Home > Health > Mahluk itu bernama CMV

Mahluk itu bernama CMV

June 26th, 2007

Anak usia 3 bulan, harusnya sudah bisa melakukan hal-hal seperti : bermain dengan kedua tangannya, menegakkan kepala kalau diangkat dan tengkurap. Sudah 3.5 bulan usia Azka saat itu, namun Azka belum bisa melakukan hal-hal tersebut.

Melihat ada keanehan dalam diri Azka, kami konsultasikan hal tersebut kepada DSA kami. Oleh beliau, kemudian disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter syaraf anak, dr.HDP yang berpraktek di sebuah klinik tumbuh kembang di kawasan Kelapa Gading.

Saat pertama datang, dr. HDP menyarankan Azka untuk dilakukan fisio therapy  dahulu selama 1 bulan dengan dirujuk ke dr.LHW di RSCM.

Jadilah, hari-hari Azka dihiasi dengan bolak-balik ke RSCM seminggu 2 kali untuk melakukan fisio theraphy.

Tidak terasa 1 bulan telah berlalu, tetapi tidak ada perkembangan berarti pada Azka. Karena untuk melakukan konsultasi ke dr.HDP harus pada waktu malam hari dan biasanya mendapatkan nomor antrian yang banyak, terkadang jam 11 malam baru kami berangkat dari rumah untuk menuju ke klinik tersebut, serta jarak yang lumayan jauh (kami di Kampung Melayu, sedangkan klinik tersebut berada di Kelapa Gading), sehingga tepat 1 bulan setelah menjalani terapi, kami tidak kembali ke dr. HDP namun kami konsultasi ke ahli syaraf anak, Prof. TSM yang berpraktek di sebuah RS dekat rumah. Beliau menyarankan untuk dilakukan CT-Scan guna melihat apakah ada kelainan pada otak Azka.

Setelah melihat hasil CT-Scan, Prof. TSM mendiagnosa Azka terkena TORCH. Untuk mendukung diagnosa tersebut, beliau menyarankan untuk dilakukan test TORCH lengkap di laboratorium.

Akhirnya, kenyataan itu benar-benar terjadi. Hasil test darah Azka mengindikasikan bahwa ada virus CMV yang menyerangnya saat di dalam kandungan bunda. Sehingga beberapa fungsi otak Azka dirusak oleh virus tsb. Namun, infeksi primer dari virus CMV tersebut sudah lewat, dalam artian sekarang yang terjadi adalah efek dari infeksi yang telah terjadi beberapa bulan lalu, demikian Prof. TSM menjelaskan. Sehingga tidak ada yang bisa dilakukan terhadap Azka selain meneruskan fisio teraphy untuk melatih syaraf motoriknya agar bisa berfungsi normal, selain memberikan vitamin khusus untuk otak guna mempercepat perkembangan sel-sel otak yang terganggu pertumbuhannya akibat serangan virus CMV.

Lebih lanjut Prof.TSM menyarankan untuk dilakukan test pendengaran (BERA) di RSCM dan test mata di RS Mata Aini. Alhamdulilah, kedua test tersebut menyebutkan bahwa fungsi pendengaran dan penglihatan Azka masih normal. (karena biasanya, CMV menyerang syaraf retina sehingga bisa menimbulkan kebutaan)

Belum puas terhadap hasil diagnosa tersebut, kami mencari second opinion kepada dr. HDP lagi. Akhirnya kami kembali melakukan konsultasi ke beliau walaupun kami harus berangkat malam-malam dengan jarak yang lumayan jauh.

Setelah semua data dari Prof. TSM kami serahkan ke dr. HDP, beliau mempunyai pendapat yang sama dengan gurunya tadi. (kami tahu bahwa keduanya sama-sama di RSCM, yang berarti berasal dari satu almamater). Hanya saja, untuk membuktikan kapan infeksi skunder terjadi, dr. HDP menyarankan untuk melakukan test CMV Aviditas.

Hasil dari test CMV Aviditas menyebutkan bahwa memang infeksi sekunder telah terjadi. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa bisa jadi virus CMV masih ada dalam tubuh Azka. Sehingga beliau memberikan resep obat Valcyte yang harus dikonsumsi selama 1 bulan dengan dosis 75 mg sekali makan selama 2 kali sehari.

Ternyata susah sekali mendapatkan obat tersebut. Dan kemungkinkan, hanya ada beberapa apotek saja di Jakarta yang mempunyai obat tersebut, salah satunya di Apotek Grogol. Kami sempat terhenyak setelah mengetahui harga obat tersebut. Dalam sebulan, dengan dosis 150 mg per hari, berarti Azka membutuhkan 10 kapsul obat tersebut karena 1 kapsul berisi 450 mg. Padahal 1 kapsulnya seharga 380.000,-  . Subhanallah, begitu berat cobaan yang harus kamu jalani nak.

Dengan kondisi seperti ini, kami hanya bisa membelinya per 6 hari sekali (atau 2 kapsul),  agar ada jeda untuk menarik nafas buat kami.

Sekarang, usia Azka sudah 7 bulan. Dan sudah 3 bulan lebih dia menjalani fisio teraphy di RSCM. Alhamdulilah, sudah banyak perkembangan yang telah dicapai. Azka sudah bisa tengkurap sendiri walaupun mesti harus dirangsang. Memang, dibandingkan dengan anak-anak normal yang lain, usia 7 bulan harusnya sudah bisa duduk. Namun, semua itu sudah menjadi keputusan Allah. Ya….betul, ini semua adalah kehendak Allah yang harus kita terima. Sama halnya biaya yang harus kami keluarkan untuk keperluan ini semua. Semua rezeki yang kami terima adalah pemberian Allah, dan sekarang Allah meminta kami untuk memelihara mahluknya yang dititipkan kepada kami. Tentu saja, Allah sudah mengukur semuanya. Dan kami yakin, Allah tidak akan menelantarkan mahluknya lantaran tidak ada biaya untuk berihtiar.

Saran kami, bagi anda pasangan muda atau yang akan merencakan hamil, silahkan lakukan test TORCH lengkap di laboratorium untuk mendeteksi secara dini, apakah ibu yang akan hamil tersebut terinfeksi salah satu atau beberapa virus TORCH (Toksoplasma, Rubella, CMV dan HSV). Ingat, bahwa infeksi TORCH ini tidak terasa pada ibu hamil. Dan tidak pula harus berdekatan dengan kucing, anjing. Karena, keluarga kami tidak suka kucing dan selama hamilpun istri saya tidak merasakan gejala yang aneh-aneh. Namun pada akhirnya, CMV tetap berkeliaran di dalam darah istri saya yang kemudian masuk ke Azka.

Informasi terakhir, test TORCH lengkap di Laboratorium Prodia seharga 1.3 juta. Biaya tersebut memang lumayan besar, namun apabila dibandingkan dengan efek yang ditimbulkan karena kecolongan, maka biaya tersebut akan jauh sangat kecil.

Akhirnya, kami mohon doa kepada anda semua, semoga kami selalu tabah dan sabar dalam menghadapi ini semua, kami yakin setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan.

Apabila anda mempunyai pengalaman serupa, silahkan kirim email anda ke agungudik@gmail.com

agungudik Health

Print This Post Print This Post
  1. isti
    August 20th, 2009 at 22:33 | #1

    assalammualaikum wr.wb

    salam kenal,perkenalkan saya isti,saya dan suami baru saja di karuniai anak laki-laki,yang alhamdulah tampan dan sehat secara fisik,tapi kami terkejut ketika kami di beritahu oleh dokter spesialis anak kami,kalo ternyata hasil test lab anak kami ternyata terdapat IgG nya (+) 187,7 dan IgM nya (-) 0,11. yang ingin saya tanyakan,sekarang kan usia anak kami masih beberapa hari(baru saja lahir) apakah nanti akan terjadi gangguan motorik pada anak kami?jika kami mengikuti pengobatan herbal H.Juanda apakah anak sekecil itu bisa ikut terapi?kami tidak ingin sampai terlambat menangani,apalagi ini anak pertama kami yang sangat kami harapkan. mohon informasinya.

    o iya,pak agung mohon informasi alamat millist anda juga agar kami bisa ikut sharing besama sahabat2 yang lainnya. terima kasih.

  2. Juni Fabian
    October 5th, 2009 at 22:48 | #2

    saya juga mempunyai pengalaman yang hampir serupa. Cuma waktu di fisiotherapy 3xseminggu selama 1 bln itu anak saya mengalami perkembangan yg luar biasa-dari kepala yang tdk bisa tegak waktu tengkurap jadi bisa duduk sendiri walau sempoyongan. Cuma sampai sekarang (11 bln) anak saya belum bisa bicara-kami belum sampai therapy bicara karena dia sering sakit batuk pilek. Mudah2n kami tetap bisa membiayai therapy2 tsb mengingat keterbatasan biaya dan waktu…..

  3. icha
    October 7th, 2009 at 13:34 | #3

    @bunda_ade
    Ass Bunda Ade…
    Saya mempunyai masalah yg persis sama dgn bunda Ade. Igg (+) di Rubella dan CMV. dan pernah keguguran 2 kali jg di usia 6bln (meninggal di dlm) dan 1,5 bln. Sy pernah minum obat dokter, tp hslnya naik turun, dan pernah jg terapi di Juanda 3 bln, tp stlh di cek hslnya sama aja.
    Mohon sharing ya bunda skrg kondisinya gmn dan udah b’obat apa aja? Krn sy sdh ingin sekali hamil lg, tp msh trauma. Thx be4 (i_cha17@yahoo.com)

  4. selvi
    October 24th, 2009 at 13:48 | #4

    Salam kenal,pengalam saya tahun kemaren saya dinyatakan +hamil sampai kandungan saya menginjak 2 bulan,dokter menyarankan harus dikuret karena tidak berkembang.Tp pada saat saya hamil,dokter tdk menyarankan saya u/periksa TORCH sampai akhirnya dikuret.setelah 6 bln kemudian saya kembali lagi memeriksakan diri ke dokter,karena tanda2 kehamilan belum jg datang…pada saat itu dokter br sarankan saya u/periksa TORCH dan hasilnya (+ 100)CMV..yang saya sesalkan kenapa dokter tdk menyarankan dari awal kehamilan saya,malah setelah tindakan kuret baru ada pemeriksaan lab….kecewa,tp mo gimana lagi sdh terjadi.saat ini saya berobat ke alternatif u/segera hamil….Doain yach….

  5. bunda titin
    January 6th, 2011 at 15:15 | #5

    alhamdulillah makasih atas infonya papa azka…..pengalamannya dapat menambah informasi untuk saya yang hidup di kampung Pacitan…insyaalloh azka bisa mandiri dan selallu membawa hikmah disetiap perkembangannya..aaamin

  6. fenny
    March 25th, 2011 at 13:20 | #6

    Saya seorang ibu yang mempunyai anak berumur 1.9 bulan,lahir bb normal 3.2kg setelah 4 hr lahir dia kuning dan dokter mengatakn udah kejang,berbagai pengobatan sudah dijalankan tapi hasilnya nihil,malahan sekarang anak saya mengalami kemunduran,yang tadinya bisa tertawa bermain,minum susu di botol tapi sekarang pandangannya justru hampa,setiap saat merengek terus,seperti merasakan ada sesuatu di dalam tubuhnya yg dirasakn,badannya mengeras semua,seperti kayu,suka mengejan,dan mengejang,saya sudah putus asa sekali,hanya pasrah saja,dan minta bantuan pertolongan saja,semoga ada mujijat untuk kami

  7. tri yani
    April 6th, 2011 at 09:30 | #7

    saya usia 27 th,sudah menikah 1 th 2 bln cek dilaborat anti-rubella IgG + konsentrasi 99 dan anti CMV IgG konsentrasi 24. maksudnya ap ya?tlong penjelasannya dan saya hrus bagaimana? terimaksih

  8. henni
    May 23rd, 2011 at 17:17 | #8

    bunda anak saya juga baru umur 5 bln ini ketahuan, awalnya kamintidak curiga krn perkembangan motoriknya msh normal hy berat badannya yg dibawah garis.tapi putri sy mengalami demam panjang selama 1 bulan sehingga harus dirawat dan baru ketahuan kena CMV…subhanallah kami merasa ini adalah ujian Allah setelah anak pertama kami juga meniggal krn rubella. saya yakin Allah memberkan ujian ini kepada kita krn kita insyAllah akan bisa melaluinya…

  9. Rizka
    August 20th, 2011 at 11:24 | #9

    Assalamualaikum…
    saya juga seorang penderita TORCH, sudah 3 tahun menikah tetapi belum hamil juga. Sudah 4 bulan ini saya berobat di tempat pak Juanda. Alhamdulillah kadar IGG Toxo, IGG Rubella dan IGG CMV saya sudah turun drastis tetapi memang masih positif terinfeksi, sehingga pengobatan dilanjutkan sampai maksimal 6 bulan. Mudah mudahan setelah 6 bulan hasilnya bisa negatif dan bisa segera hamil.

  10. abunaqib
    September 13th, 2011 at 19:01 | #10

    Salam
    Bapak Ibu semuanya….!
    Anak saya yang kedua (Rania) sekarang berusia 7 bulan kurang seminggu. Dulu terkena CMV, sudah pengobatan lewat infus Gancyclover selama dua minggu pada usia kurang dari dua bulan. Sejauh ini, perkembangannya alhamdulillah baik. Pada saat sebelum pengobatan dulu virus itu sudah menyerang liver yang menyebabkan kuning berkepanjangan sampai 3 minggu lebih. jaringan mata juga ada yang rusak setelah ke spesialis mata. Sekarang alhamdulillah, hasil pemeriksaan dr. mata sudah tidak ada lagi kerusakan baru, dan secara fisik matanya juga sudah bisa merespon secara normal. sekarang dalam usia 7 bulan kurang seminggu, sudah bisa duduk, bahkan sudah mulai minta berdiri. Namun pada saat periksa ke dr. spesialis tumbuh kembang -ketika itu batuk dan flu- kekhawatiran dr. adalah mikrosevalos, itu karena sejak 1 bulan tengkorak kepala sudah tertutup, rasionalnya sel otak tersebut (lunak) apa bisa menembus organ keras, akibatnya sel-sel otaknya sudah tidak dapat bertambah lagi, yang bisa hanya pergantian: yang rusak diganti sel baru. karena itu yg penting kata dr. tumbuh kembang adalah memaksimalkan pertumbuhan otak dengan diberikan nutrisi vitamin untuk otak dan selalu memberikan stimulus perkembangannya sesuai dengan usia perkembangannya
    Meski kami orang tua selalu pasrah pada Allah, namun kami sering khawatir terhadap pertumbuhan Rania, ketakutan kami adalah mikrosevalus.
    Kami minta doa dan dukungan semuanya agar anak kami bisa tumbuh dan berkembang normal fisik dan mental, amin.
    Oh, ya. untuk para orang tua yang kebetulan mengalami hal serupa, hendaknya fisio terapi bisa dilakukan sendiri dengan berpedoman pada buku panduan. Ada buku yang berjudul Deteksi Dini Tanda dan Gejala Penyimpangan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak yang diterbitkan oleh UK Tumbuh Kembang Anak dan REmaja IDAI Jatim. Sebab terapi itu perlu dilakukan tidak hanya sekali/dua kali seminggu, tetapi terus menerus, mulai anak bangun tidur sampai tidur lagi.
    Semoga ini menjadi amal kita para orang tua yang mendapat cobaan serupa. Amin

  11. wulan
    January 5th, 2012 at 15:28 | #11

    saya sangat bertrimakasih dengan pak agung. dengan adanya forum komununikasi ttg torch ini. saya wulan, tanggal 5 des 2011 kemarin keguguran,hasil diagnosa dokter janin saya tidak berkembang. dokter meminta saya untuk melakukan tes lab-torch. kemudian setelah tes lab -torch, hasilnya:
    toxoplasma IgG 99(+) dan toxoplasma IgM (-)
    rubella IgG (-) dan rubella IgM 41(+)
    CMC IGG (-)
    CMV IGM (-)
    berdasarkan hasil lab, dokter menyarankan untuk diobati virusnya tersebut dengan resep valtrex 500mg dan isoprinosin (harganya pun sangat mahal), menunda kehamilan dulu sampai bersih.
    yang ingin saya tanyakan kepada pak agung, adakah pengobatan tradisional untuk torch ini (perlu diketahui saya tinggal di wilayah depok)mengingat obat yang saya beli di apotek harganya tinggi sekali.
    oya, pak agung. saya doakan untuk putri bapak semoga dia tumbuh sehat seperti anak2 lain…amin yra.

  12. Yuan
    January 5th, 2012 at 21:56 | #12

    Assalamu’alaikum..
    Saya juga mau sharing, Bulan Maret ‘11 kmarin saya keguguran 2 bulan krn janin tak berkembang. Hasil tes TORCH Mei ‘11: Igg Rubella 118 & Igg CMV 109. Mulai Agustus ‘11 minum ramuan herbal Aquatreat H. Juanda hingga saat ini (Januari ‘12). Kmrn bulan Des ‘11 sempat cek TORCH lg, memang ada penurunan Igg Rubella 82.2 & Igg CMV 95. Saya & suami selalu minum ramuan 120ml/hari, krn virus rubella itu jg menginfeksi pasangan. Pengobatan hingga 6 bulan dr pertama kali minum.
    Menurut H. Juanda, ramuan tsb bisa diminumkan bahkan pd bayi yg baru lahir dgn dosis khusus (sangat aman krn tanpa campuran kimia/bahan pengawet). For info, saya beli di markasnya yg di Bogor, ramuan jenis kental 1.5 ltr (hrs dioplos air putih 1 banding 1) = 750rb. Harga tsb memang cukup mahal, namun obat2an dokter jauh lebih mahal & penuh unsur kimiawi..
    Pilihan memang kembali pada Anda masing2. Smoga kita semua segera bebas dari infeksi TORCH ini. Aminn..
    Wassalam.

  13. January 18th, 2012 at 09:02 | #13

    Assalamu’alaykum, salam kenal
    saya mau ikutan share juga dengan Bapak Ibu sekalian, anak saya yang ketiga alhamdulillah lahir sehat, normal melalui operasi caesar pada 14 feb 2011 kemarin, perkembangannya pun normal sperti umumnya bayi2 yg lain, padahal selama hamil saya dan suami agak trauma juga karena waktu tes TORCH di awal kehamilan hasilnya Igg Toxo dan CMV nya positif, khawatir sekali dgn hal tsb karena anak kami yg kedua mengalami gangguan pendengaran sehingga harus memakai alat bantu dengar, menurut dokter tidak perlu diberi obat karena infeksinya sdh lampau, namun sebagai manusia kita harus tetap berikhtiar yang terbaik dan hasilnya kita pasrahkan pada yang Maha Kuasa, saya berobat ke Pak Juanda dari usia kehamilan 3 bulan sampai anak saya berumur 3 bulan, alhamdulillah Igg nya berkurang sekali, dan saya juga minum chlostanin maternity (khusus ibu hamil) dari produk PT. kompak, itu mengandung lesithin kedelai yang baik sekali untuk janin dan menjaga Ibu Hamil tetap fit. Memang cobaan terberat kami adalah di anak kedua yang waktu kehamilannya sy tdk cek TORCH dan dokter juga tdk menyarankan. Namun semua tetap harus kita syukuri dan selalu berusaha yang terbaik. Semoga Azka makin baik perkembangannya, amin.

  14. ryan
    March 30th, 2012 at 09:51 | #14

    isti :
    assalammualaikum wr.wb
    salam kenal,perkenalkan saya isti,saya dan suami baru saja di karuniai anak laki-laki,yang alhamdulah tampan dan sehat secara fisik,tapi kami terkejut ketika kami di beritahu oleh dokter spesialis anak kami,kalo ternyata hasil test lab anak kami ternyata terdapat IgG nya (+) 187,7 dan IgM nya (-) 0,11. yang ingin saya tanyakan,sekarang kan usia anak kami masih beberapa hari(baru saja lahir) apakah nanti akan terjadi gangguan motorik pada anak kami?jika kami mengikuti pengobatan herbal H.Juanda apakah anak sekecil itu bisa ikut terapi?kami tidak ingin sampai terlambat menangani,apalagi ini anak pertama kami yang sangat kami harapkan. mohon informasinya.
    o iya,pak agung mohon informasi alamat millist anda juga agar kami bisa ikut sharing besama sahabat2 yang lainnya. terima kasih.

    bu isti, apakah ibu jadi memberikan terapi anak ibu di h juanda? anak saya usia 5 bulan juga terinfeksi CMV. mohon jawabannya ya.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.