Review HT : Icom IC-V8
Sebuah HT keluaran Icom tahun 2001 – 2002 akan coba saya ulas pada kesempatan ini yang kebetulan saya telah memakainya hampir 2 tahun belakangan ini.
Kita mulai dengan spesifikasi yang ditulis oleh ICOM untuk IC-V8 ini:
Type: Amateur VHF transceiver
Frequency range: TX: 144-148 MHz RX: 136-174 MHz
Mode: FM
RF Power output: Hi: 5.5 W Lo: 0.5 W
Sensitivity: N/A
Selectivity: N/A
Image rejection: N/A
Voltage: 7.2 VDC
Current drain: RX: 20-250 m TX: 0.7-2 A
Impedance: 50 ohms, BNC
Dimensions (W*H*D): 54*132*35 mm
Weight: 350 gr (with antenna and battery)
Memory: 100 + 7 memories. CTCSS & DCS. Alpha tags.
Manufactured: 2001-200x
Kalau melihat IC-V8 ini, saya teringat sebuah HT legendaris keluaran ICOM di tahun 198x yaitu IC-2N atau HT pipilan jagung yang mempunyai power hanya 1.5 watt, tapi kala itu barang tersebut merupakan barang yang mewah di lingkungan saya. Maklum, jangankan beli RIG yang harganya mahal, sebuah HT pipilan jagung seperti IC-2N saja, bagi saya yang saat itu berstatus pelajar gak mungkin kuat untuk membeli.Alih-alih beli HT, yang ada saat itu hanyalah bikin pemancar FM dengan power 5 watt dengan memanfaatkan frekwensi radio FM yang masih sepi di kampung saya. Sehingga kami bisa ngebreak dengan temen-temen lain kecamatan, ha….ha….saat itu adalah saat-saat paling indah ![]()
Ok, kembali ke IC-V8 ……
RF Power
IC-V8 di HT sekelasnya mempunyai sedikit keunggulan di powernya. Kalau HT sekelasnya (maksud sekelas di sini adalah, kesamaan tahun produksi dan harga pasaran) hanya bermain di power 5 Watt, tetapi IC-V8 mempunyai power 5.5 watt.
Kelebihan 0.5 Watt walau kecil tetapi cukup terasa, paling tidak disaat saya mengikuti lomba HT dubbing beberapa saat lalu. Dengan memakai antenna standard, IC-V8 milik saya mampu dengan sukses menghabisi lawan-lawan yg lain (yang saya ingat saat itu, ada 2 buah HT masing-masing Alinco DJ-196 dan sebuah HT merk China, yang semuanya menggunakan power 5 watt). Baru setelah bertanding dengan HT Alinco keluaran baru yang ber-power 7 watt, IC-V8 saya keok gak ada suaranya ![]()
Tetapi, saya kira power 5 watt untuk sebuah HT adalah sudah mencukupi untuk bisa berkomunikasi peer to peer di lapangan, karena memang HT dipergunakan untuk keperluan lapangan. Apabila ingin mempunyai daya pancar yang lebih jauh, ya…silahkan pake RIG pada based station dengan antenna luar.
Range Frekwensi
Range frekwensi yang dimiliki adalah standard frekwensi untuk ngebreak, dimana tidak perlu jurus khusus agar radio tersebut bisa main di bawah 144.000 (amateur band), karena saya masih bisa bermain di bawah 142.000 MHz.
Sensitivity & Selectivity
Selama saya memakai IC-V8 untuk keperluan di lapangan, saya tidak pernah mengalami masalah serius tentang sensitivitas dan selectivitas dari HT tsb.Memang sih, saya gak begitu banyak memakai HT ini sebagai based station bahkan bisa dibilang tidak pernah memakai untuk ngebreak di rumah. Walaupun mungkin, kalau HT ini dijadikan sebagai based station dengan menggunakan antenna luar akan berbeda performance dalam hal sensitivitas dan selectivitas dibandingkan sebuah RIG. Hal ini wajar karena memang peruntukan HT adalah di lapangan bukan untuk based station.
Pada saat mudik lebaran 2008 kemaren, saya melakukan perjalanan secara berombongan dengan menggunakan 2 buah mobil. HT IC-V8 ini saya taruh di mobil pertama dengan antenna standard, sedangkan saya di mobil kedua menggunakan RIG IC-2200H dengan antena Larsen. Selama perjalanan kami sempat terpisah beberapa ratus meter (bahkan mungkin bisa lebih dari 2 km), tetapi kami tetap bisa saling berkomunikasi (tentu saja, walaupun hampir 2 km tetapi posisi line of sight terpenuhi).
Memory
Satu lagi kelebihan dari IC-V8 ini adalah, kemampuan menyimpan frekwensi sampai dengan 100 memory dan dapat menggunakan alpha tag (nama bukan angka). Walaupun HT keluaran sekarang, rata-rata semua mempunyai fungsi tersebut.
Dimensi
Nah…..ini mungkin yang menjadi salah satu kekurangan dari IC-V8, yaitu bentuk fisik yang lumayan gede dan berat di ukurannya. Apalagi kalau kita pernah lihat HT keluaran Yaesu (VX-1,VX-2,VX-6) rasanya njomplang banget bedanya. Dengan dimensi 54*132*35 mm serta berat 350 gr (antenna dan battery terpasang), kayaknya cukup gede dan berat juga IC-V8.
Baterray
Untuk bateray, kebetulan batteray original bawaan ICOM udah soak sehingga saya membeli bateray pack yang saya isi dengan 6 buah batteray AA rechargable. Pada saat digunakan terus menerus dengan RF power posisi HIGH, IC-V8 ini masih bisa bertahan 1 hari saja. Tetapi kalau penggunaannya tidak terus menerus, seperti pada kasus mudik saya kemaren, bisa bertahan sampai dengan 4 hari.
Harga
Saya kurang tahu harga pasaran untuk second di akhir 2008 ini, yang saya tahu hampir 2 tahun lalu saya membeli dengan kondisi 90% seharga 500 ribu. (silahkan lihat sendiri di www.bekas.com untuk pasaran sekarang).
Kesimpulan
Secara keseluruhan, saya menilai HT ICOM IC-V8 ini cukup memuaskan dan tidak pernah menimbulkan masalah berarti. Sangat cocok untuk dipakai di lapangan.
Hanya satu masalah yang ada yaitu pada ukuran yang besar dan berat. Apabila anda mempunyai budget yang pas-pasan, silahkan beli IC-V8 ini tetapi apabila budget anda berlebih, mungkin anda bisa mempertimbangkan HT merk YAESU yang terkenal imut-imut.
*catatan, semua review yang saya tulis berdasarkan pengalaman untuk HT yang saya miliki, tidak menggambarkan kondisi HT IC-V8 keluaran pabrik yang masih original (bisa jadi kondisi HT saya sudah mengalami penurunan performance).
om cara penggunaan antenna tuner gimana ya?saya di rumah ada CNW 917 masih belum tau pengoperasiannya,manual booknya ga ada.trimssss
#pak UU…
Saya gak begitu suka pake antenna tuner di VHF. Karena, bagaimanapun juga, apabila kita pake antenna tunner, maka ada “kompensasi” yg harus kita bayar untuk “membayar” perbedaan impedance yg ada. Kompensasi tsb adalah “power”. Jadi, kalau mestinya dalam kondisi matching anda bisa mengeluarkan power 50 watt, karena antenna tidak match dan utk keperluan matching ini, anda pake antenna tunner, maka power yg 50 watt tadi akan dikorbankan utk membuat matching antara antena dgn pesawat.
Saran saya, selagi anda tidak “lari-lari” jauh (main frek. extrem, misal dari 142.xxx kemudian main di 145.xxx), hindari penggunaan antenna tunner. Kalo anda hanya main di frek sempit, ngapain pake antenna tunner? Mendingan, bikin antenna yg matching, agar performance pesawat bisa OK.
Oh ya menjawab pertanyaan anda dalam pemakaian antenna tunner, mestinya adalah ouput pesawat masuk ke input antenna tunner, kemudian outpout antenna tunner menuju antenna luar.
(btw, saya juga pake antenna tunner utk main di HF, krn saya “frustrasi” gak bisa matching antenna “inverted V” yg saya pakai, disebabkan oleh saya mesti naik turun genteng tetangga bolak balik utk motongin kable, yg akhirnya gak dapet2x juga :p dan akhirnya menyerah deh, pake antenna tunner.)
Dear Mas agung @ Saya Binggung mau beli HT motorola Gpp 338 Plus atau Yaesu VX 8 yah, mohon pencerahaannya mana yang baiknya. thanks
#pak Hadibeo….
Sekilas saya baca spec-nya, kalau Yaesu-nya VX-8R, sepertinya ini yg paling canggih feature2xnya.
Mestinya, harganya lebih mahalan Yaesu VX-8R ya…
Utk Yaesu VX-8R silahkan review di sini
http://www.yaesu.com/indexVS.cfm?cmd=DisplayProducts&ProdCatID=111&encProdID=64C913CDBC183621AAA39980149EA8C6&DivisionID=65&isArchived=0
Sedangkan utk Motorola GP338, ada di sini:
http://www.motorola.com/Business/ID-EN/Business+Product+and+Services/Two-Way+Radios+-+Business/GP338_SG-EN%252CHK-EN%252CTH-EN%252CID-EN%252CPH-EN%252CXP-EN
iya, kira – kira yaesu vx-8r bagus ngga yah? kalo pa agung sendiri lebih milih mana motorola apa Yaesu vx-8r? thanks.dan saya mau beli yang asli yaesu Vx-8R di glodok ditoko apa yah pa agung? ( Ada Recomendasi Ngga ? )
#mas Hadibeo…
Ada koreksi.
Ternyata yg Motorola GP338 TIDAK dual band, artinya hanya VHF atau UHF saja. Dan harganya sekitar 2.7 jt (krn motorola tidak pernah mengeluarkan produk dual band).
Sedangkan utk Yaesu VX-8R adalah DUAL BAND, jadi anda bisa main di VHF dan UHF. Yg menarik dari Yaesu VX-8R ini adalah, anda bisa mendegarkan UHF disaat anda sedang main di VHF pada saat yg bersamaan, demikian juga sebaliknya. (selebihnya baca deh di manualnya).
Makanya, pantas saja harga dari Yaesu VX-8R ini adalah 5 jt.
He..he…barusan, saya nanya ke toko Gunung Intan di Glodok. (lt 2)
Mas Agung @ Mas agung berarti Yaesu VX-8R Bagus yah?
#mas Hadibeo….
.
“bagus” itu adalah relatif. Dan saya yakin, produk-produk yang dikeluarkan oleh vendor2x ternama seperti Icom,Yaesu,Alinco,Kenwood adalah pasti bagus secara tehnis.
Kembali ke Yaesu VX-8R, kalau dibandingkan dengan Mottorola GP338 secara feature memang menang telak. Tetapi, apakah semua feature tersebut akan pasti anda gunakan ?
Ilustrasi sederhana begini, kita sepakat bahwa mobil Mercedes itu mesti lebih bagus daripada motor (ya iyalah
Tetapi, kalau anda hanya untuk mengantarkan anak sekolah yg jarak antara rumah dan sekolah hanyalah 500 meter, apakah anda akan nekad beli Mercedes ? xi..xi…he…he…silahkan diterjemahkan sendiri.
dear mas agung, terimakasih atas penjelasannya, memang saya cek and ricek di glodok harganya masih tinggi sekitar 5 jt, tapi saya mau tanya lagi ada ngga produk yaesu VX-8R yang palsu.Soalnya saya nanti takut dikasi yang palsu.thanks
Sepertinya, saya belum pernah mendengar dan melihat sendiri, ada produk radio komunikasi palsu
Jadi, sepertinya aman2x aja kok, apalagi anda beli di Glodok, yang mana ada diantara mereka yang merupakan authorized distributor dari beberapa merk radio komunikasi.
Kemungkinan yang terjadi hanyalah, anda “salah harga” alias mendapatkan harga di atas harga pasar, kalau anda beli-nya di toko yg gak jelas
om…aku tertarik tuh sama icom v-85 tolong review keunggulan sama kelemahannya…..juga tanya anten luar yang sederhana/simple buat ngebrik dikamar…trims
salam kenal gan…ni mau tanya saya punya HT ic v8 standar out put 5,5watt saya pengen up grade out putnya ga tau caranya gimana ya?klo mau service dimana posisi saya di magelang.agar jangkauanya tambah luwas tp tetep bisa dibawa kemana2.mohon replaynya di email saya saja gan
#kang Galang, ICOM V-85 sepertinya mirip (atau mungkin bisa disebut kakak/generasi penerus dari V-8). Namun sayangnya, saya belum pernah pake mas, jadi saya gak bisa ngarang buat review
#kang Wawan, HT mau di upgrade ? he..he..he…mending yang di upgrade duit-nya aja kang, trus dibeliin RIG saja yang dijamin tok cer
Untuk service di Magelang? waduh….saya ndak tahu mas, wong Magelang saja, saya belum pernah ke sono, he….he….
pak mhn cara ngetrim receiver ht ic 2n …karena ht 2n saya kurang peka
Salam kenal mas agung,
Saya pemula dan saya punya Icom IC-2N, nah yang saya mau tanyakan adalah, apakah benar ic-2n itu radio freq 2 meter? berarti tidak akan bisa nyambung dengan radio FM tranceiver? Nah saya juga kurang paham dengan cara setting 3 chanel yang ada di ic-2n, jika melihat radio lain yang sudah berdisplay dengan angka2. misal di radio lain tertulis 144.68 berarti saya harus setting di berapa dan bagaimana? trimakasih sebelumnya
# pak Sukiman, silahkan bawa ke tukang-nya saja pak
Cari tehnisi/tukang service HT di daerah anda. Karena masalah “kurang peka” tsb, belum tentu disebabkan oleh salah nge-trim saja. Bisa jadi memang ada komponen yg sudah waktunya diganti, mengingat IC-2N adalah “radio yg sudah uzur”
# pak Andy, kalau radio komunikasi amatir, khan frekwensinya udah di set oleh pabrik (sesuai ketentuan yg berlaku), semisal seperti IC-2N mempunyai range 144 – 146 MHz, sedangkan radio FM itu khan frekwensinya 88 – 107 MHz (kalau gak salah).
Kalau HT-HT yg baru, semisal keluaran Yaesu (yg pernah saya punya dulu VX2R), biasanya dilengkapi dengan radio FM receiver, bahkan frek TV pun bisa di receive.
Wa ba’du, saya sarankan ganti aja dgn HT model baru pak, dijamin lebih enak pakainya
trimakasih sebelumnya mas agung untuk jawabannya, terlepas dari nyambung apa tidak nya IC-2N dengan radio FM tranceiver, yang saya ingin tahu adalah misal di radio lain (yang bukan FM tranceiver) tertulis 144.683 berarti saya harus setting di berapa dan bagaimana untuk? Terimakasih sekali lagi
salam kenal mas Agung saya punya weirwei 338 apa bisa disetting frekuensi UHF makasih banyak atas petunjuknya
Mas, sy faris dr Tulungagung. Termasuk pendatang baru breaker. Ni pake icom V-8. cuman bagaimana caranya mematikan suara squel. sy bingung. pas nggak ada yang on gitu, suaranya mendesis kaya radio FM. gimana ya? TKS
salam 51-55
om.. punya software icom ic-v8, untuk setting memakai tone ketika lepas ptt bagaimana..? terima kasih..
Mas saya mau bisa menseting program di Icom v8 secara manual tolong ajari saya ya…
om saya punya 4 bh HT ICOM IC-V8,rencana 2 bh sy pke untuk repeater,,apa ada gambar rangkaiannya dan panduannya om?klo ad mhon dikirimi via email : na2ng_f@yahoo.co.id
mau tanya mas bagaimana caranya memprogram ht icom biar enak gt locepat carinya tinggl putar aja langsung gt jd gak susah lama mencarinya gt
tks mas
mas saya pnya ht icom v 8 dr kk tp sy ad mslh,
frekuensinya gak bs di pndh ktny di kunci
sy mnt gmn cr membuka kunci tsb spy sy bs mnitor di frekuensi lain,
trims
Salam kenal mas Agung… kalau sampai saat ini (maret 2012), untuk produk icom,apakah icom v8 masih cukup bagus ? Atau mungkin sdh ada yg lebih canggih ? Mohon balasannya. Tks.
@agung_n, @bagus, semua ada di manual book-nya
@Cakroel, untuk V8 mestinya sudah discontinued. Tapi bisa jadi di toko masih ada stock lama. Sebagai gantinya, Icom mengeluarkan Icom V-85 dgn output 7 watt.
om minta tolong gimana caranya buka HT icom V8 yang terkunci di chanel??? soalnya waktu mau ke tampilan frekwensi itu udah gak bisa, minta tolong dong mungkin ada caranya bisa di share
Salam kenal Mas Agung… Mas apanya yg harus di ganti kalo ic-2n saya sudah tuli sdg kalo saya transmit mereka dengar ?
Salam kenal pak..saya pake LDT-800 dan Icom V8..yg jd masalah (karena saya baru kenal rakom) adalah cara seting frek tx dan rxnya..di manual ga ketemu cara tersebut..bisa tolong dibantu,klo bisa lewat email aja pak…
trims
mas tolong cara lepas ch pada radio icom v 68 gimana ya ? tolong di emailkan di rescuebumi@gmail.com
Ini om2 smua yang masih jual ht icom ic-v8
CV. INDONUSA TECHNOLOGY adalah Salah satu Dealer Resmi yang menyediakan alat-alat komunikasi.
Website : http://www.indonusatechnology.com
Phone : (021)7320625
Fax : (021)7320718
Mobile : 0856-95-666-909
E-mail : ibnur@indonusatechnology.com
gn mohon bantunya cara setting input output Icom V8 gimana mohon bantuanya
cara menggunakan simplek dan dumplek, tolong dong di ajarin