Home > Amatir Radio, Review > Review ICOM IC-2200H

Review ICOM IC-2200H

IC-2200HSatu bulan terakhir ini saya berkesempatan untuk menggunakan sebuah VHF Tranceiver ICOM IC-2200H. Radio ini mulai diproduksi oleh ICOM pada tahun 2003 dan sejak itulah RIG VHF yang mempunyai RF power 65 watt ini menjadi produk yang laris manis di pasaran. Salah satu indikasi akan hal ini adalah, sampai saat ini (akkhir 2007), radio ini masih tetap diproduksi oleh perusahaan asal Jepang tersebut.

Range Frekwensi

Frekwensi yang ter-cover oleh radio ini adalah TX: 136.000 – 174.000 MHz, dan RX: 118.000 – 174.000, sebuah range yang sudah umum di dalam dunia amatir radio.

Power Output

Secara umum, IC-2200H ini mempunyai kemampuan yang hampir sama dengan radio di kelasnya, seperti Kenwood TM-271, Yaesu FT-2800. Ketiga radio ini mempunyai RF power yang hampir sama, yaitu di kisaran 60 Watt.

Namun IC-2200H ini “mencuri’ perhatian dengan menaikkan sedikit powernya, yaitu pada 65 watt. Disamping itu, pilihan power yang lebih banyak dibandingkan RIG dikelasnya dengan memiliki 4 buah pilihan RF Power :

  • Low (5 W)
  • Middle Low (10 W)
  • Middle (25 W)
  • High (65 W)

Beberapa saat yang lalu, saya pernah ber 10-25 dengan teman di Karawang Selatan dengan menggunakan Middle Power (25 W) dan diterima sempurna dengan report signal full di sana. Walaupun RF Power bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi dalam hal ini. (faktor lain yang sangat penting adalah antenna).

Receiver

Saya merasa kesulitan untuk membandingkan kualitas receiver RIG ini dengan radio yang lain, dikarenakan saya tidak memiliki RIG yang lain yang terpasang pada station saya.

Namun secara global, receiver IC-2200H ini bisa dibilang sangat memuaskan, baik dalam kepekaan maupun toleransi terhadap spletteran.

Hal ini terbukti dengan berhasilnya saya ber 10-25 dengan rekan-rekan jauh, seperti Karawang, Sukabumi serta daerah Serang Banten tanpa kesulitan walaupun saya hanya menggunakan antenna dengan ketinggian 10 meter di atas tanah.

Disamping itu, selama ini saya tidak pernah merasa terganggu dengan adanya splatteran yang ada di saat saya sedang ber 10-25 dengan rekan-rekan.

RF Attenuator

Mungkin yang sedikit membedakan dengan radio di kelasnya, adalah bahwa IC-2200H ini mempunyai fungsi RF attenuator yang tergabung dalam tombol squelch. Secara awam mungkin fungsi ini akan terlihat sama dengan squelch, mengingat cara setting-nya menjadi satu dengan tombol squelch.

Modulasi

Sepertinya, modulasi yang dimiliki oleh RIG keluaran ICOM generasi akhir (sejak IC-2000, IC-2100), memiliki keunggulan dibandingkan dengan radio di kelasnya.

Saya pernah mendengarkan modulasi saya sendiri, dari rekaman yang dilakukan oleh lawan bicara saya. Dan memang terbukti modulasi yang dihasilkan IC-2200H ini lebih bagus dibandingkan dengan modulasi radio lain yang kebetulan saat itu ikut juga direkam. Modulasi yang dihasilkan cenderung menonjol dan seimbang antara bass dan treble-nya, sehingga walaupun signal kita S-0 diterima oleh lawan bicara kita, maka dengan adanya modulasi yang menonjol ini, lawan bicara kita dapat menerima pancaran kita dengan baik.

Audio

Salah satu kekurangan dari IC-2200H ini mungkin faktor audio. Audio yang dihasilkan cenderung “cempreng”, tetapi hal ini tidak menjadi sesuatu yang mengganggu (mungkin karena selama ini saya menggunakan Kenwood yang memang terkenal dengan audio yang “empuk”).

Untuk “mengakali” audio ini, saya mencolokkan speaker external bekas pasangan dari sebuah speaker aktif dan hasilnya cukup memuaskan. Audio yang dikeluarkan menjadi lebih empuk, lebih nge-bass dan sudah mirip dengan audio yang dihasilkan oleh Kenwood.

Pengoperasian Fungsi

Semua pengaturan fungsi dapat dilakukan dari hand mic standart (HM-133V) dengan mudah. Mungkin bagi orang yang belum terbiasa menggunakan product ICOM, akan sedikit merasa canggung untuk melakukan pengaturan fungsi, tetapi semua itu harusnya bisa diatasi karena manual book yang disertakan sangatlah mudah untuk dimengerti oleh orang awam sekalipun.

Memory

Memory yang disediakan sangat banyak, yaitu 200 memory. Dan ini saya kira lebih dari cukup untuk ukuran saya sebagai breaker biasa. (karena selama ini, saya menggunakan Kenwood TM-241 yang hanya memiliki 20 memory dengan hanya menyisakan 3 buah memory yang bisa digunakan untuk free duplex).

Disamping memory yang cukup banyak, IC-2200H ini juga dapat menyimpan karakter/huruf untuk menggantikan tampilan angka-angka frekwensi pada memory.

Secara umum, saya cukup puas terhadap IC-2200H ini dan masih banyak lagi feature yang lebih bagus tetapi saya belum bisa memberikan review dikarenakan belum banyak hal yang bisa saya explore di IC-2200H ini.

Untuk tetap menjaga suhu final tetap dalam keadaan yang “tidak terlalu panas”, saya memasang sebuah kipas kecil (yang biasa digunakan untuk CPU). Karena, setelah saya amati IC-2200H ini kalau kita pakai dengan power high (65 W) dalam waktu transmit yang cukup lama, pendinginnya akan terasa cepat sekali panas.

Harga pasaran untuk kondisi second saat ini (akhir 2007) berkisar antara 1.2 – 1.3 jt. Dan dengan harga tersebut, lebih baik anda membeli dengan kondisi baru, karena harga baru di Glodok adalah 1.4 juta.

Categories: Amatir Radio, Review Tags:
  1. KRISWANTO
    September 4th, 2008 at 14:16 | #1

    @ mas slamet ….
    MIRUSA HAM ELEKTRONIK.PT. JL.GUNTUR NO.34 JAKARTA SELATAN Phone : 8291900

    @ mas agung mana nih reviewnya he he he ….. ditunggu yach

  2. agungudik
    September 8th, 2008 at 09:43 | #2

    @Om Slamet ….
    Terima kasih sudah mengingatkan….
    Sebagai tindak lanjut dari usulan anda dan juga tetap menjaga “kemurnian” blog ini, komentar2x yg berbau iklan, sudah saya delete.
    Terima kasih semuanya dan mohon maaf, kalau mau beriklan silahkan ke situs khusus iklan.

  3. KRISWANTO
    September 8th, 2008 at 11:02 | #3

    mas agung, saya dapat info ga’ tau bener ato tidak, saya coba tanya-tanya tentang IC-2200H dan IC-V8000 di glodok dan saya disarankan untuk pake IC-2200H karena “katanya” klo IC V-8000H itu dipakai di luar (freq) 14x.xxx rf power turun/drop sampe 50w apakah itu benar? mohon pencerahan bingung nih pilih yang mana ?

  4. September 9th, 2008 at 15:28 | #4

    kalo ga salah kan v8000 menggunakan 2 rf final yach?dan kalo memang bener kok bisa ada penurunan rf power di freq tertentu sih?
    apa memang bawaan product pendahulu ic 2200h ?

  5. Cristcross
    September 11th, 2008 at 22:12 | #5

    Mas mau tanya, menurut info dari temen yg sdh pernah pake icom-v8000, mesin ini relatif lebih cengeng ketimbang icom-2200H. Apalagi kalo setting swr pada entena gak bener-2 sesuai (nyender), yg mengakibatkan menjadi lemahnya komponen didalam IC-V8000 sendiri. OKI temen sy sekarang beralih ke IC-2200H yg katanya lebih bandel dgn IC-V8000. Apa bener tuh mas ?

  6. Cristcross
    September 11th, 2008 at 22:16 | #6

    Satu lagi mas, apakah harga di Mirusa dgn glodok ada perbedaan yg cukup signifikan, dan bagaimana masalah garansi jika kita membeli di glodok or Mirusa ? mohon pencerahannya. Thx

  7. agungudik
    September 12th, 2008 at 09:14 | #7

    @Om Cristcross ….
    Masalah perbandingan antara V8000 dgn IC-2200H, kok mirip dgn issue perbandingan antara IC-2100 dgn IC-2200.
    He…he…tapi gak tahu ya, benar atau salah. Soalnya saya baru memakai IC-2200H dan itupun pemakaian normal bahkan bisa dibilang minim, karena jarang banget main HIGH Power, paling banter Middle (soalnya ngobrol paling banter dgn rekan di Bogor atau Bekasi, saya gak suka “balapan”)

    Mirusa dan Glodok emang beda harga, tapi barangnya sama. Menurut informasi yg saya dapat, barang2x di Glodok (Icom dan Yaesu) ngambilnya di Mirusa. Kalo Mirusa kasih harga agak mahal, ya namanya itu menjaga kehidupan agen-nya. Mungkin gitu kali :-)

  8. September 16th, 2008 at 10:44 | #8

    saya pernah denger hal itu mas agung tentang isu 2200 dan 2100,menurut saya memang 2200 lebih unggul ketimbang 2100 atau v8000 karena blon ketemu kelemahannya kale ,dan sekarang banyak juga yang compare antara 2200 dan 271 .semua kembali pada pemakainya,dan kebetulan saya percayakan untuk di kelas ini saya pakai ft-2800m karena sdh terlanjur beli dan hasilnya puas,pertimbangan karena pengin beda dengan yang lain maka pake 2800m….
    kalo sepengetahuan saya sih memang semua produk terbaru pasti lebih bagus dari sebelumnya,mungkin blon ketemu kelemahannya kale dan produk terbaru mungkin lebih di perbaiki kelemahanya dari produk pendahulunya,..

  9. Cristcross
    September 16th, 2008 at 19:14 | #9

    @Mas Agung
    tulung review nya dong ttg IC-229H, memang barang jadul tapi gimana kemampuannya ? Thx

    @mas Slamet
    Tulung juga reviewnya Yaesu ft-2800m kelebihan dan kekurangannya secara anda khan dah pake nih mesin. trus harga 2nd nya berapa ya ? Thx

  10. September 17th, 2008 at 09:51 | #10

    kayaknya saya tidak begitu ahli utnuk review,namun sejauh ini saya menggunakan fine aja …
    untuk programnya jg gampang karena mesin ini lebih fleksible kalo saya nilai dia bisa memberikan kemudahan operationalnya ( usser friendly ).
    power di bilang cukup besar .pernah saya coba naikan di 14,1volt dan hipo nya mencapai 70watt,punya indikator volt saat pertama kita on kan perangkat..
    modulasi pas tajam ,artinya tidak ketinggalan dan tidak terlalu bass.
    apalagi yah,pendingin yang cukup bagus,..
    ubtuk harga 2nd saya ga tahu beli barunya hampir sama dengan ic-2200h
    jadi saya sarankan pake ic-2200h aja biar ga sama dengan saya ..hehe

  11. Cristcross
    September 17th, 2008 at 11:29 | #11

    @Mas Slamet
    Saya dah tanya ke Mirusa, per hari ini harga FT 2800M 1,575 jt dan harga IC 2200H 1,850 jt. Kalo Harga glodok berapa ya ? punya referensi toko di Glodok Mas Agung or Mas Slamet yg bisa di hubungi. Yah buat perbandingan harga saja.

    Ada yg me-review FT 2800M begini mas :
    “Kekurangan yang saya dapati pada Yaesu FT-2800M adalah suara kita yang sering dikatakan kecil oleh lawan bicara.

    Sampai sekarang belum ada petunjuk modifikasi yang akurat untuk mengatasi masalah ini.”

    Mas Slamet mengalami hal ini gak ?

  12. September 17th, 2008 at 12:05 | #12

    mas ic 2200h untuk matchingnya pake antena jenis apa & power supllya brapa ampere ? thank,s before.

  13. September 17th, 2008 at 12:10 | #13

    ohya hampir kelupaan ,bisa gak saya minta nomor telponnya ,thanks before.ya mas agung gudik.

  14. agungudik
    September 17th, 2008 at 14:11 | #14

    @Cristcross …
    Coba tanya di Gunung Intan, setahuku kalo perangkat, dia harganya paling miring.
    Kayaknya, harganya gak jau beda dgn Mirusa, kemaren ada temen yang nanya di sana sih, IC-2200H udah di angka 1.8 jt (padahal tepat 1 tahun yang lalu, menjelang lebaran seperti ini, saya dapat harga 1.4 lho…he…he…untunglah awak)

  15. September 17th, 2008 at 16:51 | #15

    dear Cristcross..
    untuk saya sih sdh pas menggunakan ft2800m, makanya saya katakan bahwa modulasi perangkat ini ngeruncing.untuk mengatasi mungkin harus di cari swr terendah di antena dan kabel mungkin bisa membantu..
    perangkat saya kebetulan langsung saya macthing kan setelah beli sebelum di pakai jadi kemungkinan kesalahan loses power ga ada.
    kalo 2200h lebih cempreng ,nah ini masalah dari kebiasaan saya ..
    makanya saya sarankan pake ic-2200H aja,jika masih blom mempunyai keyakinan akan yaesu.produk ini tidak familiar di indonesia ,lebih terkenal kenwood, icom dan alinco

  16. daniel
    September 22nd, 2008 at 08:06 | #16

    untuk membuat ic2200 ini ada roger beep nya (bunyi tone pada saat kita melepas ptt) gimana caranya ya, mungkin mas agung atau rekan lain ada yang tahu, soalnya dulu di dr 135 bisa tuh

  17. lexy,samarinda
    September 22nd, 2008 at 12:11 | #17

    Hallo Broer Agung, dan juga teman2 yang suka ngobrol di udara, saya ingin sekali bisa berbagi informasi dan bisa menambah pengetahuan/wawasan, ingin lebih banyak punya teman dimana mana. Kerena kemampuan radio kita (2m) terbatas, ngga bisa menjangkau tempat yg jauh-jauh, dg ber-email ria, kita2 masih bisa saling bertukar informasi. Insya Allah bermanfaat.
    Terima kasih Broer Agung.
    Lexy, Samarinda
    Alamat email: lexy86@ymail.com

  18. Cristcross
    September 22nd, 2008 at 15:38 | #18

    @Mas Agung

    Toko Gunung Intan no telp-nya berapa ? thx.

  19. Ali
    September 29th, 2008 at 11:28 | #19

    Mas Agung salam kenal yaa.Salam 51 55 10 2 harapannya.saya hanya mau kasih comment aja soal Ic 2200H, kebetulan saya jg pake tp sekarang disimpen dulu biar awet he2….(kan sekarang mahal)sementara pake DR 135MKII. Dulu saya beli Maret 2008 di Mirusa 1,3 Jt(New..wah berarti mas agung belinya murahan saya ya).Secara keseluruhan kualitas oke dibanding dengan DR 135MKII.Top Abiis deh pokoknya..
    Kalo dibandingkan dengan IC V8000 sih saya setuju dengan Cristcross.Kemarin saya sempat nanya ke teknisi nya Mirusa katanya Power nya lebih rata Ic 2200H di beberapa Frekuensi.terima kasih….
    o ya mas agung biasanya main di kanal berapa?

    Ali
    Lokal 06 Wil.07 Kota Serang Daerah 30 Banten

    email:dikis_pwd@yahoo.com

  20. sugeng ristanto
    September 29th, 2008 at 11:32 | #20

    saya ingin cari modul rf sav 17. ada yang tahu

  21. Ipunk
    October 4th, 2008 at 06:46 | #21

    Cristcross, ntar kalo udah tau harga, kasih kabar lagi ya. Aku juga pengen beli tapi belum mutusin ic2200 atau v8000. Makasih ya mas Agung, blognya bantuin kita banget..

  22. agungudik
    October 7th, 2008 at 12:35 | #22

    Buat temen2x semua, mohon maaf, comentarnya agak lama saya approve, berhubung saya mudik lebaran dan di kampung gak sempet connect internet.

    @ Om Cristcross
    Gunung Intan 021-6252787

    @ Om Ali
    Salam kenal balik Om Ali, saya sekarang udah jarang ngebreak Om, kalopun ON AIR saya biasa di 143.000 Frek. Lokal Jatinegara. (dengan nama yg sama “Agung”, kalo sempat mampir di frekwensi silahkan panggil nama saya ya..)

    @ Om Ipunk
    Terima kasih atas kunjungannya dan saya merasa senang sekali kalau ternyata tindakan saya masih bisa bermanfaat bagi orang lain.
    Bukankah sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain ? :-)

  23. dean
    October 14th, 2008 at 18:06 | #23

    tolong mas..schematik nya ic 2100 aq khilangan jejak tr dekat final yg tempel,sebelah tr b390 klo ga salah,,jg kristal x1 dekat panel depan,,tolong ya mas klo ada yg pnya d share ke email saya.thanks

  24. October 15th, 2008 at 12:56 | #24

    ada yang bisa buka freq Kenwood tr 201a ga?
    dan kira2 bisa di buka apa ga yah freq nya?

    thax u

  25. October 16th, 2008 at 11:08 | #25

    om bikin review dong untuk yaesu ft 211rh dan kenwood 201a krn aq punya nih

  26. agungudik
    October 16th, 2008 at 11:13 | #26

    @Om Slamet,
    Sayangnya saya belum pernah pake kedua perangkat tsb.
    Gimana kalo Om Slamet aja yg bikin review-nya, silahkan tulis pake Microsoft Word lalu kirim ke email saya di agungudik@gmail.com
    Ntar saya edit-nya kalo memang membutuhkan editing (mungkin ada tambahan gambar, biar saya yg cari nanti. Atau ada tambahan spec teknis dari vendor-nya, biar ntar saya cari di internet), tapi kalo udah OK, langsung saya posting.
    Dan hak cipta penulis, tetap anda yg pegang kok.
    Gimana ? saya tunggu ya ?

  27. October 16th, 2008 at 13:52 | #27

    saya tdk sebagus om agung untuk menulis kata2,dan pengetahuan saya juga masih dasar sekali ….
    mohoon maaf om.di sini kan saya bisa menimba banyak pengetahuan

  28. bagus dewangkara
    October 17th, 2008 at 16:35 | #28

    saya mo tanya gimana caranya setting duplex yg non standar di ic 2200h mohon tanggapan dan jawaban dr teman teman, trimakasi

  29. daniel
    October 29th, 2008 at 12:50 | #29

    mas agung dan pengguna ic 2200 lainnya..
    fuse(sekring) di kabel dc nya masing masing berapa ampere ya..
    kok di saya 5 A (kabel positip maupun yang negatip), kayaknya kok kecil banget, mengingat power nya yang gede, paling tidak kalau menggunakan high arus yang lewat bisa 10 A, merek fuse nya bussmen kalo gak salah.

    Mungkin ada info dari rekan yang menggunakan…

    Thx

  30. hiryansa
    October 29th, 2008 at 22:02 | #30

    gmn caranya untuk dapat membeli pesawat rig type icom 2200h

  31. CristCross
    November 4th, 2008 at 09:59 | #31

    akhirnya sy putuskan ngambil juga 2 perangkat, masing-2 yaesu ft2800 sama IC2200H, tapi keduanya saya beli 2nd dan kebetulan sy dapet kedua-2nya sangat-2 mulus (belum pernah diservis sekalipun) dan daya yg keluar pun masih sama-2 65 Watt malah tembus 70 Watt (dr hasil pengukuran di SWR Meter).

    -Yaesu saya beli dgn harga 900 ribu
    -IC2200 saya beli dgn 1,3 jt (tapi plus bonus larsen lokal, diamond 1/2 lamda, breket,bonggol n kabelnya untuk dipasang di mobil..karena memang dulunya terpasang di mobil.

    Reviuw keduanya :
    - Yaesu modulasi lebih trebble drpd IC2200.
    - dimensi pesawat lebih besar Yaesu dr pd IC2200.

    Itu sj review scr umumnya…dan mudah-2an kedua pesawat ini awet di tangan saya…

    CristCross ….akhirnya anda menemukan juga pilihannya, setelah bertapa di pinggi alas gondo mayit :-) he…he…sekarang giliran anda untuk menyampaikan kesan-kesan selama memakai Yaesu dan ICOM. Ditunggu ya …..

    agung ud

  32. Sinta
    November 5th, 2008 at 15:22 | #32

    Mas Agung…Kalau IC2200 apa bisa pakai Power Suply yang 10 Ampere saat transmit menggunakan power 65 Watt..?
    ..
    Terima kasih.

    Kalo power 65 watt dengan PS 10 A, kayaknya kagak bakalan kuat deh mbak :-)
    Normalnya, anda pake Power Supply yg 30A. (minimal).
    Sekarang PS 30A, gak begitu mahal khan ? saya dulu beli cuman 500 ribu.

    Agung Ud

  33. CristCross
    November 7th, 2008 at 19:11 | #33

    Mas Agung,

    Mohon pencerahannya dong, gimana caranya ganti colokan extramike IC2100, sbb ada IC2100 punya temen colokannya patah tempat koncian yg kecilnya itu, akhirnya untuk sementara saya kasih kabel UTP untuk jaringan dgn colokan RJ45.

    Kalo saya lihat kabel spiral punya IC2100, dia tersambung 8 kabel ke masing-2 pin di RJ45, tapi begitu saya putusin kok kabel didalam spiralnya cuma ada 7 kabel ya, dimana kabel warna putihnya dibalut sama kabel serabut.

    kalo gak salah urutan warnanya : orange,coklat, kuning, hijau, hitam, putih, biru trus hitam/abu-2. Nah kabel yang terakhir ini yg bikin saya bingung. Kalo saya baca manual IC2100, di pin ke 3 dan 8 itu tulisannya not connected.

    Bingung nih dibuatnya…

  34. JZ 098 ESJ/YD Q OLH
    November 12th, 2008 at 10:23 | #34

    mas tanya nih, kok PTT nya 2200 suka nge-lock knapa ya….n 2200 cukup ok… lah

  35. JZ 09 ESJ/YD Q OLH
    November 12th, 2008 at 10:28 | #35

    oya, saya sampe lupa itu lo… sy pake PS 30A MIRUSA punya kadang ngedrop kalo pakai pswt IC 2200 n knapa ya n sya pnya kbel andrue 5/8 konektornya yg aga murah beli di mana sayang dah 1 th ga di pakai…thank ya…mas

  36. November 13th, 2008 at 18:10 | #36

    mas maksud saya panel ic v8000 saya jebol trus alatnya di cabut naahh hilang tuch alat nomer serinya brapa trus di mana belinya ya???
    terima ksih ya mas….

  37. abu suhud
    November 14th, 2008 at 07:30 | #37

    mas yth, antara icom 2200h dg v8000 bagus mana tolong
    jelaskan lebih baikyg mana untuk ngebrik di rumahrim dan harga sekarang masing2 berapa trims ya mas atas bantuannya.

  38. indra
    November 23rd, 2008 at 10:28 | #38

    salam kenal mas agung,saya indra dari jatiasih bekasi..saya baru mengurus ijin perangkat melalui RAPI dan saya baru berniat untuk memasang RIG mobile station..kalau boleh minta rekomendasi apa saja yang harus saya beli untuk memasang RIG dimobil daihatsu terios saya.saya ditawari oleh teman dibandung sbb: RIG ICOM ICV8000 2jt/IC 2200 1,6jt ANTENE OXIN/DIAMOND 250rb kabel KOEX 100rb dudukan antena 250rb..kira2 perlu tambahan lagi tidak?terlalu mahal tidak? terima kasih…

    Salam kenal juga mas Indra…..
    untuk harga-harga di atas udah wajar, cuman mungkin kalau saya kok lebih suka pake Larsen yach? murah meriah dan lumayan handal utk mobile. Larsen haganya cuman 60 ribu dan selama ini, saya pake itu cukup sukses masuk repeater di daerah saat saya lagi mobiling.
    Dan yang perlu diperhatikan utk pemasangan di mobil adalah, kable antenna-nya mesti match dulu mas Indra. Baru setelah itu, nge-match-in si antenna itu sendiri.
    Satu lagi adalah masalah power supply yg dari accu mobile, kalo bisa bikin kable tersendiri memakai kable AWG yg gede (yg emang spesial buat arus DC), dan lengkapi dengan sekring. Karena, power supply yg bagus, sangat berpengaruh pada RF Power yg dihasilkan. (sebagai contoh, saya pernah mencoba pake kable kecil dan saya bandingkan dengan AWG yg gede, bisa selisih 5 – 10 watt lho bedanya).
    Ok, semoga membantu.

  39. CristCross
    November 27th, 2008 at 19:18 | #39

    Salam Kenal Mas indra.
    Saya juga pake rakom di Taruna saya, pake ic2200 sudah lebih dari cukup. kabel saya pake rg58 yg innernya tunggal harga 100 rb 4 mtr (di glodok), bonggol antena 30 rb, breket saya pake yg plt karena mudah di puter-2 sesuai keinginan.

    Antena saya ada 2 (larsen n diamon-1/4 lamda) larsen lokal cuma 75 rb (yg US 250 1 set), diamond sy beli 160 rb (glodok).

    karna belom saya tuning (dummy load kabel n setting swr) , swr meter menunjukkan :
    - 2,1 kalo pake larsen (makanya sy belum berani pake..sayang rignya kalo jebol final nya)
    - 1,4 kalo pake diamond (jadi sekarang sy masih pake antena ini)

    Memang antara larsen n diamond, sy pribadi lebih suka larsen karna receive signalnya lebih sensitif (mungkin karna bentuknya lebih panjang ya)….

    Dalam waktu dekat ini sy mau setting dulu larsennya biar SWR nya rendah.

    Semoga membantu mas indra…

  40. November 28th, 2008 at 10:40 | #40

    saya belom pernah memakai racom di kendaraan, dan saya memakai radio ini untuk station rumahan.
    lossing power jika di gunakan di kendaraan seberapa besar yah?

  41. November 28th, 2008 at 15:50 | #41

    oot nih, fungsinya RF Attenuator apa Oom.

  42. widodo
    December 2nd, 2008 at 12:20 | #42

    halo mas agung dan mas CristCross,
    saya dari bojonegoro (wong ndeso), yd3tvw.
    bgaimana cara nge-met kabel yang bener?
    kbetulan pswt saya ic-27 A, supply 25A, perangkat lain SWR meter dan dummy load 1.15 VSWR 15 A. lalu bgamana cara nge-met antena saya?. antena saya yg msh sangat sederhana belum mampu utk beli yg mahal2, cukup Ring O dan Teleks. soalnya saya pake dg ktinggian antena 3 pipa dengan jarak penerima 30 km, signal hanya diterima 7. padahal mestinya kan lebih dari itu.

    Mas Widodo, terima kasih telah mampir di blog saya :-)
    utk nge-match kable,
    1. pertama ujung kable yg satu udah dikasih konektor lengkap, lalu tancepin deh dengan dummy load.
    2. Rentangkan kable dengan bebas (lurus memanjang, dan tidak mlungker). Usahakan sebisa mungkin di ruang terbuka.
    3.Ujung kable yg satunya lagi, pasang konektor dan tancepin deh ke SWR kemudian SWR ke radio. Silahkan main di frekwensi yg sering dipake, dan keluarin power yg kecil aja (5Watt).
    4. Kalo VSWR masih tinggi, potong deh itu kable yg nancep di SWR, dikit-dikit (ya…kurang lebih 10 cm). Lalu, pasang lagi konektornya, dan tancepin lagi ke SWR, lihat lagi VSWR.
    5. Begitu seterusnya sampe 1:1 kalo mungkin.
    Ok, semoga berhasil

    Agung Ud

  43. widodo
    December 2nd, 2008 at 12:23 | #43

    oh ya untuk mas criscross, bagaimana kesan2 dan pesannya dalam membandingkan antara v8000 dan 2200h. mungkin selain yg sudah ditulis disini. atau kira2 diantara 2 perangkat tersebut lebih baik pilih yang mana?

  44. endro
    December 8th, 2008 at 10:31 | #44

    salam kenal, setelah beberapa kali membaca tulisan dari teman2 disini, saya tertarik utk bergabung.
    saya ingin belajar membuat mobil antena 2 m band seperti larsen. apakah ada yg py info, cara buat coil-nya.

  45. Teko
    December 22nd, 2008 at 15:56 | #45

    Saya naksir ic2200, tapi kata kawan final-nya kalau rusak harus beli sama cardnya tdk spt ic2100. Apa bener ? harga sekarang brp ? tks

  46. smile_dewa
    December 22nd, 2008 at 16:02 | #46

    wah sekarang muahal ic 2200h, sekitar 2,3jt..
    tapi saya kmrn beli 1,5..
    lumayan pakai rig ini, meski power supply baru 10A trafo merk era, lumayan meski drop saat transmit High.
    Rig saya belum bisa power full 65Watt, Mungkin Power supply yg cuma 10A.Tapi untungnya ga ada dengungan saat transmit.
    SWR 1:1 jadi ga ada masalah, cuma di power supply belum siap

  47. abu suhud
    December 31st, 2008 at 07:27 | #47

    mas yth saya punya rig ic2200 saya ingin divariasi biar modulasinya bagus pakai micom yana mana tolong penjelasannya mereknya sekalian dan ukurannya kira2 berapa harganya yang ada dimana terimakasih banyak atas bantuannya

    Mas Andri….
    Menurut pengalaman saya memakai IC-2200H, sepertinya kok tidak perlu ya utk penambahan mic compressor, mengingat modulasi yang dihasilkan IC-2200H udah cukup bagus.
    Ini sih menurut penilaian saya.
    Tapi kalo anda ingin mencoba mic compressor, silahkan coba lihat2x dulu merk Adonis http://www.adonis.ne.jp/e-desktop.html

  48. Ano
    January 7th, 2009 at 10:29 | #48

    Wah… ada informasi yang jual hand mic standart (HM-133V) ?
    mohon bantuannya…
    Dulu beli perangkat ga dapat sekalian hand mic standart (HM-133V) nya…
    contak ke amin.isnanto@pajak.go.id

    makasih…

  49. Sinta
    January 8th, 2009 at 13:32 | #49

    Kemarin jalan2 di Psr Cikapundung Bandung & Jaya Plasa Bandung harga IC-2200 mancapai Rp 2,4 jt…Gile betul….!
    Untuk sementara lupain dulu dah…

  50. January 8th, 2009 at 13:47 | #50

    walah….kok sekarang jadi mahal amat yach ?
    Padahal, dulu IC-2200H itu bagaikan barang tak bernilai, makanya saat saya beli dulu, ada program discount dari toko-nya. Katanya ngabisin stock (Karena, jarang yg mo beli IC-2200H sehingga stock berlimpah). Dari harga normal 1.5 jt, saya dapet 1.4 jt (atau kurang dikit).
    Mungkin sekarang ICOM udah gak ngirim barang lagi ke Indonesia, sehingga persediaan menipis. Akibatnya hukum ekonomi berlaku.
    Saran saya, tahan aja dulu. Jangan keburu membeli di kondisi yang tidak menentu.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.