Jakarta saat ini sedang di akhir musim penghujan, musim dimana musuh bebuyutan kami sering menampakkan kesadisannya. Bagaimana tidak sadis, tidak pandang siapa dan bagaimana musuh yang dihadapinya, kalau dia menyerang, semuanya bisa hancur bahkan nyawa bisa meregang. Sebagus apapun konfigurasi grounding yang dibuat, sehebat apapun alat yang dibeli, tetapi tidak ada yang menjamin akan selamat dari amukan si musuh bebuyutan ini, ya…itulah dia si Gundala Putra Petir. Saya pernah membaca sebuah cerita dari rekan-rekan amatir bahwa beliau sudah mengkonfigurasi peralatannya sedemikian rupa sehingga dirasa aman dari amukan si gundala ini. Tetapi, ketika hujan lebat tiba dan si gundala menyambar ke sana kemari, akhirnya singgah juga ke stasiun rekan amatir tersebut melewati antenna yang menjulang ke langit di atas rumahnya. Semua equipment yang terhubung ke kabel antenna tersebut hangus, bahkan kabel RG-8 yang segede jempol orang dewasa-pun leleh dibuatnya. Beruntung, radio klasik miliknya yang berharga mahal tidak tersambung dengan kabel antenna satupun. Dan beruntung pula, saat itu terjadi rekan tadi agak jauh duduknya dari stasiun radionya, sehingga korban nyawa terhindarkan. Read more…
Amatir Radio
Sudah hampir 2 tahun ini saya memakai si “radio sejuta umat” untuk on-air di 11mc (frek HF yang “lazim” digunakan orang-orang RAPI selain 27 MHz). Selama pemakaian tersebut, nyaris tidak ada masalah berarti pada radio ini, mulai dari transmit sampai dengan receive berikut pengoperasiannya.
Disebut “radio sejuta umat” karena, radio ini radio jenis laris manis di pasaran dengan harga yang relatif murah untuk kelas “all band” dan karena harga yang murah, dia hanya mempunyai fungsi-fungsi standart saja asalkan sudah bisa buat “ngebreak”. Dengan fungsi-fungsi yang standart dan pengoperasian yang simple (serta ditambah dengan harga yang murah), maka hampir semua breaker HF pernah memiliki radio ini (yang pada akhirnya, mereka melepas lagi FT-80C ini untuk kemudian “ditukar” dengan radio kelas yang lebih tinggi). Read more…
Amatir Radio, Review
Menurut informasi yang santer belakangan ini, PLN akan memberlakukan tarif insentif dan disinsentif kepada para pelanggannya tak terkecuali pelanggan rumah tangga.
Menurut data PLN, rata-rata nasional penggunaan listrik tahun 2007 adalah untuk kelas R1-450VA sebesar 75 kWh, R1 - 900VA sebesar 115 kWh, R1 - 1.300 VA sebesar 201 kWh, R1 - 2.200 VA sebesar 358 kWh, R2 sebesar 650 kWh, dan R3 sebesar 1.767 kWh.
Melalui skema penghematan yang akan diterapkan oleh PLN, pelanggan akan mendapat insentif apabila berhemat sama atau lebih besar dari 20 persen dari pemakaian listrik nasional tahun 2007. Jika pelanggan menggunakan listrik lebih dari 80 persen rata-rata nasional, akan dikenakan tarif disinsentif. Read more…
General
Recent Comments