se-213.jpgAwal Oktober 2007 yang lalu, saya membeli sebuah Digital MP4 Player merk Sense type 213 dengan pertimbangan harga yang murah. Menurut rencana MP4 player ini hanya digunakan untuk menemani Fasya dan Azka dalam mendengarkan lagu format MP3, daripada setiap memainkan lagu-lagu MP3 selalu menggunakan komputer sehingga menjadi tidak praktis.

Dengan harga 300 ribu saat itu ditambah sebuah speaker aktif merk Creative seharga 140 ribu, jadilah Fasya dan Azka mendengarkan lagu-lagu format MP3 di dalam kamar dengan cukup simple.

Kualitas yang dihasilkan cukup lumayan dalam artian cukup enak terdengar oleh telinga walaupun mungkin kalah jauh kalau dibandingkan dengan IPOD (dengan harga yang tentu saja jauh berbeda 🙂 ).

Berikut ini feature yang ditulis oleh pihak vendornya:

  • Support MP3, WMA, WAV audio format
  • Internal Speaker
  • Support MP3, WMA & WAV playback
  • Support AMV video
  • Stereo FM radio
  • 7 Music equalizer
  • Digital Voice recording
  • Games
  • Image file viewer, Text viewer
  • 3.7V Li-ion battery
  • Capacity 512MB – 4GB

Satu minggu pemakaian, masalah mulai muncul yaitu charger yang tiba-tiba mati, dan menurut pihak toko yang saya hubungi, charger tidak termasuk garansi. Hmm…akhirnya, saya hanya bisa melakukan charge bateray dengan mencolokkan device tersebut kepada komputer.

Satu bulan kemudian, masalah lain terjadi yaitu susah sekali untuk berpindah menu, dan akhirnya saya menggunakan rumus “gambling”. Kadang-kadang nyampe ke manu yang saya maksud, kadang-kadang “loncat” kepada menu lain yang tidak diinginkan.

Akhirnya puncak masalah timbul awal Januari 2008 ini atau tepatnya 3 bulan setelah pembelian, dimana tiba-tiba MP4 Player tersebut mengalami hang dan tidak bisa di charge, padahal selama 3 bulan tersebut pemakaian tidak secara terus menerus. Kadang dalam 1 minggu tidak pernah dinyalakan sama sekali dan yang paling sering paling tiap hari yang itupun hanya pada waktu siang hari untuk beberapa jam untuk menina-bobokan Azka.

Saat ini, saya belum membawa ke toko tempat pembelian dimana mereka memberikan garansi 1 tahun. Saya belum tahu apakah kerusakan ini bisa diperbaiki atau tidak.

Jadi kesimpulan yang dapat saya peroleh adalah :

  • hindari membeli produk murah yang belum mempunyai reputasi (belum terkenal)
  • lebih baik membeli produk dengan harga lebih tinggi sedikit asal mempunyai kualitas yang tidak diragukan
  • pembelian produk murah dengan alasan harga, akhirnya tidak mendapatkan penghematan uang karena produk tersebut tidak awet. Kalaupun dicover oleh garansi, paling tidak kita rugi akan waktu yang terbuang.
  • So….ini agak “rasial”, HINDARI produk CHINA 😀