Home > Amatir Radio, Review > Review Radio Lama vs Radio Baru

Review Radio Lama vs Radio Baru

August 28th, 2007

Beberapa hari terakhir ini ada diskusi menarik di milist indonesian-citizens-band@yahoogroups.com dan rapi@yahoogroups.com tentang radio lama vs radio baru.

Yang menjadi obyek diskusi kebetulan sebuah transceiver merk Kenwood type TR-9130 keluaran tahun 1982 –sebuah radio legendaris yang banyak orang mengingkannya, versus radio baru merk Kenwood type TM-271 keluaran tahun 2003.

Berikut spesifikasi umum dari kedua radio tersebut, tentu saja ini tidak menggambarkan keseluruhan feature yang ada.


Type

Amateur VHF transceiver

Amateur VHF transceiver

Frequency range

144-146 MHz

· TX: 144 - 148 MHz

· RX: 136 - 174

Mode

FM/SSB/CW

FM

RF Power output

· Hi: 25 W

· Lo: 5 W

· Hi: 60 W

· Lo: 25 W

Dimensions (W*H*D)

170 x 68 x 241 mm

160×43x137 mm

Weight

2.4 kg

1.2 kg

Manufactured

1982-19xx

2003-200x

Memory

6 channel

· 200 memory channels, plus one call channel

· 6 alphanumeric characters offers 100 memory channels

Duplex

+/- 600 khz

flexible/free

Price (Indonesia)

1.5 jt – 2 jt (second)

1.4 jt (baru)

 

 

Ada beberapa teman berpendapat bahwa TR-9130 mempunyai kelebihan receiver yang sangat bagus dan tidak bisa dibandingkan dengan receiver pada radio baru. Dan memang, pada kenyataannya pada radio-radio lama cenderung mempunyai receiver yang “bagus” dimana mereka mampu menangkap pancaran yang lemah tetapi di sisi lain mampu membatasi “pancaran liar” yang ada (splatter). Hal tersebut pantas saja dimiliki oleh radio-radio type lama, mengingat mereka mempunyai blok rangkaian receiver yang sangat besar.

Kelebihan tersebut secara fakta memang tidak dimiliki oleh radio type baru, semacam TM-271. Pada beberapa kasus pancaran lawan bicara yang sangat kecil, dimana radio baru sulit untuk menerima tetapi masih bisa diterima (walaupun dengan susah payah) oleh radio lama sekelas TR-9130. Akan tetapi, hal-hal tersebut dapat dibenahi dengan pemilihan antenna yang baik dan tepat.

Adapun bentuk blok receiver yang cenderung lebih besar pada TR-9130 dibanding dengan TM-271, menurut analisa kami hanyalah karena pada saat itu (disaat TR-9130 keluar) belum ditemukan rangkaian IC sehingga dapat menghemat beberapa komponen transistor ataupun semikonduktor yang ada, walhasil pada era 1980-an karena masih menggunakan transistor otomatis akan memakan tempat yang besar (walaupun penggunaan IC memungkinkan beberapa faktor seperti frekwensi kerja akan terkoreksi).

Ada satu hal yang menarik yang dimiliki oleh TR-9130, dimana radio tersebut walaupun hanya mempunyai RF power sebesar 25 watt tetapi dapat di “branchmark” menjadi keluar 150 watt. Dan inilah salah satu faktor kenapa radio tersebut sampai saat ini masih diburu para amatir radio.

Sebetulnya masih ada sebuah feature yang mempunyai nilai lebih yang dipunyai oleh TR-9130, yaitu “all mode”. Dengan ‘all mode” ini, TR-9130 tidak hanya mempunyai kesempatan untuk “main” di mode FM saja, tetapi dapat juga untuk mode “SSW” dan “CW”. Namun hal ini justru menjadi tidak berguna, karena seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini kita tidak menemukan orang berkomunikasi pada band VHF dengan mode SSW apalagi CW.

Diluar kelebihan-kelebihan yang ada pada radio lama TR-9130 tentu saja ada banyak kelemahan yang bersifat fungsional yang memungkinkan pengguna radio tersebut menjadi “garuk-garuk kepala” karena “gemes”. Salah satunya adalah keterbatasan memory yang ada. TR-9130 hanya memiliki 6 chanel memory yang tentu saja di jaman sekarang ini dimana kita mempunyai banyak “frekwensi singgah” yang kita kunjungi, akan sangat repot untuk dapat memasukkan “mereka” ke dalam memory TR-9130.

Keterbatasan yang lain adalah fungsi duplex yang dimiliki TR-9130, yang hanya memiliki 600 khz duplex +/-. Tentu saja, saat ini dimana masing-masing pihak mempunyai kebebasan mendirikan repeater tanpa menganut “kovensi bersama”, dimana frekwensi duplex haruslah +/- 600 khz, sehingga apabila kita ingin bergabung dengan repeater dengan duplex diluar “konvensi bersama” tersebut dan kita ingin menyimpannya ke dalam memory sangatlah tidak memungkinkan. Satu-satunya cara adalah tidak dengan memasukkan frekwensi repeater tersebut ke dalam memory, tetapi pada session VFO. Hal ini mengandung kelemahan yaitu apabila radio dalam keadaan mati dan tidak mendapatkan catudaya listrik, maka setting tersebut akan reset kembali dan kita mesti setting ulang setiap menyalakan radio. Hal-hal yang menjadi kelemahan dari TR-9130 telah dikoreksi oleh produk-produk yang lebih baru. Dan untuk kelas VHF transceiver dari Kenwood tentu saja TM-271 adalah produk terakhir mereka.

Keterbatasan memory, fungsi duplex serta RF power yang tidak lagi “kecil” yaitu sebesar 60watt akan menjadi faktor yang menarik yang ada pada radio ini disamping feature-featur canggih lain yang tidak mungkin ada pada radio lama seperti fungsi digital.

Untuk kualitas audio, walaupun tidak “se-empuk” milik TR-9130, radio VHF milik Kenwood keluaran tahun 2003 ini masih unggul dibandingkan radio merk lain yang sekelas — dan memang sepertinya menjadi keunggulan tersendiri dari produk-produk Kenwood dalam hal kualitas audionya.

Sedangkan untuk modulasi, jelas TM-271 jauh lebih bagus dibandingkan dengan TR-9130. Dimana pada radio-radio lama, kualitas modulasi biasanya “ala kadarnya”, tanpa sentuhan mic processor, sehingga cenderung “keluar sama seperti suara orang yang ngomong”. Pada TM-271 memiliki modulasi yang lebih “enak di dengar”, sehingga mungkin belum dibutuhkannya mic compressor tambahan yang biasa menjadi “barang wajib” bagi pemilik radio lama untuk meningkatkan kualitas modulasinya. (namun dalam beberapa kasus, tetap saja para amatir radio melengkapi unit tambahan berupa mic compressor untuk lebih memantabkan kualitas modulasi dari TM-271).

Dalam hal RF Power, TM-271 mempunyai 65 watt pada HIGH, dan langsung 25 Watt pada LOW. Saya tidak tahu, apakah para engineer Kenwood “lupa” memberikan tingkatan “MIDDLE” pada RF Power, sehingga harusnya (harus menurut saya :) ), HIGH=60Watt, MIDDLE=25Watt dan LOW=10Watt. Jadi apabila kita masih tetep bisa main “santai” dengan power yang kecil. Tetapi, untuk masalah RF power ini, tidak jadi alasan untuk mencomparasi antara TR-9130 dengan TM-271, karena pada TR-9130 RF Power dapat di adjust (baca di “paksa”) menjadi keluar 150Watt — walaupun mesti keluar duit lagi untuk proses ini.

 

Melihat kisaran harga yang ada, sebuah TR-9130 saat artikel ini kami tulis (Agustus 2007) pasaran di Jakarta mempunyai range antara 1.5 juta - 2 juta rupiah dengan kondisi second (karena TR-9130 sudah discontinued tentu saja J ), tergantung kondisi.

Sedangkan untuk TM-271 kondisi baru, harga saat ini di Glodok adalah berkisar 1.4 jt (pada kisaran USD = 9000-an rupiah).

Mengapa sebuah radio lama TR-9130 mempunyai harga sedemikian fantastis apabila diukur dengan kemampuan yang dimiliki?

Kalau anda beranggapan bahwa sebuah tindakan yang rugi untuk membeli sebuah radio tua dengan beberapa keterbatasan, maka sesungguhnya anda belum mencapai kedudukan untuk itu, dan ini sama dengan saya :-) .

Karena yang rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mendapatkan sebuah radio tua, hanyalah para hobies amatir dan kolektor. Mereka tidak membeli fungsi tetapi ingin mendapatkan kepuasan batin seorang kolektor.

agungudik Amatir Radio, Review

Print This Post Print This Post
  1. December 2nd, 2008 at 10:40 | #1

    TR 9130 bisa dimodifikasi IC programnya dgn PIC satu blok modul soket tinggal pasang dan sewaktu-waktu bisa dikembalikan ke aslinya, keunggulannya : dial frek tdk ribet langsung putar/up down dari frek 140.000-149.999 Mhz, kapasitas memory menjadi 2 x 6 chanel pencet saklar A/B-nya. Frek pertama On sesuai dgn frek ketika di Off-kan. Dengan modifikasi PIC display frek tdk mudah ngacak.

    Nambah lagi…….TR 9130 bisa juga dimodifikasi menjadi SSB 80/40/11m band. Dikasih converter diluar TX TR 9130, tdk merubah keasliannya. Sehingga TR 9130 siap dipake sbg All Band (2m band,80/40/11 m band).

  2. herman
    December 8th, 2008 at 15:36 | #2

    Gw punya TR9130 gw mau nambah booster yang out put 150 watt. yang saya mau tanyakan harga booster berapaan dan belinya dimana, kalau ada teman yang mau jual boosternya email gw di chindovan@yahoo.co.id mohon masukannya OM

  3. joni
    December 12th, 2008 at 06:44 | #3

    Menurut pendapat saya, sebaiknya untuk meng ajust TR 9130 menjadi 150 w sangatlah riskan, karena bisa merusak komponen-komponen lain dan itu pernah dilakukan oleh teman saya dengan mengganti TR PWRnya, akibatnya panas yg didapat sangat berlebihan dan side effectnya PCB jadi hitam terbakar dan ada yg berlobang. Saran saya sebaiknya tidak perlulah diotak atik lagi karena memang data tersebut sudah pas ( oleh tekhnisi Kenwood disono) . Dan sebaiknya pakailah boster / linear amp yg bisa dibeli atau dirakit jadi tidak menggannggu Radio tsb, mengingat utk osc sangat bagus bahkan dengan daya hanya 25 W bisa meng KO TRX keluaran baru dengan data lebih dari 50W, yg penting perhatikan peralatan penunjang seperti kabel coex, antena, PS dan kemtchingan serta gain dari ant yang kita pakai OK 73 . grey-tb@yahoo.co.id

  4. January 10th, 2009 at 09:05 | #4

    mohon info di mana saya bisa memperoleh modul cpu tr 9130 yang menggunakan PIC..
    Thanks

    73′

  5. iwan
    February 20th, 2009 at 23:54 | #5

    @radio balap
    dimama saya bisa mendapatkan PIC dan brp harganya

  6. phantom_kid
    March 30th, 2009 at 07:56 | #6

    salam kenal brow,
    saya mungkin satu diantar sedikit pemuda indonesia (20thn) yg masih suka bermain dengan radio (ngebrik).
    saya punta kenwood TR-9130 tp untuk frekuensi dibatasi pada 143.900 - 148.000 (frekuensi ORARI).
    yg mau saya tanyakan bagaimana cara mereset agar frekuensi radio saya bisa dipakai dari 140.000 - 149.999.
    tolong infonya brow n terimakasih sebelumnya.
    73……

  7. kepen
    April 14th, 2009 at 14:10 | #7

    untuk setting frequency tr9130 yaitu dengan cara..
    putar frequency terakhir misal di 14.390 trus tekan tombol tone lalu putardial kebawah pelan pelan…nanti dia akan turun frequencynya
    begitupun sebaliknya frequency atas terakhir misal 14.888 tekan tombol
    tone trus putar keatas ..arah djarum jam..maka frequency akan akan naik
    selamat mencoba….

  8. April 24th, 2009 at 09:43 | #8

    cara serta panduan versi indonesia setting Voice Scramble untuk ht ic-v68 tolong bro
    trims

  9. botol441
    April 29th, 2009 at 13:40 | #9

    klo saya sih nga begitu suka 9130, dulu punya satu console lengkap 9130,9300 n 9500. Masalahnya radio terlalu kecil , cpu suka bermasalah frekuensi di ssb nga bisa center (bs naik atau turun dari frek lawan, udah pada tua komponennya jd susah ditrim) mending temen2 klo mo make produk kenwood tuh ts711, itu baru radio oc…radio jadul tapi dengan fasilitas yg sangat komplit nyaris sama dengan radio baru…so klo ada yang nawarin 711 jangan lama2 langsung diembat aja…pasti puas dech coy…

  10. andree
    May 16th, 2009 at 19:50 | #10

    @AGUS.S saya jg punya ic 290, makenya enak ga ada splet. kelemahan watt saya tutupi dengan booster daiwa LA 2065 R. andainya dekat, bisa neh kita coba 290 nya,….

  11. June 5th, 2009 at 14:47 | #11

    OM Radio Balap, tolong info lengkapnya mengenai PIC Module untuk penganti CPU-nya TR9130, saya butuh om soalnya Tr9130 sy sering bermasalah di CPU-nya. saya ada 2 bangkai/mumi tr9130 yang berharap bs bernapas lagi.

    Matur nuwun

  12. JZ09HPN
    July 1st, 2009 at 16:27 | #12

    Buat penggemar Kenwood TR-9130 diharapkan dapat bergabung di http://www.facebook.com/group.php?gid=99360090431 untuk saling bertukar informasi mengenai radio kesayangan kita tersebut. Terimakasih.

  13. radio balap
    July 1st, 2009 at 18:37 | #13

    Utk modif CPU TR 9130 silahkan klik disini http://yd2wpl.blogspot.com/2009/06/kenwood-tr-9130.html

  14. Handoko
    July 12th, 2009 at 07:02 | #14

    @om Bima, untuk modul CPU itu sebenarnya sangat handal sekali om, cuma masalahnya kualitas solderannya CPU tersebut dari pabriknya ga sempurna dan sering banget kendor sehingga membuat displaynya jadi berantakan. Solusinya gampang banget kok cuma perlu dilakukan solder ulang saja di blok rangkaian CPU tersebut dan langsung beres, ga perlu ada yang diganti. Cuma untuk mengerjakannya hal tersebut harus dilakukan oleh orang yang cukup sabar dan ahli, karena ada sedikit trik khusus untuk melakukannya.

    Untuk penggemar TR-9130 yang mau konsultasi dan tanya2 silahkan gabung aja di:
    http://www.facebook.com/home.php#/group.php?gid=99360090431&ref=ts

  15. July 17th, 2009 at 10:47 | #15

    Terima Kasih Om Handoko atas responnya sy akan coba untuk solder ulang bag cpunya ( tr 9130 yg ke-2 saya cpunya masih mulus ) mudah2an bs bernapas lagi.

  16. October 27th, 2009 at 15:54 | #16

    Om Agung,

    Minta izin review ini saya salin ke http://www.jz09zwp.net
    Makasih

    Salam,
    jz09hpn

  17. October 28th, 2009 at 16:16 | #17

    @JZ09HPN, silahkan Om…dengan senang hati.
    Salam buat temen2x RAPI Jakarta Pusat.

  18. October 29th, 2009 at 15:39 | #18

    @agungudik
    Makasih banyak om agung, salam Insya Allah akan saya sampaikan.

  19. adi
    November 20th, 2009 at 19:10 | #19

    Salam kenal,
    Saya breaker baru, pakai ic2200 dan saya sangat puas dengannya (saat ini).
    Kebetulan ada lokalan saya yg punya Kenwood 2570 A, menurutnya dan referensi teman-teman yg lain radio tersebut terkenal handal dan … mantap deh.. , apa benar demikian ? karena mau di jual , kira-kira berapa ya pasarannya saat ini, kondisi panel depan lumayan,tulisan masih jelas,bagian lain mulus, udah di coba dan masih berfungsi dengan baik, tolong ya review nya atas produk tersebut… Terima Kasih

  20. November 21st, 2009 at 06:42 | #20

    @Om Adi….
    Saya belum pernah memakai Kenwood 2570A. Tapi melihat specnya di http://www.rigpix.com/kenwood/tm2570a.htm dia mempunyai RF Output yg lumayan besar, yaitu 70 watt. Dan seperti model2x radio lama seperti ini, kualitas audio-nya mesti bagus.
    Kalau memang ada budget lebih sih, silahkan pak radio tsb diambil. Namun sayangnya saya tidak tahu harga pasarannya berapa, tapi sepertinya tidak semahal TR-7190.
    Oh ya, yg IC2200-nya jangan dijual ya pak, karena sekarang harga baru radio tsb, di Glodok gila-gilaan :-) (kalo gak salah, sekitar 2jt-an. Padahal 3 tahun lalu, saya masi mendaoatkan harga 1.350.000,-)

  21. adi
    November 21st, 2009 at 22:58 | #21

    Mas Agung,
    Iya benar…lokalan saya kemarin juga minat 2200H setelah lihat rdio saya…hehehe..bahkan harganya sudah 2.3jt.
    Bener Mas, pemilik 2570A tersebut breaker senior bahkan punya workshop radio amatir, mantap tuh radio (mbah nya radio) mau di lepas 5jt sih…hehe.

  22. mbah SURO
    February 4th, 2011 at 08:11 | #22

    salam kenal semuanya numpang lewat ya….

    JZ 12 SS

  23. March 29th, 2011 at 17:21 | #23

    OM kalau saya boleh tau apa kelebihan TR-9130 sama TR-900G
    Thanks Om

    JZ10 VDN-Dena Bandung

  24. Suyoto
    April 27th, 2011 at 15:24 | #24

    om,
    Mau nanya untuk microphone IC-25a (IC-HM7)masih ada yang jual nggak ya? Soalnya ini barang sudah langka.
    Terima kasih
    suyoto

  25. dwi hasto
    May 26th, 2011 at 11:09 | #25

    saya punya ic25h,ingin tanya tentang cara / petunjuk penggunaannya.
    adakah buku manualnya?
    tolong jawab ke e-mail saya matur nuwun

Comment pages
  1. No trackbacks yet.