500px-speaker_icon_svgPernahkah kita ketika khotbah jumat berlangsung pada suatu masjid tetapi tidak jelas apa yang disampaikan oleh khotib ? Suara bergema, dari luar kedengaran keras tetapi artikulasi dari khotib tidak terbaca dengan baik. Atau pernahkan kita mendengarkan suara azan di masjid yang cempreng atau ‘krepek-krepek’ (dalam istilah jawa adalah ‘mendhem’). Atau pernah juga kah kita mendengar suara pengumuman dari pengurus mesjid yang menyatakan bahwa ada warga yang meninggal dunia, tetapi tidak jelas siapa nama orang yang meninggal tersebut dikarenakan suara speaker-nya memantul tidak karuan karena kebanyakan echo ?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kualitas sound system yang terpasang dalam sebuah masjid.

1.Design awal

Apabila kita ingin memasang sound system di masjid, langkah pertama yang wajib kita lakukan adalah melakukan design awal berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Misalkan lebar dari masjid, model atap/platform, type dinding dan lantai.

2.Pemilihan equipment/peralatan

Setelah kita mengetahui kubutuhan nyata di lapangan, langkah selanjutnya adalah menyediakan peralatan yang sesuai.

Untuk luas masjid 15m x 15m, tidak mungkin kita memasang speaker dalam hanya sejumlah 2 buah, melainkan minimal 4 buah speaker dalam.

Atau, kita akan memasang 4 buah horn speaker di atap masjid, maka yang kita perlukan adalah sebuah amplifier yang berdaya minimal 4 x 25 watt (daya speaker horn 25 watt) = 100 watt.

Boleh saja kita mempergunakan amplifier rakitan, tetapi yang harus diperhatikan adalah impedansi output dari ampliefier rakitan kita (yang biasanya 8 ohm), harus matching dengan impedansi speaker horn yang terpasang dan harus diperhatikan pula apabila speaker lebih dari satu karena impedansinya juga akan menjadi lebih kecil sesuai rumus yang berlaku.

Akan lebih rumit lagi apabila kita hanya mempunyai sebuah amplifier rakitan dan harus mensupply speaker horn dan juga speaker dalam, karena daya yang diperlukan harus lebih besar dan faktor impedansi dari susunan speaker horn serta speaker dalam yang dipasang secara paralel.

Untuk kondisi jumlah spaker yang banyak adalah lebih baik memilih jenis speaker yang mempunyai impedansi tinggi, bukan speaker-speaker yang biasa kita gunakan untuk home audio yang rata-rata mempunyai impedansi 8 ohm.

Lebih aman kita menggunakan 1 merk saja dari equipment inti yang akan kita pasang. Karena antar satu equipment dengan yang lainnya sudah didesain untuk bisa matching. Misalkan untuk amplifier dan speaker horn serta speaker dalam menggunakan merk TOA. Bukannya saya mempromosikan TOA, tetapi berdasarkan pengalaman saya memasang amplifier rakitan dan saya pasangkan dengan speaker horn maupun speaker dalam dengan jumlah banyak, maka hasil yang didapat sangat jauh dari memuaskan.

3.Pemasangan dan setting equipment

Kita sudah mempunyai equipment yang bagus, tetapi apabila dalam pemasangannya tidak mengikuti petunjuk teknis yang ada, maka hasil yang didapat akan tidak memuaskan bahkan bisa menjadikan equipment tersebut rusak.

Contohnya adalah pada pemasangan amplifier merk TOA yang akan di pasangkan dengan speaker horn.

Seperti yang kita ketahui bahwa, amplifier TOA menyediakan output pada impedansi tinggi 330 ohm dan speaker horn TOA terdiri dari 2 type yaitu yg low impedansidan high impedansi. Yang low impedansi bertype ZH-5025B. Untuk menyambung dengan amplifier TOA, maka diperlukan sebuah trafo matching. Sedangkan type yang high impedansi adalah ZH-5025BM (dengan tambahan huruf “M”). Untuk type ini, apabila dihubungkan dengan amplifier TOA, tinggal dicolokkan begitu saja padaCOM – 100V (pada output amplifier TOA, lihat gambar).

Apabila speaker horn yang dipasang lebih dari 1 buah, maka yang dilakukan adalah menghubungkan secara paralel speaker horn yang ada. Tentu saja jumlahnya harus disesuaikan dengan power amplifier yang dimiliki.

Yang perlu digaris bawahi adalah, TIDAK BOLEH MENYAMBUNGKAN OUTPUT DARI AMPLIFIER TOA SECARA BERSAMAAN, sudah ada dalam tulisan di atas panelnya yaitu “DO NOT USE THESE 4, 70V AND 100V TERMINALS AT THE SAME TIME”, contohnya adalah COM – 100V untuk speaker horn, kemudian COM – 4 untuk speaker dalam. Mungkin tujuannya baik, yaitu menghemat equipment dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, tetapi tindakan itu adalah salah besar yang akan mengakibatkan amplifier menjadi terbakar.

4.Tata letak/penempatan speaker

Yang terkadang salah kaprah di antara kita adalah, memasang speaker tepat di pojok-pojok ruangan. Akibat dari penempatan yang demikian adalah pada posisi tepat di depan mimbar suara justru menjadi lemah dan pada posisi yang lain akan menimbulkan gema sehingga artikulasi dari suara khotib tidak dapat terbaca dengan jelas.

Untuk konfigurasi yang lebih baik, silahkan perhatikan gambar di bawah.

posisi-speaker Posisi speaker 1 adalah kira-kira 3 meter ke kiri dari posisi imam/khotib dan speaker 2 juga 3 meter ke arah kanan. Sedangkan untuk posisi speaker 3 dan 4 adalah separuh dari jarak depan ke belakang.

Apabila ruangan lebih dari 15 x 15 meter, maka perlu ditambahkan jumlah speakernya sehingga posisi speaker 3 dan 4 adalah 5 meter dari depan, kemudian speaker 5 dan 6 adalah 5 meter dari posisi speaker 3 dan 4. Disamping itu perlu ditambahkan pula ceiling speaker yang tergantung platform untuk mengisi kekosongan suara di tengah.

Sedangkan untuk penempatan speaker horn, yang diperhatikan adalah arah dari “corong”-nya, jangan terlalu mengarahkan “corong”nya ke atas, tetapi sedikit diturunkan sudutnya kearah bawah (dengan asumsi penempatan di atas masjid).

Selain itu, perhatikan arah depan dari “corong”-nya, jangan sampai speaker horn ini berhadapan dengan tembok atau penghalang karena akan mengurangi jarak jangkauannya.

posisi-horn

5.Penambahan equipment yang tidak perlu

Tentu anda pernah mendengar suara azan dari sebuah masjid yang memantul-mantul tidak karuan akibat terlalu banyak echo. Dengan penambahan echo mungkin kelihatan lebih keren, tetapi kenyataannya suara yang dihasilkan justru tidak jelas sama sekali.

Kesimpulannya, jangan pernah berfikir untuk memasang tambahan alat echo di masjid karena pasti akan menghasilkan suara yang tidak enak didengar. Bukankah suara azan dan pengumuman dari masjid tujuannya untuk dapat didengar dengan baik oleh jamaah ?

6.Operator

Setelah semua equipment terpasang dengan baik dan benar, hal yang perlu diperhatikan adalah operator yang sehari-hari mempergunakannya. Karena tidak semua orang mempunyai pengalaman yang cukup dalam mengoperasikan amplifier, maka langkah yang bijaksana adalah menaruh semua amplifier, mixer ke dalam box yang terkunci sehingga orang yg akan mempergunakan tinggal tekan tombol ON/OFF saja.

Ini adalah salah satu contoh dalam pengemasan amplifier dalam sebuah box yang terkunci dan dilengkapi dengan kipas untuk membuang panas.

box

,
Trackback

69 comments untill now

  1. syarifudin ambon @ 2012-09-12 10:16

    perlu sosialisasi algi banyak umat yang tak faham

    #Syarifudin, sebetulnya ini bukan konsumsi ummat sih, tetapi lebih kepada pengurus masjid.
    Akan lebih baik lagi apabila, di dalam sebuah kepengurusan masjid, ada 1 orang yg ngerti teknis sedikit. Kalau memang tidak ada yang ngerti, ya…silahkan diserahkan ke teknisi saja, untuk urusan amplifier ini. Pengurus cukup menyediakan dana saja

  2. Untuk koneksi antar TOA jika kita menggunakan beberapa amplifier TOA. Misalnya ada 3 amplifer karena ada pembagian zona. Mic di pasang di ampli 1, ampli 2 dan 3 hanya menerima input dari ampli1. Bagaimana agar kita tanpa menambah mixer audio tapi bisa bekerja bersama sama.

    #Holiq Hudari, Untuk Ampli 1, anda bisa menggunakan fasilitas “REC OUT” yang di-inputkan ke AUX1 pada Ampli 2 dan Ampli 3.

  3. ssalamu’alaykum. Kalau saya memasang corong speaker horn di tower menaran 35 meter kaki 3. Karena dulu pernah dikomplain oleh rumah tetangga yang bising dengar suara gema adzan. Tapi positifnya suara sangat jauh. Lalu, di masjid saya suaranya pakai echoo yang panjang. Tapi echoo ini untuk mic adzan saja. Utk mic ceramah echoonya sedikit. Suara dalam dan luar terpisah pakai amplifier yang beda.

    #Albu Fitransyah, thanks atas sharingnya. Hanya saja, pengaturan echo harus benar2x bagus agar artikulasi muadzin dapat terbaca dengan jelas. Karena pengalaman saya dulu saat memasang echo, pada saat ada pengumuman “orang meninggal dunia” (yg biasa di umumkan via speaker masjid), masyarakat tidak dapat mendengar dengan jelas, walaupun suaranya sangat keras. Sehingga dgn melihat kenyataan seperti itu, echo masjid akhirnya kami buang.

  4. Di masjid kami sederhana sekali, hanya menggunakan Amply Merk TOA 200Watt, Pakai Horn Matching 25 watt 4 Buah, menghadap ke Utara,timur,selatan dan barat, juga memakai speaker columb 4 buah di dalam ruangan. tidak menggunakan alat tambahan seperti mixer dll, hanya menggunakan fasilitas yang disediakan oleh TOA. Tinggi Spekaer Horn +/- 21 meter saja. Alhamdulillah dengan pemasangan dan settingan yang tepat masjid kami menjadi masjid yang mempunyai suara paling lantang dengan kwalitas audio terbaik di Kecamatan kami… Yaitu Kec. Angsana, Kab. Tanah Bumbu, Kal-sel

  5. echoo panjang hanya untuk mic 2, yakni utk gema adzan, takbiran, dan sholawatan. kalau mic 1 itu echonya dikit/pendek dengan delay agak besar. jadi pengumuman pakai mic 1 saja. kalau adzan harus pakai echoo. soalnya bagai sayur tanpa garam

  6. Terimakasih pak, infonya sangat bermanfaat,,

  7. Fadhlulloh @ 2012-12-08 09:42

    minta sarannya, di masjid kami sekarang ada 10 horn speaker di menara, sedangkan di dalam masjid ada 8 speaker box TOA. rencana akan membeli TOA ampli baru, kira – kira berapa Ampli dan seri berapa yang kami butuhkan agar suaranya enak didengar, sebab sekarang ini kami menggunakan power jadi tidak berani mengeraskan suaranya, sudah sering jebol.

    Akhi @Fadhlulloh.
    Apakah 10 buah horn tidak terlalu banyak ?
    Saya asumsikan anda memakai type ZH-5025BM / daya=25 watt, sehingga kalau 10 buah, daya yang dibutuhkan adalah : 10 x 25 watt = 250 watt.
    Type yang mendekati adalah Amplifier TOA type ZA-2240 (output maksimal 240 watt).
    Memang agak kasihan dengan ampli-nya, kalau anda memaksakan kondisi ini. Karena, ZA-2240 itu idealnya hanya untuk 8 buah horn yang masing2x mempunyai daya 25 watt.
    Tapi kalau mau dicoba, silahkan saja. Tapi saran saya, kalau suaranya kurang maksimal, silahkan kurangi menjadi 8 buah saja.
    Untuk pemasangan horn TOA dengan amplifier TOA, yang perlu diperhatikan adalah impedansinya. Kalau horn yang anda pake bertype ZH-5025BM itu artinya di horn-nya sudah ada trafo matching di dalamnya, jadi tinggal colokkan saja dengan COM – 100V pada sisi ampli-nya.
    Sedangkan kalau anda memakai horn type ZH-5025B (tanpa huruf “M”) itu artinya, horn tsb belum dilengkapi dengan trafo matching, sehingga anda butuh trafo matching yang dipasang di dekat horn. Kalau horn anda berjumlah 10 buah dan type-nya ZH-5025B semua, berarti anda harus berli 10 buah trafo matching.
    Dan pada sisi ampli, dicolokkan pada COM – 100V (sama dengan di atas).

    Sedangkan untuk speaker box yang di dalam, mesti tahu terlebih dahulu type-nya sehingga kita bisa menghitung daya yang dibutuhkan.
    Pada prinsipnya, cara penghitungannya sama dengan horn. Hanya saja pada speaker dalam ini tidak perlu pake trafo matching.
    Kalau total daya keseluruhan dari speaker box ini sudah diketahui, anda tinggal memilih type ampli TOA berikut :
    ZA-2030 –> daya outputnya 30 watt.
    ZA-2060 –> daya outputnya 60 watt.
    ZA-2120 –> daya outputnya 120 watt.
    ZA-2240 –> daya outputnya 240 watt.

    Semoga bermanfaat

  8. Assalamu’alaikum, nice info, jelas bermanfaat, semoga ada perbaikan kualitas sound system di Masjid/Mushola. Dan yang paling penting, dana umat ( Kas Masjid/Mushola ) tidak habis hanya untuk perbaiki sound system. Masih banyak kegiatan yg perlu dana.
    Jadi buatlah sound system dg benar agar lebih awet pakainya ( jangka panjang ).
    Wassalam,

    Wa ‘alaikum salam pak Tio.
    Terima kasih atas kunjungannya pak Tio. Semua yang saya tulis tentang per TOA-an ini khan, ilmu asalnya dari njenengan, saya tinggal mengikatnya menjadi tulisan saja, he..he..he…
    Matur suwun sekali lagi atas ilmu-ilmu yg telah dibagikan.

  9. Assalamuakum ww wb :di mesjid saya amplifier yang digunakan adalah amplifier rumah tangga 500 W, yang mempunyai Z = 8 ohm , untuk pengeras suara menggunakan horn toa 16 ohm 25 W. Sebanyak 8 buah horn. Masalah yang terjadi kumparan dari horn tersebut sering terbakar. Bagaimana mengatasinya ?

    #Hasan, sebetulnya tidak disarankan memakai ampli rakitan untuk dipasangkan dengan horn TOA, karena spesifikasinya tidak jelas.
    Jadi saran saya, agar spul horn tidak mudah putus, silahkan ganti amplinya dgn TOA. Kalau 8 buah horn TOA, cocokanya memakai ZA-2240 (harga sekitar 2 jt-an) dan jangan lupa horn-nya pake trafo matching, kecuali horn yang anda punya type yg sudah include trafo matching di dalamnya. (biasanya, bertype …..BM)

  10. Prasetyo @ 2013-01-20 00:51

    Assalamualaikum
    Numpang tanya, masjid perumahan kami berada di sudut perumahan, agar menyebar suaranya, saya me masang beberapa speaker ke beberapa tempat terpisah Lebih dari 200 meter dari power amply yang ada di masjid.
    Namun suaranya pelan banget.

    Kira-2 apa yang bisa saya lakukan ya ?
    (PA Za 2160, Speaker 3 unit 16 Ohm).
    Wasalamualaikum

    #Prasetyo…
    Apakah horn TOA-nya udah pake trafo matching? atau udah ada trafo matching yg include di dalamnya ?
    Kemudian pemasangannya di ZA-2060 apakah sudah sesuai ? Silahkan mengacu pada artikel saya di atas.
    Apakah pemasangan horn TOA sudah cukup tinggi ? dan arahnya tidak terlalu menghadap ke atas ? Adakah bangunan tembok di depan horn? Karena hal2x tsb sangat mempengaruhi.
    Yang terakhir, kalau ZA-2060 itu idealnya hanya untuk 2 buah horn TOA.
    Saran saya, yg ZA-2060 dipake untuk speaker column dalam saja dan silahkan beli 1 buah ampli lagi type ZA-2120 yang bisa dipasangkan dengan 4 buah horn TOA.
    Jangan lupa, trafo matching dan pemasangan terminal di sisi amplifiernya.

  11. asslamu’alaikum.
    meh konsultasi om, punya mushlla desa q amplifier TOA 30w. di bebani horn 1 and colum 1.
    kalau meh dibebani horn 1 lagi bsa g’ om?
    n’ ge5na solusine?

    #Raden….
    ZA-2030 (30 watt) sepertinya sudah pas kalau dibebani dengan 1 buah horn TOA. Kalau di tambah dgn 1 speaker column dalam, kasihan amplienya, bisa cepat panas dan bisa jadi cepat rusak.
    Apalagi akan ditambah 1 buah horn lagi, sepertinya bisa langsung mabok deh :-)
    Saran saya, yg ZA-2030 dibuat khusus speaker column untuk di dalam. Lalu silahkan beli 1 ampli lagi bertypa ZA-2060 kalau ingin memasang 2 buah horn TOA.

  12. Prasetyo @ 2013-02-01 01:27

    Mas Agung, terimakasih untuk pencerahannya.
    Jika kita menggunakan travo macching, berapakah jarak maksimalnya / idealnya?
    Karena kalau saya putar-2 ke beberapa tempat, bisa lebih dari 300meter.

    Terimakasih atas penjelasanya.

    Itulah salah satu kelebihan dari “high impedance” pak. Jadi panjang kabel tidak menjadi masalah, karena loss-nya sedikit.
    Silahkan pak, kalau mau dipasang sampai dengan 300 meter.

  13. Bang mo nya nih d mesjid dkt sy ukurannya 20×20 t,pk horn menara 4 buah d trlm 2 buah collum yg idealnya gmn

  14. Assalmualaikum…
    Pengen bikin sendiri speaker dalam pake speaker rumahan 8 ohm bisa gak ya ? Perlu apa aja? Pengen beli toa colum paling murah @ 425k, trafo mt @ 125k. ;-(
    Cuman buat mushollah kecil 2 lantai.
    Yg dah ada,
    1 Ampli toa 120w
    2 horn impedance 16ohm.
    Selama ini horn dipasang seri pada com 40v hasilnya aman2 saja. Pernah dulu pasang pararel pada com 40v, sebentar2 kudu ganti spul horn.
    Tolong solusi yg murah meriah ya…. Berat ngeluarin 425k + 2 x 125k ;-) serius…
    Wassalam…

    Pak Ruthar,
    Untuk horn 2 buah tanpa matching trafo, di gabung dg speaker biasa tidak menjadi masalah. Asal pasangnya di COM – 4 ohm semua.

    Cuma mesti diperhatikan, daya speaker dalam. Jangan terlalu besar. Karena daya amplifier cuma 120 watt.
    Kalau daya beban speaker over maka suara akan sember / amplifier panas dan akhirnya jebol / terbakar transistornya.

  15. asslamu’alaikum.

    Di Masjid kami menggunakan ampli TOA ZA-2240 untuk 4 Horn speaker 25W tapi sering putus spoolnya dan ampinya sering jebol, suara tidak bisa keras walau volume master sudah 3/4.
    Susunan lengkapnya

    Mic ada 3
    Mixer 4 channel
    Ampli TOA ZA 1025 untuk TOA Ceiling Speaker 6 buah dan TOA Column Speaker 2 buah
    Ampli TOA ZA 2240 untuk 4 Horn speaker 25W

    untuk yang didalam masjid hapir tidak ada masalah cuma suara imam kadang tidak masuk kayak tidak pakai mic saja.
    tapi untuk yang diatas spool seringnya putus, ampil sering jebol, suara tidak bisa jahu alias pelan.
    mohon pencerahannya bagaimana settingan yang baik dan benar agar peralatannya bisa awet dan suara bisa terdengar cukup jauh
    sekian terimakasi

    Wassalam

    - Amplifier dalam (ZA-1025). Untuk ceiling speaker-nya yang berapaan watt mas ?. Kalau asumsi saya, anda pakai yang 6 watt (ini ukuran ceiling speaker merk TOA yang paling kecil) dan jumlahnya 6 buah berarti 6 x 6 watt = 36 watt. Ditambah lagi 2 buah column speaker, dgn asumsi masing2x 20 watt, sehingga 2 x 20 = 40 watt. Perhitungan kasar daya total adalah 36 + 40 watt = 76 watt. Sedangkan amplifier yang anda gunakan adalah ZA-1025 yang menghasilkan output maksimal 25 watt.
    Jadi….anda tahu masalahnya dimana khan mas? kenapa suara speaker dalam tidak keluar ? he..he…he…

    - Amplifier luar (ZA-2240) dgn output 240 watt. Kalau ini “hanya” dipasangkan dengan 4 horn, maka kasusnya sama dengan di masjid saya di awal2x dulu. Solusinya adalah, dengan menambah horn-nya sehingga menjadi minimal 6 buah. (idealnya ZA-2240 itu utk 8 buah horn).
    Pastikan impedansi dari horn-nya sesuai dengan output terminal dari ZA-2240

  16. Assalamualaikum. Mohon penejelasanya ‘ di masjid yang baru selesai di bangun ditempat saya rencananya akan dipasang 4 speaker corong da. 2 speaker dalam. Mohon penjelasanya untuk spesifikasi ampli yang sesuai dengan kebutuhan di atas seperti apa?teri’akasih.mohon jawaban di kirim lewat email saya.maturnuwu n

    Pak Lukman,
    Untuk corong, silahkan membeli TOA ZH-5025BM (ada huruf “M”-nya, karena yang type ini sudah ada trafo matching di dalam. Jadi lebih simple dan gampang masangnya).
    Kemudian untuk amplifier, untuk 4 buah horn akan membutuhkan daya total sekitar 4 x 25 watt = 100 watt, yang tepat adalah TOA type ZA-2120 (120 watt).
    Itu sebuah ampli yang khusus buat luar (suara adzan).

    Sedangkan untuk speaker dalam (utk keperluan suara imam sholat, pengajian, dsb), silahkan menggunakan ZA-2060 (60 watt) dilengkapi dengan speaker column type ZS-202C (20 watt) sebanyak 2 buah.

  17. abu zubair @ 2013-03-10 13:33

    assalamu`alaikum…
    mas dimasjid saya menggunakan ampli toa type ZA 1201 untuk speaker horn 3 unit, ZA 601 untuk speaker colum 4 unit. karena kabel di ruang sekretariat jadi berantakan, saya minta pencerahannya bagaimana caranya saya gabung kedua ampli ini dengan mixer agar kabel mic tidak memnuhi ruangan sekretariat…. saya cari REC dibelakang tidak ada yang ada hanya AUX n AUX OUT, apakah mixernya bisa memakai mixer buatan china?

    Boleh pak, mixer merk apapun bisa dipakai kok. Tetapi kalau belli yang bermerk khan kualitasnya terjamin pak, disamping awet pastinya :-)
    Kalau beli mixer, agar gak terlalu mahal, pilih yang TIDAK dilengkapi equalizer, karena pada horn, equalizer tidak begitu diperlukan. Jadi lumayan, bisa menghemat uang, karena mixer yang ada equalizer dan tidak, selisihnya lumayan.

  18. Ass.wr.wb.bang mo nanya ni d mesjid dkt rmh pake horn speker 4 buah pake empli za 2120,trs yg d dlm 2 bu buahah teras 2 buah jd speker collum 10wt pke empli za 1121 trs pke mixer yg jd masalah klo suara keras ada suara ngik/cit gmn solusinya bang terima kasih

  19. Aslkm….. Semua sarat pemasangan sound di masjid kami, sudah kami pasang sesuai arahan dan petunjuk. Kami pakai horn 4 dg kekuatan ampli 240 watt. Tapi, kenapa ciprox nya sering kebakar yah? Barangkali ada saran supaya tidak mudah kebakar?

  20. bang ane mau tanya, dimasjid rmh ane ada speaker toa corong 2 bh (zh 4015,15 watt,8 ohm dan zh 5025B,25 watt,16 ohm) dan 2 bh speaker collom 25 watt 500 ohm\1kohm (keluar tiga kabel), renc mau saya setting dengan ampli merk TOA za 2120.. menurut abang bagaimana kombinasi yang pas dan aman.. selama ini sdh saya pasang dan saya jadikan satu di terminal 83 ohm tetapi amplinya panas sampai ditambahi kipas trus suara jga kurang looss..

    Mas Eric,
    Saran saya adalah, ZH-4015 dan ZH-5025B, dipasang matching trafo masing2. Tipe matching trafo : ZT-351.
    Perhatikan setting di matching trafo :
    - ZH-4015 –> Primer : Set di 0-670 ohm dan sekunder 0-8 ohm
    - ZH-5025B –> Primer : set di 0-400 ohm dan sekunder 0-16 ohm

    Kemudian, 2 buah horn ini (yg sudah dilengkapi dgn matching trafo masing2x) dan 2 buah speaker column dipasang paralalel dan di pasang di COM – 100V

  21. assalamualaikum…infonya bagus sekali untuk menambah pengetahuan saya..kebetulan saya operator sound system sebuah masjid besar…sekedar berbagi pengalaman saja..masjid mempunyai 23 buah speaker yang terdiri dari horn dan speaker coulumb atau ruangan..dan dilayani oleh 5 buah amplifier dan satu mixer..dan tentu letaknya di berbagai tempat, ruang shalat, serambi, selasar dan menara setinggi 35 meter dan tiap kelompok posisi saya gunakan amplifier yang berbeda….dan bisa on sekaligus semua …dan alhamdulillah tanpa masalah..o ya sebagai tambahan yang digunakan semua merk TOA (maaf bukan promosi)..kecuali mixer..trimakasih..wassalam..

    Terima kasih pak Abdul Rohim. Kalau berkenan, silahkan sharing konfigurasi yang anda pakai, sehingga bisa membuat perbandingan bagi temen2x yang akan melakukan upgrade ataupun pasang baru di masjid masing2x. Dengan harapan, kita berdakwah dengan ilmu pengetahuan kita. Karena masih banyak kita jumpai kualitas sound system di masjid-masjid yang masih jauh dari “nyaman dan enak” di dengar.

  22. di masjid kami memakai mixer 6 chanel, efek vocal Behringer: VIRTUALIZER 3D FX2000. equaliser memakai Dbx 231s, compresor dbx 66xs crosover dbx 234s 4 way power amlifier. Untuk dalam memakai C18 merk china, chanel A dipasang box speaker 15 inc 4 buah, chanel B speaker midle 12 inc 8 buah. Untuk speaker toa pakai 120watt untuk 4 buah speaker pakai chanel mid. ada orang yang bilang masjidya suranya bagus tidak ada suara nois sedikitpun dan bassnya mantab.

    Wah….kalau konfigurasi-nya mantab mas. Ini pasti pengurusnya gak pelit uang :-)
    Memang sebaiknya seperti itu, urusan sound system masjid, kita berikan prioritas lebih. Karena, ini merupakan salah satu cara untuk syiar kita. Jangan sampai keberadaan masjid di lingkungan kita, membuat tetangga merasa terganggu dikarenakan kualitas sound system yang amburadul.

  23. Mas , di masjid kami terus terang selalu bermasalah dengan sound systemnya (saat ini kami gunakan Toa 100 watt dg 4 speaker horn luar) tapi suaranya kurang memuaskan, seandainya kami mau beli baru dg 4 speaker horn luar dan 2 speaker box dalam, berapa harganya dan bisakah anda bantu instalasinya, terdiri dari apa saja unitnya ( berikut mixernya dan raknya), lokasi kami di sukabumi (jabar).
    Salam.

    Harus dilihat ukuran ruangan masjidnya mas. Baru ketahuan konfigurasi yang cocok seperti apa.

  24. wassalam…. minta saran mas, sya punya 2amp za 2240 yg 1 rencana utk luar 2 horn yg 1 pakai 2 colm speker untk dalam apa bisa mas… sekalian cara interkonecx terimakasih sebelumnya

    ZA-2240 itu adalah 240 watt, idealnya utk 8 buah horn. Kalau dipake untuk 2 horn, harap diperhatikan untuk volume-nya hanya dibuka 1/4 saja.
    Karena berdasarkan pengalaman saya memakai 2240, dengan 5 buah horn dan volume di 3/4, saya sudah habis spul 5 biji :-). Akhirnya, horn-nya saya tambahin sehingga menjadi 7 biji dan salah satunya memakai spul yang 50 watt.

    Untuk interkoneksi antar ampli TOA,
    Hubungkan “REC OUT” pada ampli-1 ke input AUX di ampli-2.

  25. tolong pencerahan bagaimana cara mengatasi speaker yang terlalu jauh dari amplifier (-+ 80 meter)

    Harusnya sih gak ada masalah ya pak, asal bapak memasang pada terminal COM – 100V. Tentu saja, horn-nya mesti menyesuaikan. Kalau horn-nya belum ada trafo matching yg include di dalam, maka bapak harus memasang sebuah trafo matching yang diletakkan pada speaker tsb (bukan di sisi ampli)

  26. apakh tidak masalah jika menggunakan amplifier za 2240 , untuk speaker toa zs 5025 b yang di pasang MT, dan dengan cara paralel

    Maksudnya, 1 trafo matching untuk lebih dari 1 horn ?
    Trafo Matching TOA itu daya maks 35 watt, kalau di paralel lebih dari 1 horn, sedangkan 1 horn daya-nya 25 watt, sehingga kalau 2 saja menjadi 50 watt.
    Kesimpulannya, 1 trafo matching utk 1 buah horn pak.
    Sedangkan utk ampli ZA-2240, bapak bisa memasangkan dengan 8 buah horn secara paralel, yang tentu saja masing2x horn harus terpasang trafo matching

  27. Begini bang….masjid kami, memakai 2 amplie…1. merk toa ZA-2240 dan yang satunya merk za-230. Suara luar kami menggunakan amplie za-230 dengan menggunakan 4 buah corong 15 watt tdk menggunakan travo, dan untuk suara dalam, kami menggunakan za-2240 menggunakan speaker 4 buah yang menggunakan travo. Kami pernah mencoba menggunakan za-2240 untuk suara luar, akan tetapi semua (4 buah speaker atas) itu spulnya terbakar. kami ingin saran , bagaimana sebaiknya menggunakan kedua amplie ini supaya suara yang dikeluarkan maksimal.

    Kalau ingin menggunakan ZA-2240 utk speaker luar, maka horn-nya harus dipasangin trafo matching pak. 1 horn dipasang 1 trafo.
    Bapak bisa memparalel 8 buah speaker untuk 1 buah ZA-2240. Dan di sisi ampli-nya, harus di terminal COM -100V

  28. Ampli ZA-2120 kalau menggunakan speaker rumahan 100W, 8 ohm apa bisa? karena ouput low impendance-nya 4 ohm 22V (voltage-nya tinggi = 22V) speaker jebol/tidak?, kalau untuk musik bagus tidak. tks. pencerahannya.

    Sebetulnya bisa saja, speaker rumahan yg 8 ohm dipasang pada ampli TOA. Tetapi harus diperhatikan impedansinya.
    Apabila anda memasang 1 buah speaker 8 ohm, padahal terminal yg disediakan adalah 4 Ohm (COM – 4 Ohm), sehingga anda butuh 2 buah speaker 8 ohm yang diparalel. (ingat rumus Ohm).
    Harap diperhatikan daya yg dibutuhkan oleh speaker, karena ZA-2240 hanya mampu 240 watt. Kalau dipaksa lebih dari daya tsb, ampli akan cepat kebakar.

  29. assalamualaikum wr wb..

    menarik sekali keterangan yang bapak sampaikan perihal cara pemasangan sound system untuk masjid..,saya bermaksud mengupgrade instalasi pemasangan dimasjid.. apakah bapak bersedia menjadi konsultannya..,kalau tidak keberatan saya ingin berkonsultasi dengan bapak by phone.
    atas perhatiannya diucapkan terima kasih

    wassalamualaikum wr wb

    Silahkan pak, bisa menghubungi saya via email di agungudik at gmail dot com

  30. asswb. tolong gan saya minta konkritnya untuk audio masjid tempat ane, uk.15×15 mtr,tinggi 7mtr. loudspker yang 4 buah tipe apa? trus microfone & horn toa tipe apa? dan amlie idealnya rapa watt.merk apa sekalian merknya.minta direkomend.biar gampang eksekusi.

    sebab sekarang soundnya keras suaranya tapi gak jelas , thanks.
    wasswb.

    Sudah saya kirimkan via email.
    Semoga bisa membantu

  31. Moh. Faisal @ 2013-06-22 13:55

    Assalamualaykum
    Bang, saya mau minta sarannya, di dekat rumah dibangun mushallah, dan kami akan memasang 1 horn speaker dan 2 speaker dalam. kira2 spesifikasi speaker dan amplinya apa ya? mohon bantuannya. Syukran jazakallah.

    Utk 1 horn = 25 watt, dan speaker dalam 2 buah, kalau memakai type ZS-203B (@ 30 watt), sehingga total daya adalah 85 watt.
    Sehingga ampli yang sesuai adalah ZA-2120 (120 watt).
    Jangan lupa seri horn-nya diperhatikan, apabila yg seri ZH-5025BM, berarti di dalamnya sudah termasuk trafo matching.
    Semua speaker dan horn dipasang secara paralel dan di pasang di COM – 100V

  32. Iskandar Hr @ 2013-06-30 21:47

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Mohon batuannya banget…bisa kirim skema sederhana via email untuk masjid ukran 12×12 baik luar dan dalam..sbenarnya di masjid ada dua ampli toa cuma no serinya saya ga tahu…gaptek….speker corong 4 buah 4buah speker dalam…merknya toa semua…..speker luar sering putus terus..karena orng.yang biasa urus dah meninggal (almh)…mohon penjelasanya karena sebentar lg mau romadhon….

    Nanti coba saya check actual speker dan ampli yg ada di masjid (no serinya)
    Smoga selalu sukses dan balas oleh Allah.
    Wassalam.

    Silahkan cek email pak

  33. bibit setiawan @ 2013-07-04 17:58

    Bisa g datang k masjid sy, bantu setting. Ongmos diganti

    Memang masalahnya apa pak ?

  34. Assalamu’alaikum
    Mohon bantuan,
    1. Bagaimanakah menempatkan speaker horn toa untuk menara yang benar?
    2. Dapatkah speaker horn diletakkan dengan cara melubangi dinding dengan bentuk lingkaran ssd besar corongnya? pengaruh terhadap suara bagaimana?

    Bisa aja pak, tapi mesti di ingat, horn jangan sampai menyentuh temboknya, karena suaranya akan sember / tidak jernih, karena ada getaran antara tembok dengan horn.
    Jadi kasih kelonggaran agar tidak menyentuh temboknya.
    Dan horn jangan terlalu masuk, area penyebaran berkurang dan jarak jangkauan sedikit berkurang ( ke serap tembok ). Jadi horn sedikit dikeluarkan dari tembok +/- 5-10 cm.
    Arah penempatan horn juga harus diperhatikan jangan terlalu lurus atau mendongak ke atas.
    Kalau mendongak keatas, air bisa masuk dan merusak spul.
    Kalau lurus suaranya akan jauh / kebuang jauh, tapi di daerah sekitar masjid kurang keras.
    Biasanya volumenya di keraskan lagi akibatnya spul putus.
    Yang tidak kala penting, mesti dipikirkan cara pemasangan dan perbaikan.
    Karena sering saya temui, pemasangan horn asal dan kesulitan bila ada perbaikan.

    wassalam

  35. Masjid kami punya 5 bh speaker Horn Type 5025B, dulunya sering spulnya putus sekarang kami tambahkan trafo matching. kami mohon setting di trafo matchingnya. amplifier kami type ZA 2240

    Harap dipastikan bahwa, 1 buah ZH-5025B membutuhkan 1 buah trafo matching ZT-351. Jadi bapak mesti menyiapkan 5 buah ZT-351 utk 5 buah 5025B.
    Pada masing-masing speaker, untuk pemasangan trafo-nya perhatikan skema berikut :

    Pemasangan trafo matching pada horn TOA

  36. @majid
    o ya klau toanya 120W makai horn 2 seri ZA-5025 BE Bisa ndak

    Bisa saja pak, ZA-2120 dipasangi 2 horn 5025BM. Berarti, horn-nya gak perlu tambahin matching trafo. Langsung colokin saja pak.
    Tapi, volume amplifier-nya jangan di maksimalkan ya pak, karena ZA-2120 idealnya untuk 4 horn

  37. Assalamu’alaikum mas Agung,

    Masjid dekat rumah ukuran 12m x 12m 2 lantai sedang di bangun sudah sekitar 70%, alhamdulillah sudah bisa dipakai sholat rawatib.

    Speaker horn tidak masalah, sound system untuk di dalam sedang proses pembelian, mengikuti setting mas Tio; sekarangmenggunakan ampli dan speaker pinjaman.
    semua baik kecuali mik untuk sholat/imam mengunakan Toa Zm-360, suara bagus kalau dekat mulut tetapi bila ditempel di kerah apalagi dekat dada suara sangat kecil.
    apakah tipe EM-410 lebih baik? atau ada model lain / tipe dari merek lain yang tidak terlalu mahal yang cocok untuk imam…?

    terima kasih atas pencerahannya,
    wassalam,
    Lilik

    Pak Lilik,
    Memang begitu karakteristik ZM-360. Mic tsb kurang begitu peka.
    Kalau mau mencoba, silahkan merk lain tapi harganya yang jauh di atasnya.
    Kalau gak salah, ZM-360 harganya sekitar 120 rb. Silahkan cari yg seharga 300 rb-an, sayangnya saya lupa merk-nya. Kalau yang mahalan gini, ditaruh di dada saja sepertinya sudah cukup peka.

  38. Assalaamualaikum WW. Mohon pencerahan, Di Mushalla kami terdapat sebuah ampli Toa ZA-2060, dan speaker horn 3 buah untuk luar pakai trafo maching tambahan, serta 2 buah speaker kolom untuk dalam a 20w. Untuk azan menggunakan speaker luar saja, sedangkan untuk shalat menggunakan speaker luar dalam. Dulu waktu awal-awal pemasangan suara cukup bagus, tapi akhir-akhir ini suara sudah semakin lemah dan susah untuk diutak atik lagi, sehingga timbul hasrat pengurus untuk membeli yang baru lagi. Pertanyaan :
    1. Apa sebabnya suara menjadi lemah.
    2. Pada speaker kolom ada 3 terminal kabel warna putih, biru dan hitam. Bagaimana cara sambungan kabel tsb yang benarnya.
    3. Jika ditambah lagi 1 speaker horn, apakah tipe ampli yang cocok untuk semua speaker tersebut.
    4. Apakah bisa dipasangkan speaker horn dan speaker kolom dalam satu ampli secara bersamaan.
    5. Apakah bisa dipakai satu mic untuk 2 ampli sekaligus, dan bagaimana cara menghubungkannya.
    Demikian kasus dan pertanyaan kami, mohon maaf terlebih dahulu karena banyak tanya, dan terima kasih atas jawabannya. Wassalam.

    Dari perhitungan daya ampli saja, musholla anda telah “memperkosa” ZA-2060 :-)
    ZA-2060 itu mempunyai daya maksimal 60 watt.
    Sebuah horn, membutuhkan daya 25 watt. Jadi ZA-2060 itu hanya untuk 2 buah horn. Padahal musholla anda memasangnya dengan 3 buah horn ditambah spekaer column di dalam.
    Silahkan ikutin artikel saya tentang perhitungan daya amplifier di atas.
    Kalau masih kurang jelas, silahkan hubungi saya via email, biar lebih leluasa berkomunikasi.

  39. Assalamu’alaikum…
    bagaimana cara instalasi ampli TOA supaya bisa dobl corong sama salon colom dgn 1 ampli…?

    Syarat utama-nya adalah, speaker column yang digunakan adalah merk TOA juga yg mempunyai impedansi tinggi.
    Dan horn-nya juga harus berimpedansi tinggi, artinya kalau type 5025B berarti harus ditambah trafo matching, tapi kalau anda gunakan 5025BM, tinggal masang saja.
    Jadi, kalau semua speaker column dan horn berimpedansi tinggi, semuanya tinggal di paralel saja dan masuk ke terminal COM – 100V di sisi ampli TOA.

  40. Maaf mau tanya mas, saya pakai ampli za 2240 dengan horn 4 buah tanpa matching pararel, kemarin saya pasang pada com-70 v. Kenapa sekering yang 20 amper sering putus (udah 2x)?

    COM – 70V berarti di pasang pada impedance 170 ohm.
    4 buah horn tanpa matching (saya asumsikan anda pake type yg gak pake matching) yang masing-masing mempunyai impedance 16 ohm. Kalau diparalel akan menghasilkan impedance total 4 ohm. (1/R = 1/R1+1/R2+1/R3+1/R4)
    Padahal, output ampli anda set di impedance 170 ohm.
    Jadi sudah tahu khan pak, penyebab sekring putus ? (untung ada sekring-nya, kalau gak ada, transistor-nya yang kebakar).
    Solusi? pasang tranfo matching masing-masing 1 buah di masing-masing horn. Silahkan diparalel, kemudian pasang di COM – 100V

  41. Agar saya lebih paham untuk com-70 itu seharusnya diaplikasikan untuk apa (idealnya) pak?

    com-70V. –> juga untuk high impedance speaker, yaitu speaker yg menggunakan matching trafo juga.

    Kalau speaker high imp. Yg untuk com-100V dipakai di com-70V. Maka outputnya hanya 1/2nya.
    Misal : mestinya 60 watt kalau di com-100V. Maka bila dipasang di com-70V maka daya nya menjadi 30 watt.

    Kualitas suara sama, hanya level suara (SPL –> kekerasan suara ) menjadi 1/2 nya.

  42. suliswanto @ 2013-09-21 20:40

    di mushola deket rumah saya ada dua toa power yg biasa di gunakan itu oper ocl 150 power speaker aktif tp suaranya tidak bisa jauh apa komponen yg perlu di tambahkan mksh sblumnya

    Anda memakai ampli TOA untuk dipasangkan speaker aktif ?
    Trus ada OCL juga? maaf, saya kurang bisa menangkap maksud anda

  43. Masjid kami baru saja menerima hibah 2 buah ampli TOA, yaitu ZA-1121 dan ZA-1025. Oleh pengurus direncanakan akan dipakai untuk meremajakan soundsystem luar. Apabila akan menggunakan 3 atau 4 horn, sebaiknya memakai horn tipe apa dan ampli yang mana yang dipakai? Terimakasih

    ZA-1121 memiliki output 120 watt. Sehingga cocok-nya dipasangkan dengan 4 buah horn. Silahkan beli horn yang sudah ada matching didalamnya, type ZH-5025BM (ada tambahan huruf “M”). Jadi nanti, 4 buah horn tsb langsung dipasang secara paralel dan masuk ke ZA-1121 pada terminal COM – 100V.
    Mohon perhatikan warna kabel-nya, disarankan tidak terbalik polaritas kabel horn-nya. (silahkan lihat gambar di artikel saya)

  44. zulfikar @ 2013-10-11 20:14

    mas butuh pencerahannya…masjid ane pakai toa 4 buah dengan impedansi 16 ohm…saya pasang secara paralel dengan 2 bagian/kabel (artinya masing2 kabel impedansinya menjadi 8 ohm)..kemudian 2 kabel tersebut saya hubungkan pada amplifier com-4 ohm…tapi yang terjadi adalah toanya hanya bertahan selama 1 bulan saja..kemudian harus saya ganti spulnya yang baru karena hangus…pertanyaannya apakah benar yg saya pasng mas? ato salahnya dmana?? terima kasih..

    Anda tidak menyebutkan pake amplifier TOA type berapa.
    Secara teori sih udah benar mas, berarti khan emang impedansi total adalah 4 Ohm.
    Silahkan di cek untuk indikator “peak”-nya. Karena kalau indikator “peak” menyala terus, berarti itu ada suara yang cacat/rusak yang secara terus menerus dikuatkan, sehingga implikasinya speaker-nya bekerja tidak pada frekwensi yang sesuai dengan spec-nya.
    Langkah paling aman adalah, silahkan beli Trafo Matching sebanyak speaker, dalam hal ini adalah 4 buah trafo matching dan dipasang pada sisi masing-masing speaker.
    Dan pada sisi ampli-nya, silahkan dipasang pada terminal COM – 100V.
    Sekali lagi, cek juga “sinyal rusak” yang ada, dengan melihat indikator “lampu peak”. Kalau nyala-nya sesekali (tidak kontinue), masih dalam batas wajar. Tetapi kalau terus menerus menyala, berarti anda harus menurunkan volume input (mic)-nya, sampai indikator “peak”-nya tidak menyala secara kontinue.

  45. mas saya mau tanya kalo dimasjid depan rumah saya pasang seperti mixer, audio prosesor, BBE, crossover 4 way, echo digital reverbration, parametik, equalizer 40chanel, sedangkan PA nya rakitan sendiri Power 150Watt
    apakah ada yang salah dalam pemasangan saya
    terima kasih

    Sepertinya peralatan yang anda pasang, kok berlebihan ya mas.
    Maaf, ini buat masjid khan? bukan buat sound system panggung ? he..he..
    Siapa tahu, masjidnya sambil buat dengerin live music… just kidding :-)

  46. dwi :
    mas saya mau tanya kalo dimasjid depan rumah saya pasang seperti mixer, audio prosesor, BBE, crossover 4 way, echo digital reverbration, parametik, equalizer 40chanel, sedangkan PA nya rakitan sendiri Power 150Watt
    apakah ada yang salah dalam pemasangan saya
    terima kasih

    Sepertinya peralatan yang anda pasang, kok berlebihan ya mas.
    Maaf, ini buat masjid khan? bukan buat sound system panggung ? he..he..
    Siapa tahu, masjidnya sambil buat dengerin live music… just kidding

    iya mas ini buat masjid tapi takmir masjid pesen kesaya untuk bisa dibuat untuk adzan, dll sekaligus supaya bisa dipake untuk pengajian
    apabila kalo ada yang salah monggo dikoreksi pemasangan saya

    Kalau hanya untuk level masjid dan ada acara pengajian, toh speakernya tetep yang di dalam khan ?
    Kalau pengajiannya besar serta memerlukan sound system luar, lebih baik dibuat terpisah saja mas, agar mudah dalam maintenance.
    Jadi, kalau untuk keseharian (termasuk pengajian yang jamaahnya hanya ada di dalam masjid), cukup pakai konfigurasi standart. Sedangkan apabila suatu saat akan mengadakan pengajian yang jamaahnya berada diluar masjid, serta memerlukan sound system yang besar, silahkan pasangkan sound system tambahan yang sesuai dengan keinginan anda tadi (dan terpisah dengan sound sistem masjid).
    Untuk konfigurasi standart :
    mixer -> Equalizer -> FeedBack Destroyer -> Amplifier -> Speaker

    Kalau speaker-nya memakai yang high impedance, disarankan ampli-nya pake yang merk TOA saja mas.
    Sedangkan apabila nanti untuk pengajian di luar masjid, dimana speaker-nya pake yg 8 Ohm, silahkan pakai ampli rakitan.
    Untuk yang luar ini, silahkan deh, anda pake cross over segala macam, tetapi ampli-nya terpisah dengan ampli TOA utk keperluan adzan dan khutbah Jumat.

  47. purwanto @ 2013-11-05 22:30

    pak tlong ne lg servis toa 1121 kmrn TR nya 1 buah putus kmd saya ganti,,,dan hidup,,tp bgtu di tes pke mic ,,,sekring nya langsung putus ..d psang lg skring hidup lg di tes lg ptus lagi,,kira2 ap mslah nya..untuk d skitr nya msh ok,,,sblm mnya tnks,,,

    Pada saat di coba, susunan horn-nya gimana pak? ada berapa horn yang terpasang ?
    Kemudian, pada sisi ampli-nya, masuk ke COM – ?

  48. deden ruswandi @ 2013-11-07 00:00

    kalau harganya berkisar berapaan ya pa itu trafo,,,
    Kebetulan saya aktif dimusholla,,,sering sekali coilnya speaker toa putus,,dan kurang jelas suarnya,,,zajakallohu khoir,,,semoga ALLAH membalas amal kebaikan antum…aamiin

    Pak Deden, saya sudah menjawab pertanyaan anda via email. Silahkan periksa email anda.

  49. purwanto @ 2013-11-07 23:26

    @purwanto
    bru di tes pke 1 horn,,,,sj pak,,,pke speker biasa ,,,yg kcil…klo d tes pke mic volume d bsarkan ,,tr nya panas dan sekring putus,,,kmrn yg jbol trc5198,,,klo volume d kcil kan tr tdk panas ,,,,

    Horn-nya type apa pak?
    trus apakah pemasangan di terminal amplie-nya sudah sesuai impedansinya ?

  50. purwanto @ 2013-11-08 23:54

    tipe toa jg,,,,pmsangan nya bner pak ,,krna ,d cba pke ampli yg msh ok,,,dan tipe nya sama,,,cma numpang tes doang,,,,kra 2 ap nya pak nya,,,

    Kayaknya ada masalah di trafo output-nya pak (mungkin).
    Lebih baik, silahkan bapak bawa ke Galva (service center TOA), disana alat untuk diagnosa-nya lebih lengkap.

  51. Mohon sarannya ….. Masjid ditempat kami pakai ampli TOA 100w sedangkan horn yang kami pakai type ZH 5025BM 2 bh dan ZA 5025B 2 bh sesuai 4 arah lobah menara setinggi 25m. yang kami tanyakan adalah di beberapa titik yaitu arah timur laut dengan jarak kira2 100 m kog suaranya hanya sayup2 ya pak , sehingga kalo ada pengumuman dari masjid tidak tampak jelas… apa yang harus kami lakukan sebelumnya terima kasih …Budhi

    1. Apakah horn yg type ZA-5025B sudah dilengkapi dengan trafo matching? Lalu pastikan semua horn terpasang paralel dan terhubung ke COM – 100V di sisi ampli TOA.
    2. Bagaimanakah arah pemasangan horn-nya? Pastikan, arah horn tidak mendongak ke atas. Atur sedemikian rupa, agar horn agak menunduk sedikit. Dan pastikan di depannya tidak ada bangunan penghalang.
    3. Semoga membantu :-)

  52. 1) 2 unit Horn ZA-5025B yang kami pasang sudah menggunakan trafo matching dan kami sambung dengan paralel ke com – 100V

    2) 2 unit Horn sempat kami rubah ke arah timur laut dengan posisi ke bawah kira2 10 derajat namun ada kekawatiran kami pada saat di tengah terlahalang dengan atap genteng.
    Adakah jalan keluar lain yang bisa kami tempuh ……. Pak Agung.

    Untuk testing, apakah “suara lemah” ini disebabkan oleh phisik horn, adalah mencoba menukar posisi-nya. Yaitu, horn yg udah bagus, posisi-nya ditaruh di posisi horn yang bersuara lemah tadi.
    Kalau ternyata memang suaranya jadi lemah, itu artinya pada posisi tsb memang ada halangan berupa gedung/bangunan sehingga suara tidak bisa bergerak sempurna.
    Tapi yang jelas, bahwa arah pemasangan horn adalah agak menurun 10 derajat ke bawah, seperti yang telah bapak coba. Itu yang benar. Kalau arahnya ke atas, maka akan sia-sia. Gelombang suara itu bergerak lurus kedepan, bukan seperti gerakan air yang kita keluarkan dari selang :-)

  53. Baik Pak Agung terima kasih saran Bapak diatas akan kami coba aplikasikan,,,….
    Alternatif terakhir kalo seandainya kami menganti/ beli 2bh Horn TOA ZH-652M gimana pak….. ( maksud kami ini biar tidak di komplin jamaah terus nih pak)

    Karena kami punya Amplifier TOA type :

    1. ZA-1121 untuk 2 buah Horn TOA ZH 652M untuk arah yang kurang jelas suaranya
    2. ZA-1061 untuk 2 buah Horn TOA ZH 5025BM untuk sisa arah

    Terima kasih atas postingan Bapak ini dan mudah2an banyak membantu perkembangan sound system baik di Masjid kami maupun di masjid lain semoga amal ibadah Bapak diterima oleh Allah SWT Amin……

    Betul pak Budhi, konfigurasi tersebut sudah ideal, yaitu mengganti horn menjadi type yg besar dan ampli-nya juga disesuaikan watt-nya.
    Tapi, daripada anda beli ZH652M (dan akhirnya horn yg ZH-5025-nya gak kepake dan akhirnya menuh-menuhin tempat), mending yang ZH-5025 di upgrade saja mas.
    Jadi anda tinggal beli yang disebut “TOA Horn Driver Unit ZH-652MD / 50 Watt”.
    Jadi, “corong” yang lama masih bisa terpakai, hanya bagian belakang saja yang diganti dengan product di atas.
    Untuk detail pemasangan, bisa mengikuti blog teman saya ini
    di sini

    Ok mas, amiin..amin terima kasih do’anya. MEmang itulah yang selalu saya harapkan, sesuai dengan dawuh kanjeng nabi, “Apabila anak Adam meninggal, terputus semua amal kecuali tiga,yaitu amal jariyah, anak sholeh dan ilmu yang bermanfaat”. Amiin semoga kita semua bisa mendapatkan itu.

  54. saya mau naya mas sepeti apa bentuk trafo matching tsb? dimasjid kami memakai ampli ZA 515 2 = buah apakah sanggup 1 ampli memakai 4 speker Horn. trims mas

    ZA-515 ? kok baru denger saya ya ? apakah ini ampli type lama ?
    Pada prinsipnya, 1 ampli sanggup berapa horn, sudah saya tulis di artikel saya. Silahkan dibaca baik-baik mas.

  55. ampli masjid kami toa za 1023 mas.masalahnya sekringnya sering putus dan suara terdengar kecil…..dipasang 1 speaker keras…tetapi bila dipasang ke empatnya cuma bertahan setengah jam…mohon pencerahan dan bantuannya

    ZA-1023 ? coba di cek lagi pak, seri yg benar.
    Kalau 4 buah dipasang lalu putus, bisa dipastikan pemasangannya salah.
    Benarnya seperti apa ? silahkan dipelajari artikel saya secara cermat ya pak :-)

  56. tolong jelaskan masalah penyetelan amplifaer toa terutama masalah indikator peak itu……..

    Jadi, kalau indikator “peak” menyala, itu tandanya ada suara cacat di input, biasanya ini karena input terlalu besar.
    Solusinya adalah, apabila anda memakai tape/VCD player sbg input, coba kecilkan volume di sisi tape/vcd player tsb. Atau di sisi ampli TOA, silahkan kecilkan volume AUX (volume dimana input tsb berada).
    Kalau anda menggunakan mic, silahkan kecilkan volume MIX tsb.
    Atur sedemikian sehingga, lampu indikator peak tidak menyala secara konstan.
    Lho, kalau dikecilkan jadinya tidak keras dong?
    Khan masih ada volume master dari ampli ? Anda bisa mainkan itu.
    Jadi intinya, indikator peak itu menandakan ada cacat di input. Apabila “cacat” ini dipaksakan untuk dikuatkan oleh ampli, maka ampli-nya akan cepat rusak, demikian juga horn-nya.

  57. maksud cacat di input apa ya………….,apakah amplifaer ya udah tidak bagus………

    Ini tidak ada hubungannya dengan ampli TOA pak.
    Jadi input-nya, kalau kita melihat dengan osciloskop, mempunyai amplitudo yg gak normal pak.
    So…jangan diterusin nanya-nya pak, dijamin anda tambah bingung :-)
    Intinya, kalau indikator peak menyala secara konstan, silahkan kecilkan inputnya.

  58. Assalamu’alaikum Pak Agung ……

    Terima kasih atas testimony yang terdahulu … semua saran Bapak sudah saya coba dan aplikasikan, hasilnya sangat memuaskan …. semoga ilmunya mengalir terus dan menjadikan amalan yg baik.

    Mau Sedikit minta pencerahan lagi nih ….

    Masjid di lingkungan saya menggunakan :
    1. Mic Clip On Krezt ecm 1002
    2. Speaker TOA ZS- 1030B.
    3. Mixer phonic power Pod 1060

    Posisi mixer LOW baru saya buka 1/4 dan Level kurang dari 1/2 koq terjadi storing ya pak … Apa yang harus saya rubah… mohon pencerahannya …Terima kasih Wassalam. Budhi

    Mas Budhi, alhamdulilah…saya ikut senang mendengarnya. Dan terima kasih atas do’anya, amiin…amiinn…

    Untuk masalah mixer anda, mungkin seperti itu karakteristiknya. Maksudnya, penguatan maksimal pada frekwensi rendah tertentu yang dapat diterima oleh ampli cuman segitu pak.
    Apakah mixer-nya ada equalizer ? Kalau ada, bisa dimainkan di situ.
    Kalau gak ada equalizer, dicoba dengan mic yang berbeda-beda pak. Kadang hal tsb dipengaruhi karakteristik dari mic juga.
    Memang harus dicoba-coba pak, untuk mengetahui penyebabnya. Baru kalau ketahuan, bisa didapatkan solusinya.

  59. mas mau tanya nih…saya pake ampli toa 2240 terus make horn speker toa yg ga pake trafo matching…horn spekernya sering putus…apakah kebesaran amplinya ya…trima kasih

    Data kurang lengkap mas, type horn yang di pakai apa, kemudian jumlahnya berapa, lalu konfigurasinya seperti apa.
    Jadi mohon maaf, saya gak bisa bantu kalau datanya tidak lengkap.

  60. abu umar @ 2014-01-08 13:44

    Assalamu’alaikum. Mesjid kami beli peralatan sound yang baru. Peralatan itu adalah
    1. 1 bh Mixer Behringer XENYx 2222 Usb
    2. 2 bh Amplifier BMB DA3000 Pro berikut speakernya
    3. 1 bh Equalizer dbx 231
    4. 2 bh Ampli TOA ( serinya saya lupa ) berikut hornnya
    5. Microphone
    Saya mohon bantuannya, bagaimana instalasi yang benar untuk keseluruhan perangkat yang ada ini. Selain untuk kebutuhan ruang dalam mesjid dan menara, kami juga menginginkan suara itu akan dikirimkan ke studio rekaman dan juga studio radio yang ada di sisi depan mesjid. Atas bantuan dan penjelasannya, kami mengucapkan terima kasih

    Sepertinya, konfigurasi yang akan dipakai adalah kelas “advanced”.
    Mestinya, sebelum membeli peralatan, anda sudah mempunyai rencana konfigurasi yang biasanya dibuat oleh seorang sound engineer (teknisi). Dan saya yakin, anda sudah mempunyai-nya, karena gak mungkin tiba-tiba beli peralatan seabreg begitu tanpa ada rencana konfigurasi.
    Jadi, langkah yang paling tepat adalah silahkan konsultasi lagi dengan sound engineer yang bikin rencana konfigurasi tsb.
    Kalau dari saya, intinya untu memisahkan suara speaker dalam dan luar, digunakan output L dari mixer utk masuk ke ampli dalam, dan output R mixer utk masuk ke ampli luar.
    Melihat peralatan yang anda beli, saya tidak begitu tahu konfigurasi awal yang digunakan. Karena, selain 2 buah ampli TOA, anda juga membeli ampli BMB. Dan sayangnya, jumlah speaker dan horn juga tidak disebutkan. Jadi, mohon maaf saya tidak dapat mengkira-kira konfigurasi yang diinginkan.

  61. pak bagaimana cara mengatsi horn yang suarnya dibawah horn keras tapi gak bisa jauh, dan dari kejauhan suarnya cempreng. hornnya tipe dulu, dan horn putih. amplinya 50 watt, yang harganya 900rb

    Ampli-nya type apa ? dan horn-nya berapa buah yang terpasang ?
    Konfigurasi pemasangannya seperti apa? dan posisi horn juga seperti apa? Menghadap lurus ke depan, atau agak mendongak ke atas atau mendongak ke bawah.
    Apakah ada bangunan di depannya yang menghalangi ?
    Data-data tsb harus lengkap pak, untuk dapat di analisa lebih lanjut.

  62. Imam Syamyoko @ 2014-01-18 07:59

    Bagaina cara membuat travo trafo matching sendiri, apa yang harus kami persiapkan?

    Sayangnya, saya belum pernah bikin pak. Jadi gak bisa ngasih saran :-)
    Tetapi, menurut pendapat saya, biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan trafo matching dengan merakit sendiri dibanding beli jadi, sepertinya lebih mahal merakit sendiri. Dan hasilnya-pun lebih presisi dengan beli jadi.
    Saran saya, silahkan beli jadi saja pak, toh harganya hanya 150 rb-an kok

  63. Imam Mursalin @ 2014-01-18 14:16

    ass, salam kenal saya mas.Saya ingin tanya tentang amply dimesjid2 raya atau besar, terdengar indah merdu ketika Imam dan Muadzin melantunkan suaranya. kira2 ampli type apa dan berapa modal yg harus kita keluarkan untuk membuat masjid kita bersuara dengan indah.dan saya minta nomor bapak yang bisa saya hubungi agar bisa saya konsultasi dengan bapak. terima kasih pak

    Silahkan via email saja pak, Insya Allah saya bantu semampu saya, di agungudik at gmail dot com

  64. ami zamzami @ 2014-01-31 22:50

    Pak saya mau tanya saya ada ampli toa tipe za-1121 gimana cara pasang 4 buah corong toa 16ohm 25 watt dan columb di dalam 4 buah jg

    1. Silahkan beli Trafo Matching ZT-351 sebanyak 4 buah yg dipasang di masing2x horn.
    2. Empat buah horn ini, daya yg dibutuhkan adalah 25 watt x 4 = 100 watt. Jadi sudah pas dengan ampli ZA-1121, sehingga apabila ditambahkan speaker column sebanyak 4 buah, akan mengakibatkan kinerja dari ampli akan “tekor”, yang dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan ampli rusak.

  65. ade saputra @ 2014-02-06 10:24

    Pak, saya mau Tanya, di masjid saya amplinya ZA-1200 , sudah 7 Toa yang rusak, Rencana saya mau beli isi nya saja ( spull nya ) biar body toa yang lama masih bias dipake.
    pak, saya mohon solusi nya, gimana agar TOA Horn tidah putus lagi.
    mohon sekaligus instalasi nya ( pemasangan ya ) pak. Terima kasih pak.

    Mohon diperhatikan susunan dalam installasi horn-nya pak, terutama masalah impedansinya.
    Pada artikel saya, sudah saya jelaskan hal-hal tsb.

  66. Pk,gmna caranya instalasi pasang spiker colum 6 bh,apakah boleh 3 colum,di pararel,yang 3 columnya di pararel,terus di seri masuk ke ampl

    Semua speaker column, dipasang secara paralel pak.
    Kalau ada yang di seri, perhitungan impedansinya jadi gak sesuai dengan output dari amplifier TOA.
    Ingat perhitungan impedansi seri dan paralel.

  67. sb agung @ 2014-02-16 19:21

    Pa mic apa yang peka suara masalahnya imam biasanya tidak dekat dengan mic. Sehingga suara imam tdk kedengaran.makasih

    Saat ini, saya memakai mic jepit/kancing merk TOA yang seharga 120 an ribu (di Jakarta). Pemasangannya pada ujung kerah baju sang imam atau di kancing baju, tetapi posisi paling atas mendekati posisi mulut.
    Kalau mau coba, silahkan beli mic jepit/kancing yang harganya diatas harga merk TOA tsb. Kalau gak salah sekitar 300 an ribu, tapi mohon maaf saya lupa merk-nya

  68. fadhlulloh @ 2014-02-17 11:11

    Alhamdulillah kemarin sudah beli Ampli TOA, sekarang masalahnya masjid kami 25 x 25 (dalam) Sound TOA di dalam 6 Buah dengan 1 ampli, pemasangan letaknya bagaimana.

    Ampli TOA-nya type berapa pak ? trus sound TOA ? maksudnya speaker column atau horn? type apa juga ?
    Harus jelas pak.

  69. terima kasih atas saran bapak sekarang masjid ditempat saya sudah saya pisahkan sendiri-sendiri

    Hasilnya gimana pak?
    Dan berapa speaker column yang dipasang?

Add your comment now