Archive

Archive for June, 2007

Runtuhnya idealisme

June 28th, 2007

Beberapa saat setelah pernikahan, kami membuat rencana dalam mendidik anak-anak. Seperti memberi ASI eklusif selama 6 bulan pada bayi, menghindari konsumsi fast food, tidak boleh makan makanan yang mengandung MSG (termasuk di dalamnya Chiki dan sejenisnya) dan zat pewarna tambahan, tidak boleh makan permen dan sederet aturan-aturan teori yang sangat indah untuk ditulis.

Setelah  Fasya, — anak pertama kami – lahir, kami semakin merapatkan barisan untuk mencapai rencana awal tadi. Kami sadar, bahwa akan banyak sekali rintangan yang akan muncul di depan, baik dari dalam maupun luar lingkungan keluarga. Rintangan pertama muncul, saat istri saya memberikan ASI eklusif selama 6 bulan pertama. Beberapa keluarga menyarankan untuk memberikan susu formula agar bisa cepat gede. Alhamdulilah, rintangan ini bisa kita lalui dengan indah bahkan kita bisa memberikan edukasi kepada keluarga tentang hal tersebut. Read more…

General

Pemeriksaan Laboratorium Infeksi TORCH pada Kehamilan

June 27th, 2007

IDRAWATI K. M. DAN HADIWIDJAJA D.B. Staf Ahli Patologi Klinik RSSA/UNIBRAW Malang ________________________________________

Pendahuluan

Angka kematian bayi (AKB) di Indonesia sangat tinggi, bahkan paling tinggi di antara empat negara anggota ASEAN lainnya. Hal tersebut terjadi karena empat penyebab utamanya, yaitu tetanus (19,3%), gangguan perinatal (18,4%), diare (15,6%), dan infeksi saluran napas akut/ISPA (14,4%) masih belum dapat diatasi dengan baik. Kelahiran bayi dengan kelainan kongenital (KK) menduduki urutan ketujuh (4,2%) dari penyebab kematian bayi di Indonesia setelah campak (7,5%) dan kelainan saraf (5,6%). Dengan demikian, apabila penyebab kematian utama di atas dapat diatasi, bukan hal mustahil bila kelainan kongenital akan meningkat peringkatnya sebagai faktor penyebab tingginya angka kematian bayi1.

Menurut laporan Hidayat, angka kejadian bayi lahir dengan KK, khususnya di Malang, ternyata paling tinggi (12,3 per 1000 kelahiran) dibandingkan dengan di pusat penelitian lain seperti Yogyakarta (10,03), Surabaya (7,4), Jakarta (3,8), dan Palembang (1,4 per 1000 kelahiran)1.

Dua puluh tahun yang lalu, perhatian ditujukan pada sekumpulan penginfeksi yang dapat menyebabkan bayi lahir dengan kelainan kongenital, yaitu Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplek yang disingkat TORCH. Kemudian, arti TORCH diperluas dengan mengartikan huruf O sebagai “Other diseases” seperti syphilis, infeksi streptococcus group B, listeriosis, dll. Semua infeksi ini mempunyai beberapa persamaan, yaitu pada infeksi maternal biasanya asimptomatik dan berlalu tanpa diketahui. Tapi, akibatnya pada janin bervariasi mulai, dari tanpa gejala sampai gejala yang berat atau bahkan menyebabkan kematian, atau ditemui anak yang bertahan hidup dengan gejala-gejala yang terkait dengan otak, paru-paru, mata, dan telinga2,3. Read more…

Health

Mahluk itu bernama CMV

June 26th, 2007

Anak usia 3 bulan, harusnya sudah bisa melakukan hal-hal seperti : bermain dengan kedua tangannya, menegakkan kepala kalau diangkat dan tengkurap. Sudah 3.5 bulan usia Azka saat itu, namun Azka belum bisa melakukan hal-hal tersebut.

Melihat ada keanehan dalam diri Azka, kami konsultasikan hal tersebut kepada DSA kami. Oleh beliau, kemudian disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter syaraf anak, dr.HDP yang berpraktek di sebuah klinik tumbuh kembang di kawasan Kelapa Gading.

Saat pertama datang, dr. HDP menyarankan Azka untuk dilakukan fisio therapy  dahulu selama 1 bulan dengan dirujuk ke dr.LHW di RSCM.

Jadilah, hari-hari Azka dihiasi dengan bolak-balik ke RSCM seminggu 2 kali untuk melakukan fisio theraphy.

Read more…

Health