman” itu apa ya pak ?

  51. H. Mohamad aldi @ 2014-03-11 18:24

    Maksudnya aman itu, Supaya tidak di curi orang. Soalnya masjid kami baru di pasang 4 buah column speaker zc.202c di terasnya salah seorang jama’ah meminta supaya column speaker itu di lepas supaya tidak di curi orang. Jadi terpaksa saya lepas dulu untuk sementara buat pencegahan

    Oh itu maksudnya.
    Sepanjang pengalaman saya sih, jarang pak speaker column di curi.
    Tetapi kalau mau aman, silahkan dipasang semacam kerangkeng dari besi ukuran 5 mm. Mesti melibatkan tukang las pak, lalu “kerangkeng” ini dibaut ke tembok dan dibuat baut sebanyak mungkin.
    Atau bisa juga “kerangkeng”-nya dibuat bisa buka tutup dengan dilengkapi gembok.
    Jangan lupa untuk finishing, besi-nya dicat warna hitam, biar tidak terlalu mencolok.

  52. bagi agan2 yg kebesaran ampli & horn sering terbakar solusinya :
    1. Tambahkan elco 100 uf / 450v di output ampli dipasang seri, kaki + sambungkan ke terminal 4 ohm yg kaki – ke horn.
    2. volume ampli jgn melebihi separoh, insya Alloh tdk apa2.

  53. maspri maseanto @ 2014-03-18 21:26

    Assalamu’alaikum!
    Mas Agung, saya mau ikut nyumbang pertanyaan. Supaya bisa berguna buat saya dan orang yang lainnya juga. Saya sedang “gandrung” dengan acara merekam kajian Islam atau kutbah Jum’at. Karena saya jadi punya bahan “perdengaran” pengganti musik, juga sebagai sarana penyimpan ilmu. Selama ini cara merekam saya adalah dengan hape “bebe” yang saya letakkan langsung di depan pembicara atau loudspeaker. Hasilnya cukup bisa didengarkan dan dengan format file “.amr” ukuran filenya kecil, bisa seperdelapan dari ukuran file “.3ga”. Yang jadi masalah adalah ruangan masjid yang luas dan sound yang distel pake “echo”. Apalagi kalau volume dikeraskan, suara pembicara tertelan oleh gaung. Kadang kala karena suara loudspeaker terlalu keras dan hape saya terlalu dekat, suaranya jadi parau atau “ngebrebet” istilahnya. Kalau sudah begitu, saya pasrah dan cuma bisa berusaha mengingat2 saja hasil kajiannya. Pertanyaan saya adalah:
    1. Apakah saran yang bisa saya berikan buat “soundman” supaya audience bisa mendengar ceramah dengan jelas dan saya bisa merekam dengan hasil yang bagus.
    2. Apakah ada merek Mixer atau Amplifier yang ada perekamnya, yang dari microphone pembicara bisa langsung direkam. Ataukah ada alat tambahan yang harus disambungkan ke Amplier.
    3. Apakah ada alat perekam portable yang bisa “tidak terpengaruh echo” supaya di manapun saya letakkan suaranya bisa jelas.

    Demikian. Terimakasih dan Jazakillah…

  54. suriansyah @ 2014-03-31 20:57

    Bang Agung, di mesjid saya pake PA TOA ZA 2240 dengan 4 buah speker horn ZH652MD. Awalnya semua spull putus, asumsi mungkin grounding ga bagus. Kemudian kami pasang grounding di body dan surge protector di panel listril. Informasi spull diganti dengan 4 x 50 watt dgn volume 3/4 beberapa bulan kemudian semua spull putus lagi. Klo menurut pengalaman Bang Agung kalo pake speaker horn 4 x 25 watt beberapa bulan kemudian putus, klo kasus yang saya alami bagaimana yah?

    trims

    Sepanjang pengalaman kami, penyebab horn mudah putus itu ada beberapa hal:
    1. Salah pasang high/low impedance.
    Pastikan semua horn di paralel dan masuk ke COM-100V (karena type ZH652MD termasuk high impedance, sehingga tidak memerlukan trafo matching tambahan lagi)

    2. Pengaturan suara yang salah
    Seperti kita ketahui, bahwa horn itu mempunyai range frekwensi tertentu dimana untuk frekwensi low (bass) memang tidak termasuk. Sehingga pastikan setting suara untuk dikeluarkan ke horn ini, frekwensi rendah-nya jangan terlalu besar/sekecil mungkin (bass-nya jangan terlalu besar)

    3. Power ampli tidak sesuai dengan total power horn.
    Misalkan, ampli 240 watt, kita umpankan ke 4 buah horn 25 watt (ZH-5025) yang mempunyai total daya hanya 100 watt. Berdasarkan pengalaman kami, horn tsb tidak berumur lama. Solusinya adalah dengan menambah jumlah horn sehingga total power-nya sama dengan power ampli yang ada.
    Dalam kasus anda, mungkin bisa ditambahkan lagi 1 buah ZH-ZH652MD lagi, dan semua spull memakai yg 50 watt.

  55. Ass.WW. Mas Agung Yth. Lain pula halnya yang terjadi di Mesjid dekat saya tinggal. Pengeras suara memakai ZA2240 dengan dua buah mic. Yang satu mamakai condencer mic untuk imam, dan yang satu lagi Dinamic Microphone untuk khatib. Yang bermasalah adalah Mic khatib ini yang suaranya hilang-hilang timbul. Apabila khatib bicara sepenggal-sepenggal maka suara bagus, tapi pada saat tertentu khatib bicara terus menerus dalam beberapa detik, suara hilang. Apa yang menyebabkan suara ampli hilang timbul seperti itu? Wassalam

  56. Assalamu’alaikum wr.wb
    Mas mau tanya,di masjid saya menggunakan Wireless Beyer Wireless Michrophone UHF R-800, ketika di setting ke mixer targa,PMX802 suaranya kecil seperti di redam, bagaimana cara seting agar suaranya tidak meredam (kecil) sedangkan untuk mic azan, tidak ada masalah dari suaranya, untuk kekuatan powernya menggunakan power visioner p9500s dengan 4 buah spekaer di dalam, dan 8 buah spekaer di menara, mohon pencerahannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Add your comment now