FT-80CSudah hampir 2 tahun ini saya memakai si “radio sejuta umat” untuk on-air di 11mc (frek HF yang “lazim” digunakan orang-orang RAPI selain 27 MHz). Selama pemakaian tersebut, nyaris tidak ada masalah berarti pada radio ini, mulai dari transmit sampai dengan receive berikut pengoperasiannya.

Disebut “radio sejuta umat” karena, radio ini radio jenis laris manis di pasaran dengan harga yang relatif murah untuk kelas “all band” dan karena harga yang murah, dia hanya mempunyai fungsi-fungsi standart saja asalkan sudah bisa buat “ngebreak”. Dengan fungsi-fungsi yang standart dan pengoperasian yang simple (serta ditambah dengan harga yang murah), maka hampir semua breaker HF pernah memiliki radio ini (yang pada akhirnya, mereka melepas lagi FT-80C ini untuk kemudian “ditukar” dengan radio kelas yang lebih tinggi).

Range Frekuensi

TX= 1.5 MHz – 30 MHz
RX = 0.5 MHz – 30 MHz

Range frekuensi ini adalah range normal untuk sebuah radio all band. Semua band tercover oleh radio ini.

Mode
AM/SSB/CW

RF Power Output

adjustable sampai dengan 150 Watt

menurut manual book yang ada, radio ini mempunyai power output 100 Watt. Tetapi, pada radio saya dengan tegangan 13.8 VDC bisa keluar 150 watt (termodulasi). He..he….mungkin udah pernah di adjust oleh pemilik yang sebelum saya.

Menggunakan kabel NYAF 1 mm sebagai antenna dengan konfigurasi inverted V, pada saat propagasi bagus, pancaran saya dapat diterima dengan sempurna di Sorong - Papua, ataupun Lhoksumawe – NAD dan yang bagian utara adalah di Serawak – Malaysia.

Tentu saja, penerimaan yang bagus bukan hanya karena faktor power yang besar ataupun antenna yang bagus, tetapi propagasi saat itu yang menjadi faktor penentu. (untuk power 100 watt ini, sudah merupakan keluaran standart dari sebuah radio allband. Dan antenna 1/2 lambda dengan konfigurasi inverted V/atau biasa, adalah juga merupakan antenna pasaran yang paling banyak digunakan para breaker di HF)

Satu pengalaman lagi, saat saya melakukan perjalanan ke Ponorogo akhir 2007 kemaren, FT-80C ikut dalam daftar “senjata” di perjalanan. Dilengkapi dengan sebuah antenna mobil untuk 11 MHz di kap mobil belakang kanan (karena yang bagian kiri terpasang antenna VHF), selama perjalanan di Pantura saya bisa 10-25 dengan teman yang ada di Balikpapan. Dan pada saat saya di Ponorogo dan kebetulan saya melintas di persawahan, saya dapat 10-25 dengan rekan di Bekasi secara sempurna.

Modulasi
Beberapa lawan bicara saya, memberikan report bahwa modulasi yang saya hasilkan cukup bagus, artinya walaupun hanya menggunakan mic standart, mampu memberikan modulasi yang tidak ketinggalan dengan sinyal yang ada.

Receiver
Untuk kualitas receiver, nyaris hampir semua radio HF yang masih normal mempunyai kualitas yang sama dalam hal receiver.

Audio
Audio yang dikeluarkan FT-80C ini cukup bagus, bahkan lebih empuk dibanding radio keluaran baru yang pernah saya miliki ICOM IC-781. Karena untuk membuat “empuk” audio IC-781 saya mesti menghubungkannya dengan sebuah speaker aktif, tetapi untuk FT-80C ini cukup dari speaker yang ada. Memang sih, untuk masalah audio ini adalah masalah kesenengan dan kecocokan. Belum tentu enak di telinga si A, enak pula di telinga si B.

Kekurangan
– fungsi yang terbatas, yaitu tidak ada tombol “band” yang secara default ada. Sehingga, kalau kita sering main di 2 band yang “jaraknya” jauh, misalkan 27 MHz dan 11 MHz, maka kita akan “capek” memutar-mutar tombol frekwensi untuk pindah ke frekuensi yang akan kita inginkan. Ini beda apabila ada tombol “band” yang tersedia secara default, sehingga kita bisa set band 1 di 27 Mhz dan band 2 di 11 MHz. Dan untuk pindah-pindah dari kedua frekuensi tsb tinggal pencet tombol band tsb.

catatan : sebetulnya fungsi band sudah ada, namun tombol-nya yang gak ada. Jadi dari cover depan itu, tombol untuk fungsi “band” tsb tertutup alias tidak tersedia. Biasanya, saya lepas tutup tombol tempat fungsi band tsb berada, sehingga untuk mengaktifkan fungsi “band” tsb, saya pake obeng kecil untuk meng-klik switch yang ada di dalam.

Fungsi “band” tsb secara default tidak ada tombolnya, karena FT-80C termasuk kelas radio kemersial, dan karena versi komersial pasti tidak “dibolehkan” untuk didaftarkan sebagai radio komunikasi amatir. (silahkan cek pada teman2x ORARI tentang hal ini). Radio ini yang versi amatirnya adalah FT-747. Semua spesifikasi sama persis antara kedua radio ini, hanya saja tombol (baca “knop” :-) ), ada semua di FT-747 dimana di FT-80C tombol tersebut tidak ada.

Kesimpulan
Secara keseluruhan, bagi seorang pemula seperti saya, radio ini cukup memberikan layanan yang baik. Karena prinsip seorang breaker pemula adalah, “asal bisa ngebreak dengan orang jauh”.

Apabila anda saat ini mempunyai radio ini, rawatlah dengan baik karena bisa jadi suatu saat radio ini akan menjadi barang antik. Saya dulu pernah memiliki ICOM IC-718 (radio keluaran ICOM tahun 2003), dan akhirnya saya lepas karena radio tsb “terlalu canggih” buat saya. Dalam artian, saat ini saya tidak membutuhkan feature2x yang diberikan si IC-781 (lha wong saya hanya main di 11 MHz doang, itupun paling hanya ada di 11.405,  11.410,  11.415,  11.420  dan 11.430.  he..he…he..saya gak hobby main di 11.425 :D ). Dengan menjual IC-718 saya bisa mendapatkan FT-80C dan sisa uang yang lumayan. (karena IC-718 saat itu harganya sekitar 3.2 jt dan FT-80C sekitar 2.2 jt)

515 total views, 7 views today