Kenapa mereka senang menyendiri ?
Suatu sore di dalam sebuah mall di pinggiran Jakarta, saking asyiknya saya melihat-lihat barang-barang yang dipajang di deretan toko yang berjejer, saya lupa bahwa saat itu jam sudah menunjukkan pukul 18.30 yang artinya waktu maghrib sudah jalan beberapa menit. Bergegas saya mencari tempat sholat yang ada di lantai tersebut, walau agak susah mencarinya karena yang disebut mushola tak lebih dari sebuah ruangan kecil di sudut lantai tersebut yang dipasangi beberapa sajadah kumal. Masya Allah …
Setelah mengambil air wudhu, saya memasuki mushola itu sambil menoleh kanan kiri karena di dalam sepi tidak ada orang. Sejenak saya berdiri sambil menunggu barangkali ada orang lain yang akan sholat maghrib sehingga saya masih bisa mendapatkan sholat berjamaah. Tak lama berselang ada seorang pemuda tampak terburu masuk mushola, lalu saya berkata dengan halus kepadanya “Mas…yuk bareng sholat…”. Tapi, jawabannya membuat saya kaget “Sholat aja sendiri, tempatnya gak cukup mas kalo berdua”. Saya jadi tambah bingung, walaupun tempat ini disebut mushola mini karena hanya terhampar 3 buah sajadah, tapi khan masih bisa untuk sholat berjamaah. Yach…daripada saya senewen sendiri, saya biarkan saja pemuda itu sholat sedirian sementara saya masih “bertahan” untuk mencari teman, yang untungnya tak begitu lama ada seorang bapak-bapak mempunyai “fikiran” sama denganku sehingga kami bisa melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Read more…
Recent Comments