Home > Amatir Radio, Review > Review ICOM IC-2200H

Review ICOM IC-2200H

November 11th, 2007

IC-2200HSatu bulan terakhir ini saya berkesempatan untuk menggunakan sebuah VHF Tranceiver ICOM IC-2200H. Radio ini mulai diproduksi oleh ICOM pada tahun 2003 dan sejak itulah RIG VHF yang mempunyai RF power 65 watt ini menjadi produk yang laris manis di pasaran. Salah satu indikasi akan hal ini adalah, sampai saat ini (akkhir 2007), radio ini masih tetap diproduksi oleh perusahaan asal Jepang tersebut.

Range Frekwensi

Frekwensi yang ter-cover oleh radio ini adalah TX: 136.000 - 174.000 MHz, dan RX: 118.000 - 174.000, sebuah range yang sudah umum di dalam dunia amatir radio.

Power Output

Secara umum, IC-2200H ini mempunyai kemampuan yang hampir sama dengan radio di kelasnya, seperti Kenwood TM-271, Yaesu FT-2800. Ketiga radio ini mempunyai RF power yang hampir sama, yaitu di kisaran 60 Watt.

Namun IC-2200H ini “mencuri’ perhatian dengan menaikkan sedikit powernya, yaitu pada 65 watt. Disamping itu, pilihan power yang lebih banyak dibandingkan RIG dikelasnya dengan memiliki 4 buah pilihan RF Power :

  • Low (5 W)
  • Middle Low (10 W)
  • Middle (25 W)
  • High (65 W)

Beberapa saat yang lalu, saya pernah ber 10-25 dengan teman di Karawang Selatan dengan menggunakan Middle Power (25 W) dan diterima sempurna dengan report signal full di sana. Walaupun RF Power bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi dalam hal ini. (faktor lain yang sangat penting adalah antenna).

Receiver

Saya merasa kesulitan untuk membandingkan kualitas receiver RIG ini dengan radio yang lain, dikarenakan saya tidak memiliki RIG yang lain yang terpasang pada station saya.

Namun secara global, receiver IC-2200H ini bisa dibilang sangat memuaskan, baik dalam kepekaan maupun toleransi terhadap spletteran.

Hal ini terbukti dengan berhasilnya saya ber 10-25 dengan rekan-rekan jauh, seperti Karawang, Sukabumi serta daerah Serang Banten tanpa kesulitan walaupun saya hanya menggunakan antenna dengan ketinggian 10 meter di atas tanah.

Disamping itu, selama ini saya tidak pernah merasa terganggu dengan adanya splatteran yang ada di saat saya sedang ber 10-25 dengan rekan-rekan.

RF Attenuator

Mungkin yang sedikit membedakan dengan radio di kelasnya, adalah bahwa IC-2200H ini mempunyai fungsi RF attenuator yang tergabung dalam tombol squelch. Secara awam mungkin fungsi ini akan terlihat sama dengan squelch, mengingat cara setting-nya menjadi satu dengan tombol squelch.

Modulasi

Sepertinya, modulasi yang dimiliki oleh RIG keluaran ICOM generasi akhir (sejak IC-2000, IC-2100), memiliki keunggulan dibandingkan dengan radio di kelasnya.

Saya pernah mendengarkan modulasi saya sendiri, dari rekaman yang dilakukan oleh lawan bicara saya. Dan memang terbukti modulasi yang dihasilkan IC-2200H ini lebih bagus dibandingkan dengan modulasi radio lain yang kebetulan saat itu ikut juga direkam. Modulasi yang dihasilkan cenderung menonjol dan seimbang antara bass dan treble-nya, sehingga walaupun signal kita S-0 diterima oleh lawan bicara kita, maka dengan adanya modulasi yang menonjol ini, lawan bicara kita dapat menerima pancaran kita dengan baik.

Audio

Salah satu kekurangan dari IC-2200H ini mungkin faktor audio. Audio yang dihasilkan cenderung “cempreng”, tetapi hal ini tidak menjadi sesuatu yang mengganggu (mungkin karena selama ini saya menggunakan Kenwood yang memang terkenal dengan audio yang “empuk”).

Untuk “mengakali” audio ini, saya mencolokkan speaker external bekas pasangan dari sebuah speaker aktif dan hasilnya cukup memuaskan. Audio yang dikeluarkan menjadi lebih empuk, lebih nge-bass dan sudah mirip dengan audio yang dihasilkan oleh Kenwood.

Pengoperasian Fungsi

Semua pengaturan fungsi dapat dilakukan dari hand mic standart (HM-133V) dengan mudah. Mungkin bagi orang yang belum terbiasa menggunakan product ICOM, akan sedikit merasa canggung untuk melakukan pengaturan fungsi, tetapi semua itu harusnya bisa diatasi karena manual book yang disertakan sangatlah mudah untuk dimengerti oleh orang awam sekalipun.

Memory

Memory yang disediakan sangat banyak, yaitu 200 memory. Dan ini saya kira lebih dari cukup untuk ukuran saya sebagai breaker biasa. (karena selama ini, saya menggunakan Kenwood TM-241 yang hanya memiliki 20 memory dengan hanya menyisakan 3 buah memory yang bisa digunakan untuk free duplex).

Disamping memory yang cukup banyak, IC-2200H ini juga dapat menyimpan karakter/huruf untuk menggantikan tampilan angka-angka frekwensi pada memory.

Secara umum, saya cukup puas terhadap IC-2200H ini dan masih banyak lagi feature yang lebih bagus tetapi saya belum bisa memberikan review dikarenakan belum banyak hal yang bisa saya explore di IC-2200H ini.

Untuk tetap menjaga suhu final tetap dalam keadaan yang “tidak terlalu panas”, saya memasang sebuah kipas kecil (yang biasa digunakan untuk CPU). Karena, setelah saya amati IC-2200H ini kalau kita pakai dengan power high (65 W) dalam waktu transmit yang cukup lama, pendinginnya akan terasa cepat sekali panas.

Harga pasaran untuk kondisi second saat ini (akhir 2007) berkisar antara 1.2 - 1.3 jt. Dan dengan harga tersebut, lebih baik anda membeli dengan kondisi baru, karena harga baru di Glodok adalah 1.4 juta.

agungudik Amatir Radio, Review

Print This Post Print This Post
  1. een 270
    August 12th, 2010 at 10:10 | #1

    salam kenal buat teman2 briker senusantara ataupun sejagat raya dari A sampai Z dari saya een 142.700 mhz dari ikatan briker muda kota samarinda naungan dari RAPI kota samarinda.

  2. rifky
    August 17th, 2010 at 03:18 | #2

    salam kenal…
    om, sy mau minta info nt biaya perawatan/perbaikan (kemudahaan cari suku cdang) antara ic2000h, kenwood tm271,dan yaesu ft 2800.
    maksih sebelumnya.

  3. sukarno
    September 28th, 2010 at 09:48 | #3

    mas agung sy demikian menggunakan ic2200 sy sependapat apa yg dikatan body cepat panas bila menggunak hig yg lama cepat panas dan kepekaan cukup baik yg jadi pertanyaan harga itu baru atau radio exs pemakai

  4. September 28th, 2010 at 16:41 | #4

    @Om Rifky……
    Kalau perawatan, selama ini gak ada yg aneh2x deh dalam merawat radio komunikasi. Beda dengan mobil, dimana mesti ganti oli dsb:-)
    Kalo spare part, harganya relatif sama dan ini tergantung lokasi anda. Kalo lokasi anda di Jakarta sih, mau merk apapun akan sangat mudah mencari spare part-nya. Tapi kalau anda di daerah, ya….gitu deh :-)
    @Om Sukarno, harga IC-2200H yg 1.4 jt itu adalah harga radio baru tapi pada akhir tahun 2007 (krn saat saya menulis artikel ini adalah tahun 2007 atau 3 tahun yang lalu). Dan setelah itu, harga ICOM naik luar biasa, sampai menembus 2 jt di Glodok. Tetapi sekarang sudah kembali normal, kalo gak salah dengar, sekitar 1.6 jt-an (bulan Agustus 2010 kemaren ada temen yg beli).

  5. bagas
    November 28th, 2010 at 13:54 | #5

    mas aku mo tanya icom 2200 kalo stand by pesawat sudah dipasang PS tapi tidak di on kan emangnya bodg pesawat panas atau tidak soalnya pesawat IC 2200 saya sudah panas sebelum di On kan untuk pancaran tetap bagus ga ada masalah mohon penjelasan

  6. mbah SURO
    December 6th, 2010 at 09:46 | #6

    salam kenal saya JZ 12 SS, kemarin dapat ic - 2000 second kondisi bagus masih ada dos book tapi powernya kok cuma 30 watt max ya gimana nih…???

  7. December 6th, 2010 at 10:11 | #7

    #pak Bagas….
    Seharusnya, body pesawat tidak panas dalam kondisi ON saja (tanpa transmit). Dan kalaupun transmit, kondisi “panas” di heatsink masih diperbolehkan asal masih dalam kondisi normal.
    Misalkan, ada pake mode full power utk transmit selama 1 menit. Dalam kondisi tsb, dipastikan heatsink akan panas, dan ini normal.
    Yang tidak normal adalah, anda pake power LOW (5 watt) dan transmit beberapa detik, kemudian heatsink panas. Atau pesawat gak diapa2xin, lalu tiba2x panas. Maka, segeralah hubungi teknisi terdekat untuk mnegecek kondisi pesawat anda.

    # mbah Suro…
    Apakah anda yakin SWR anda terkalibrasi dgn baik ? soalnya saya pernah punya SWR abal2x harga 100 rb, ternyata pembacaannya amburadul, sehingga saya ganti SWR yg “bermerk”.
    Tetapi, kalau SWR anda emang udah yg bagus, anda mesti waspada terhadap transistor power anda. Bisa jadi udah “setengah kelenger”. (krn IC-2000 mempunyai output 50 Watt)
    Silahkan bawa ke tempat service, untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Dan kalaupun benar transistor power-nya yg “kena”, segera ganti.

  8. December 9th, 2010 at 09:28 | #8

    Gan tolong gimana cara duplex kenwood tm 241.

  9. beben
    February 16th, 2011 at 16:28 | #9

    salam kenal…..Mas ketika TX dan kita pindah freq / chnl apakah SWR yg terpasang jarumnya pasti goyang berubah dan kalo berubah apakah kita musti sesuaikan lg ( agar nyender )dan brp ukuran terbaiknya dlm perbandingannya, mtr nuwun nggih !

  10. March 8th, 2011 at 17:55 | #10

    #pak Agus, mesti buka manual pak, itu mudah kok, asal baca manual :-)

    #pak Beben, khan kalau kita matching antena itu adalah pada sebuah frekwensi. Jadi kalau pindah, ya mesti SWR berubah juga.
    Hal ini ditentukan oleh karakteristik sebuah antenna. Maka kalau kita beli antenna, mesti ada semacam spesifikasi dan biasanya ada grafik-nya juga. Nah, itulah yg dimaksudkan.

  11. Dul Ratan
    April 11th, 2011 at 14:15 | #11

    salam kenal …. pak sy pengen skl punya rig yg bs dipakai utk di rumah maupun utk di mobil yg efisien dan tdk ribet pakainya, mohon sarannya sebaiknya sy beli yg mana (ic 2200, v8000 atow yaesu ft 2900) ? makasih atas pencerahannya …..

  12. billy
    April 21st, 2011 at 18:15 | #12

    salam kenal..
    numpang tanya master.Klo harga sekarang ic2200 baru brp dan second brp? ada yg tau ga? makasi

  13. May 4th, 2011 at 13:07 | #13

    hehe.. bisa degenjot sampe 80W bro

  14. A. Bambang Is
    May 6th, 2011 at 15:05 | #14

    Pak Agung Yth.

    Saya pendatang baru di dunia BREAKER. Sebagai pendatang baru saya memiliki IC 2200 H. Saya secara pribadi memang belum cukup piawai dalam hal memahami bahasa teknis. Jika pak Agung berkenan, saya mengharapkan mendapat semajam petunjuk teknis (juknis), langkah-langkah untuk seperti misalnya : memasukkan frequensi tertentu ke dalam memory, kemudian memasukkan duplex serta tonenya wah saya memang mengalami kesulitan operasionalisasinya sehingga hanya main di frequensi yang sudah dibuatkan oleh teman.

    demikian dan atas perhatian serta bantuannya saya ucapkan terimakasih.

    A. bambang Is

  15. May 6th, 2011 at 15:18 | #15

    #pak Dul Ratan, kalau anda tidak ada masalah mengenai budget, mungkin bisa dicoba ICOM V8000, karena speaker-nya ada di depan. Jadi kalo di pasang di tempat-nya tape mobil, bisa lebih rapi.

    #pak Billy, harga baru utk bulan Mei 2011 ini, saya gak update. Silahkan bapak tanya ke Mirusa atau Gunung Intan - Glodok.
    Sedangkan utk harga second, silahkan sering2x buka http://www.bekas.com (bagian radio amatir)

    #pak Herlambang, bisa aja sih Om digenjot sampe 80Watt, tapi kasihan transistor-nya :-) Kalo terlalu panas, bisa coid beneran :-).
    Kalau ingin power gede, pake booster aja Om, yg 1 KW :-) xi..xi..xi…

    #pak Bambang Is, ini langkah2x yg gimana pak? bukannya semuanya ada di manual pak ? tinggal baca aja tho ? he…he…he…

  16. tony
    June 11th, 2011 at 10:56 | #16

    mohon informasi dari bapak untuk mendapatkan “Spare part Final ICOM 2200″ dengan Rick 2 meteran,kira2 harga berapa dan dimana kami bisa mendapatkannya.

    terimakasih atas respon positif dari bapak, salam

  17. arrokhman
    June 17th, 2011 at 12:41 | #17

    pak saya mau tanya…..kebetulan saya lg nyari radio ht yang bisa di pake di frek Vhf 142,00 - 143,600 Mhz dan uhf di frek 476,410 - 477,415 Mhz kira2 pake htnya yang mana?????…..( 1 ht bisa di kedua frek tersebut)

  18. senos
    July 5th, 2011 at 16:13 | #18

    Salam kenal mas, mau nanya nih, saya punya radio ICOM V85, untuk sinyal transmit bagus, permasalahan ada pada kemampuan receivenya, bisa terima dari jarak dekat aja (<30 mtr) jadi radionya budeg klo terima dari jauh, bisa jelasin solusi perbaikan dan kerusakannya?
    trim’s sebelum dan sesudahnya.

  19. July 5th, 2011 at 16:23 | #19

    #Om Tony, kalau anda di Jakarta, bisa main-main ke Glodok lantai 2. Ada beberapa toko yang menjual alat-alat komunikasi.
    #Om arrokhman, mungkin bisa di coba Yaesu atau Icom (seingat saya, sudah pernah saya ulas di blog saya ini mengenai HT yg dual band tersebut).
    #Om Senos, Icom V85 tergolong keluaran baru ya.
    Apakah anda membeli second? kalau IYA, berarti sang penjual menjualnya gara2x itu :-)
    Kalau anda beli dari baru, cek dulu apakah masih ada garansi. Kalau masih ada, segera bawa ke dealer-nya (kalau di Jakarta, anda bisa ke Mirusa).
    Kalau memang garansi sudah habis, mesti dibawa ke tukang HT, untuk dilakukan pengecekan bagian receiver. Bisa jadi, memang ada yang bermasalah di bagian receiver-nya.

  20. September 7th, 2011 at 23:35 | #20

    Dear Pak Agung,
    Saya ingin bertanya,
    Apakah ht harus memiliki surat ijin ? Kalau pun iya bagaimana pengurusannya ?

    Best regards,
    Marcel

  21. October 12th, 2011 at 19:09 | #21

    Bagaimana cara mengganti Low, midlle, & High di Radio Kenwood 271 mas..? Trims sebelumnya.

  22. Rudi Latief
    October 13th, 2011 at 14:38 | #22

    Om… kalo ic2200H, bisa gak dinaikkan watt nya sampai sekitar 150 watt dengan menggunakan setting software, seperti yg bisa dilakukan di radio Yaesu FT2900R ? mohon infonya Om….

  23. October 29th, 2011 at 17:14 | #23

    Mau tanya nih, icom 2100 saya kadang budeg/sinyal rx nya turun sendiri, kalau di transmit kadang normal sendiri. mohon saran apa kira2 kerusakannya

  24. December 11th, 2011 at 10:41 | #24

    mau nanya gimana caranya menaikan whot dari 60 menjadi 100 kira kira biasa ngakya mhon infocaranya menaikan whotsendirii

  25. December 11th, 2011 at 10:49 | #25

    ohya kira kira ada perangkat tambahan ngak nya untuk menaikan whot ic 2200 mohon infony temen temen yang tau makasih.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.