Home > Amatir Radio > E10-25, sebuah gebrakan baru dalam ber 10-25

E10-25, sebuah gebrakan baru dalam ber 10-25

November 7th, 2007

Semenjak “ditemukannya” teknologi VoIP (Voice Over IP) beberapa tahun silam, beberapa tahun kemudian, tepatnya sekitar tahun 1999 seorang amatir radio asal Inggris G7WFM mengaplikasikan teknologi ini untuk menyambungkan radio komunikasi dengan internet. Dan inilah yang menjadi cikal bakal “masuk” nya dunia amatir ke dalam dunia internet yang kemudian dikenal dengan nama eQSO.

Saudara kami di ORARI telah terlebih dahulu melakukan experiment dengan eQSO ini di Indonesia untuk menghubungkan beberapa repeater dengan internet.

e10-252.jpg

Beberapa saat kemudian, seorang anggota RAPI asal RIAU (tapi domisili di Jakarta) JZ04EPW Om Deny, mengenalkan eQSO ini kepada anggota milist indonesian-citizens-band@yahoogroups.com dan mendapatkan sambutan cukup meriah dari member milist tersebut. Kemudian beliau melakukan percobaan dengan menggunakan PC beliau di rumah yang terhubung dengan internet untuk dijadikan sebagai RF gateway dan menghubungkan repeater BOGOR 143.550. Maka dari situlah, istilah e10-25 dipergunakan untuk menggantikan istilah eQSO.Teknologi e10-25 ini, seperti yang telah disebutkan diatas adalah pemanfaatan teknologi VoIP untuk dipergunakan dalam menghubungkan radio komunikasi dengan internet

Untuk menjadikan PC agar menjadi sebuah RF Gateway terhadap sebuah repeater, dibutuhkan sebuah software eQSO dan sebuah sound card yang terpasang dalam PC, disamping koneksi internet serta radio komunikasi (HT, RIG) beserta interface yang menghubungkan PC dengan radio. Radio yang terhubung dengan PC tersebut di set untuk dapat berkomunikasi dengan repeater yang bersangkutan.

Dengan adanya RF Gateway Repeater ini, sebuah contoh misalkan RF Gateway yang terpasang di Jakarta dan di set pada frekwensi repeater BOGOR (143.550), maka seorang netter dari negara manapun, asalkan mempunyai koneksi internet dan memasang software eQSO pada PC nya yang dilengkapi mic dan speaker, dapat melakukan 10-25 dengan rekan-rekan breaker di JABODETABEK yang menggunakan fasilitas repeater BOGOR tersebut.

Demikian sebaliknya, apabila ada sebuah station radio personal yang ingin menjadikan PC-nya sebagai gateway sehingga rekan-rekan di lokalnya dapat 10-25 dengan station lain yang terhubung dengan internet, dibutuhkan sebuah radio komunikasi yang terhubung dengan PC yang menjadi gateway.

Sehingga, rekan-rekan di lokal tempat stasiun radio personal tersebut (dalam bagan saya contohkan Jakarta) dapat ber 10-25 dengan rekan-rekan yang terhubung dengan repeater DURI RIAU karena di DURI RIAU rekan kita, JZ04EPW telah membuat RF Gateway yang terhubung dengan repeater DURI-RIAU.

Dilihat dari konfigurasi tersebut, dimungkinkan seorang breaker di Jakarta dapat ber 10-25 dengan rekan sesame breaker di Papua yang bekerja pada frekwensi VHF, bahkan bukan saja di Papua tetapi di negara lain dengan mengunakan e10-25.Secara garis besar dapat digambarkan keuntungan dan kerugian menggunakan e10-25 ini.

Keuntungan :

  • tidak terpengaruh dengan propagasi. Seperti kita ketahui bahwa propagasi di dalam dunia amatir radio khususnya HF (high frekwensi) adalah faktor penentu yang penting. Segede apapun power RF, sebagus apapun konstruksi antenna dan secanggih apapun perangkat, kalau propagasi lagi menutup artinya kegiatan ngebreak tidak dapat dilakukan dan berhenti sampai di situ.
  • radio komunikasi tidak mutlak diperlukan untuk dapat ngebreak. Dengan PC yang terkoneksi internet yang dilengkapi mic dan speaker dan terinstall software e10-25 ini, maka seseorang sudah bisa ngebreak dengan peralatan PC yang dimilikinya tanpa harus membeli sebuah radio komunikasi.
  • dapat menghubungkan para breaker VHF di berbagai tempat yang selama ini tidak mungkin dilakukan karena faktor geografis. Sebagai contoh, seorang breaker di Jakarta dapat melakukan 10-25 dengan teman-teman di DURI memakai frekwensi VHF.

Kerugian :

  • faktor delay. Seperti pengalaman saya beberapa hari terakhir memakai e10-25 ini, untuk melakukan 10-25 dengan menggunakan e10-25 ini dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Karena adanya delay yang sedikit mengganggu bagi yang belum terbiasa. Disamping itu, cukup sulit untuk masuk ke dalam repeater yang sedang ramai, karena software e10-25 ini mensyaratkan frekwensi benar-benar sepi untuk dapat melakukan transmit.
  • dibutuhkan koneksi internet broadband. Sebenarnya semua jenis koneksi internet dapat digunakan, tetapi untuk dapat melakukan koneksi internet secara terus menerus dikarenakan PC yang digunakan berfungsi sebagai gateway maka koneksi broadband mutlak diperlukan, disamping alasan biaya yang lebih ekonomis apabila menggunakan koneksi broadband (dibandingkan dial-up).
disadur dari beberapa sumber :
- www.eqso.org
- eqso.orari.net

agungudik Amatir Radio

Print This Post Print This Post
  1. Odji-JZ31OZ
    August 28th, 2010 at 02:36 | #1

    Tambahan lagi, pengisian ROOM / KAMAR, default ke INDONESIA setelah itu silahkan cari room-room lainnya sesuai minat untuk cari teman bicara.

    Tks

    by Odji-JZ31OZ

  2. jonhy gundel
    September 28th, 2010 at 10:09 | #2

    tolong dong casra setting e-1025 yang bener saya engga bisa nih

  3. ivoel JZ19DIE
    October 12th, 2010 at 13:47 | #3

    1025 dengan sapa neh ueiiiii ueiii wakakakakak 1023

  4. agus
    July 5th, 2011 at 16:40 | #4

    mhn bantuan cara mengatasi kendala:
    -ketika HT selesai bicara/mentriger PTT gateway, maka langsung gateway balik mentriger HT walaupun tanpa nada(simbol bulat merah on).
    - padahal CW kosong, centang Courtesy Tones dan ID , Force ID tidak sy centang
    - jadi saling “jemer” bergantian tiada henti,
    - sy jd pusing, mhn petunjuk

  5. October 21st, 2011 at 17:06 | #5

    Mohon Bantuan DARI KEPULAUAN ANAMBAS,KEP.RIAU…Saya sudah menginstall e1025 dan monitoring percakapan sangat jelas dan bisa diterima, trus bagaimana saya bisa berkomunikasi ??? Terima kasi …Salam RAPI

Comment pages
  1. November 4th, 2009 at 08:21 | #1