nx-800.jpgTrend CDMA yang menawarkan tarif jauh lebih murah dibanding GSM membuat saya ikut-ikutan untuk menggunakan CDMA demi menghemat biaya komunikasi kami.

Setelah cari informasi kesana kemari dengan bantuan pak Google dan kebetulan saat jalan-jalan di Mal Ambasador ketemu promo dari sebuah vendor telephone CDMA bermerk Nexian, akhirnya awal Desember 2007 silam saya putuskan untuk membeli sebuah ponsel CDMA merk Nexian NX800 seharga 385.000,- sudah termasuk sebuah nomor Flexi Jakarta.

Memang, dengan ponsel harga semurah itu tidak banyak yang diharapkan (dan memang saya tidak mengharapkan banyak 🙂 ). Kebutuhan pokok saya hanyalah untuk komunikasi suara via CDMA yang saya harapkan dapat mereduce tagihan tiap bulan GSM saya.Secara umum, feature yang ditawarkan adalah :

  • CDMA 2000 1x – 800 Mhz
  • Kartu RUIM
  • Monochrome & backgound color
  • 10 Nada Dering Midi Poliphonic
  • Buku telpon
  • Speed dialing
  • Kalender. kalkulator, alarm
  • Kunci navigasi 4 arah
  • Bahasa Indonesia dan Inggris

Sehingga wajar, saya tidak mengharapkan feature yang aneh-aneh dari ponsel murah tsb, asal bisa untuk telpon dan SMS saja bagi saya sudah cukup.

Secara umum, ponsel tersebut cukup sesuai dengan feature yang ditulis tetapi ada beberapa kekurangan yang cukup serius :

  • microphone yang kurang kuat, sehingga teman bicara kita kadang kesulitan mendengarkan suara kita karena didengarkan olehnya terlalu kecil. Sehingga kalau begitu, saya ngomongnya agak dikencengin dan mic-nya dideketin dengan mulut. (hal yang tidak pernah saya lakukan pada phone yang lain, kecuali HT 😀 ).
  • Penulisan SMS yang sulit, yaitu kesulitan memindahkan huruf dalam penulisan SMS.
  • Tidak ada koneksi dengan komputer, sehingga kita tidak bisa “memindahkan” phone book yang ada di ponsel lain. (satu-satunya cara hanyalah dengan mengcopy dulu phonebook yang ada ke kartu/sim chard, baru kemudian bisa kita pindahkan ke Nexian)

Sepertinya, sementara “hanya’ 3 point itu aja yang cukup serius yang pernah saya alami selama saya menggunakan Nexian NX800.

Namun yang tak kalah “mengenaskan” adalah pengalaman saya pada hari ke-4 pemakaian, dimana charger ponsel tiba-tiba mati total. Dan setalah saya baca di klausul garansi, memang untuk benda yang satu itu (charger) tidak ada jaminan garansi sehingga memaksa saya untuk membeli charger baru.

Dan yang paling “apes” ternyata, tidak semua toko menjual charger untuk Nexian tersebut, hanya dealer Nexia saja yang kebetulan berada di lantai 4 ITC Kuningan dengan harga yang lumayan tinggi, 50 ribu rupiah 🙁.

Ternyata, di counter Nexian tersebut tidak saya saja yang mengalami nasib serupa. Ada 3 orang yang mempunyai kasus yang persis sama dengan saya tetapi untuk type ponsel yang lain, walaupun masih sama-sama Nexian.

Sehingga, total jendral saya tidak membeli ponsel tersebut seharga 385.000,- tetapi menjadi 435.000,- termasuk harga charger yang mesti beli baru (50.000).

Akhirnya, kesimpulan yang saya dapatkan adalah :

  • hati-hati dengan barang murah, karena harga tidak dapat menipu. Semakin mahal suatu barang, tentunya kualitas yang dihasilkan akan semakin baik. Demikian sebaliknya, semakin murah suatu barang (dengan asumsi mempunya “spec” yang sama dengan yang mahal) akan semakin banyak kualitas yang “dikorbankan”.
  • Lebih baik membeli barang yang “sedikit” lebih mahal asal dari vendor yang sudah terkenal dan terpercaya menghasilkan barang yang berkualitas bagus.