Menurut informasi yang santer belakangan ini, PLN akan memberlakukan tarif insentif dan disinsentif kepada para pelanggannya tak terkecuali pelanggan rumah tangga.

Menurut data PLN, rata-rata nasional penggunaan listrik tahun 2007 adalah untuk kelas R1-450VA sebesar 75 kWh, R1 – 900VA sebesar 115 kWh, R1 – 1.300 VA sebesar 201 kWh, R1 – 2.200 VA sebesar 358 kWh, R2 sebesar 650 kWh, dan R3 sebesar 1.767 kWh.

Melalui skema penghematan yang akan diterapkan oleh PLN, pelanggan akan mendapat insentif apabila berhemat sama atau lebih besar dari 20 persen dari pemakaian listrik nasional tahun 2007.  Jika pelanggan menggunakan listrik lebih dari 80 persen rata-rata nasional, akan dikenakan tarif disinsentif.

Untuk jelasnya, kita perhatikan tabel di bawah ini:

Kelas

Rata-rata nasional

80% dari rata-rata

R1- 450 VA

75

60

R1 – 900 VA

115

92

R1 – 1.300 VA

201

160.8

R1 – 2.200 VA

358

286.4

R2

650

520

R3

1767

1413.6

Jadi, apabila seorang pelanggan dari kelas R1-900 VA memakai listrik lebih dari 92 kWh, maka dia akan mendapatkan disinsentif, sebaliknya apabila dia memakai kurang dari 92 kWh akan mendapatkan insentif.

Formula disinsentif

Disinsintif Tarif = 1.6 x kWh dis x He

dimana

kWh dis = kWh pemakaian – 80% kWh rata-rata nasional
He = tarif tertinggi pada golongan pelanggan maksimum
(menurut info yang ada di http://www.plnjaya.co.id/ perhitungan tarif pelanggan utk kelas R1-900VA dan R1-1200VA adalah sebagai berikut).

 Â

R1-900 VA

R1-1200 VA

Bea beban 900/1000 x Rp. 20.000,- 1300/1000 x Rp. 30.100,-
0 – 20 kWh n kWh x Rp. 275,- n kWh x Rp. 385,-
21 – 60 kWh n kWh x Rp. 445,- n kWh x Rp. 445,-
61 > n kWh x  Rp. 495,- n kWh x  Rp. 495,-

Contoh perhitungan disinsentif

Misalkan pelanggan R1-900VA mempunyai pemakain listrik bulan Maret sebesar 300 kWh, maka kWh yang akan dikenai disinsentif adalah 300 – 92 = 208 kWh.

Menurut perhitungan di atas, maka nilai disinsentif yang akan terjadi adalah :

DisinsentifTarif = 1.6 x 208 x Rp. 495,-  =  Rp. 164.736,-

Jumlah yang harus dibayarkan adalah pembayaran normal untuk 300 kWh ditambah DisinsentifTarif sebesar Rp. 164.736,-

Menurut perhitungan yang ada pada situs PLN, pemakain 300 kWh utk pelanggan R1-900VA adalah sebesar Rp. 160.100,-Â

Sehingga, kalau benar metode disinsentif ini diberlakukan, maka pelanggan R1-900VA yang rata-rata tiap bulan membayar Rp. 160.100,- akan melonjak menjadi : 160.100 + 164.736 = Rp. 324.836,-

Sengaja untuk tarif insentif tidak saya bahas di sini, karena hampir tidak mungkin pelanggan di Jakarta khususnya mampu memakai di bawah 80% dari rata-rata nasional. (tentu saja rata-rata nasional kecil, karena paling banyak pemakai adalah orang-prang yang dipelosok yang hanya “menyalakan” listrik di malam hari untuk lampu dan TV saja. Mereka tidak menggunakan kulkas, AC, pompa air, komputer, dsb).

Kesimpulannya, apabila model tarif tersebut benar terjadi, kepala akan menjadi bertambah pusing mikirin listrik yang tagihannya melonjak 100%. Semoga saja yang di atas sana berfikir lagi, agar rencana “konyol” ini tidak jadi diberlakukan. Mungkin mereka santai saja, lha wong listrik udah ada yang bayarin. Dan uang buat bayar listrik mereka itu adalah dari pajak yang kita bayar. (hik..hik..gaji saya tiap bulan dipotong, untuk bayarin listrik beliau-beliau yang duduk di atas sana)