Ketika saya masih SD dulu, ada sebuah pedukuhan (padukuhan adalah wilayah kecil di bawah desa yang dipimpin oleh seorang kamituwo) di desa kami yang mempunyai pengaruh islam yang kuat. Kebiasaan warga desa apabila ada hajatan yang besar seperti perkawinan ataupun khitanan,  bagi yang mempunyai ekonomi yang baik, mereka nanggap pagelaran wayang kulit. Namun tidak demikian dengan penduduk di padukuhan tersebut. Mereka tidak pernah mau menanggap wayang kulit bahkan memutar kaset rekaman wayang-pun mereka tidak mau. Apabila ada hajatan besar, yang mereka biasa lakukan adalah hanya sebatas memutar kaset yang berisi lagu-lagu kasidah-an. Sehingga warga di luar dukuh tersebut memberikan sebutan fanatik kepada mereka.

Suatu ketika, ada seorang teman menolak di ajak bepergian oleh teman-temannya lantaran hari itu adalah hari Jum’at dimana kalau bepergian maka sholat Jum’atnya akan absen. Maka, teman-temannya tersebut menyebutnya dengan sebutan fanatik.

Fanatik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti

teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb)

Namun, di jaman orde baru kata fanatik tersebut adalah suatu kata yang mematikan, sesuatu yang tabu,  mungkin akan sama bobotnya dengan sebutan “kamu PKI” atau kalau di Amerika sono sama dengan “Anti semit”. Karena apabila seseorang di cap fanatik, maka udah pasti ruang gerak dia akan terbatas di masyarakat. Dia akan dicibir dan bahkan dikucilkan.

Beberapa tahun kemudian, kata fanatik berkurang kadar ke-tabu-annya, terbukti makin banyak orang tidak peduli disebut fanatik. Terlihat pada fenomena jilbab, dimana dahulu saat saya masih SMP, orang memakai jilbab sudah pasti akan di cap sebagai fanatik, tapi beberapa tahun kemudian, orang bahkan bangga memakainya sehingga tidak ada lagi cap fanatik pada pemakai jilbab. Maka kata fanatik berubah menjadi fanatik sempit, untuk menggambarkan orang-orang yang berperilaku lain dari biasanya dalam menjalankan ajaran agamanya.

Pendek kata, fanatik adalah sesuatu yang harus dimusuhi dan dijauhi. Bukankah orang Yahudi yang sekarang meng-invasi Palestina adalah karena meyakini bahwa tanah Palestina merupakan promise land ( tanah yang dijanjikan), seperti yang tertulis di kitab Talmud mereka ? Dan ini harusnya disebut fanatik.

Maka, sudah sepatutnya orang-orang yang hobby-nya berujar “kamu fanatik” , melakukan hal yang sama kepada orang-orang Yahudi Israel.

888 total views, 1 views today